0878 8077 4762 [email protected]

Kecam Bom Kampung Melayu, Ketua GNPF-MUI: Membunuh 1 Nyawa Sama Dengan Membunuh Semua Manusia

Peledakan bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu, Jakarta, Rabu (24/5/2017), menuai kecaman dari berbagai kalangan.
Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) KH Bachtiar Nasir mengatakan, membunuh satu nyawa tanpa dasar yang haq sama dengan membunuh semua manusia. Sebaliknya, menjaga satu nyawa agar tak melayang sama dengan menjaga seluruh nyawa yang hidup.
Berikut pernyataan lengkap KH Bachtiar Nasir menyikapi kasus bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu, Jakarta:
Indonesia saat ini bukan zona perang dalam timbangan syariat Islam. Melakukan bom bunuh diri di Indonesia merupakan tindakan salah alamat dan tindakan di luar batas syariah. Berislam dengan damai dan menjauhi cara-cara kekerasan adalah komitmen bersama para ulama dan ummat Islam Indonesia. Karenanya, tindakan Bom Bunuh Diri dengan menghilangkan nyawa sendiri dan atau nyawa orang lain adalah tindakan di luar konsensus ulama dan ummat Islam Indonesia.
Kepada segenap elemen Bangsa Indonesia diharapkan bersikap jernih sehingga tidak melekatkan setiap peristiwa kekerasan identik dengan Islam dan Ummat Islam, khususnya kasus bom di kawasan Terminal Kampung Melayu Jakarta Timur.
Kepada segenap ummat Islam tetaplah bersikap rasional dan waspada dalam menyikapi kasus bom bunuh diri di kawasan terminal Kampung Melayu agar kita selamat dari penggiringan isu atau rekayasa isu baru yang menyesatkan.
Atas adanya nyawa yang hilang dan ada yang terluka, kita semua berduka sebagai sesama muslim dan sesama anak bangsa, ada keluarga mereka yang kehilangan dan kerabat mereka yang berduka. Berlaku empatik adalah sikap bijaksana sebagai sesama anak bangsa dan menjaga diri agar tidak menyesatkan opini atau tergiring kepada opini sesat adalah bentuk lain dari sikap empatik.
Kepada aparat hukum dan keamanan agar bertindak tegas tanpa ragu sedikitpun dalam menjalankan tugasnya namun harus berlaku adil dan profesional dalam memecahkan kasus bom bunuh diri ini serta menghindari kesan penyudutan kelompok agama tertentu dalam merilis berita atau menyebarkan informasi khususnya agama Islam yang selama ini direkayasa dan diidentikkan sebagai agama teroris.
Peristiwa mengenaskan yang telah menghilangkan nyawa dan menimbulkan korban ini bukanlah lelucon yang boleh dijadikan mainan untuk kepentingan apapun. Semoga dalang di balik tindakan biadab ini segera tertangkap dan dihukum dengan hukuman berat. Jauhkan politisasi kasus ini untuk kepentingan politik sesaat karena akan menambah kerugian dan kerusakan serta dendam yang tak berkesudahan.
Ketua GNPF-MUI
(KH Bachtiar Nasir)
 
Sumber : AQLnews

Di Hari Kiamat, Ada Umat Islam yang Diusir Rasulullah

KITA tentu merasa bangga menjadi umat Rasulullah saw, bukan? Mengingat, Nabi kita itu sangat menyayangi kita. Ia lebih peduli terhadap umatnya daripada dirinya sendiri. Ia selalu memikirkan kesejahteraan umatnya.
Meski begitu, tak semua umat Nabi Muhammad saw memperoleh keselamatan. Bahkan, ada sekelompok umatnya yang diusir olehnya pada hari kiamat. Siapakah mereka?
Sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu mengisahkan, pada suatu hari Nabi saw mendatangi kuburan. Lalu beliau mengucapkan salam, “Semoga keselamatan senantiasa menyertai kalian wahai penghuni kuburan dari kaum mukminin, dan kami insyaAllah pasti akan menyusul kalian.”
Selanjutnya beliau bersabda, “Aku sangat berharap untuk dapat melihat saudara-saudaraku.”
Mendengar ucapan ini, para sahabat keheranan. Sehingga mereka bertanya, “Bukankah kami adalah saudara-saudaramu wahai Rasulullah?”
Rasulullah menjawab, “Kalian adalah sahabat-sahabatku, sedangkan saudara-saudaraku adalah umatku yang akan datang kelak.”
Kembali para sahabat bertanya, “Wahai rasulullah, bagaimana engkau dapat mengenali umatmu yang sampai saat ini belum terlahir?”
Beliau menjawab, “Menurut pendapat kalian, andai ada orang yang memiliki kuda yang di dahi dan ujung-ujung kakinya berwarna putih dan kuda itu berada di tengah-tengah kuda-kuda lainnya yang berwarna hitam legam, tidakkah orang itu dapat mengenali kudanya?”
Para sahabat menjawab, “Tentu saja orang itu dengan mudah mengenali kudanya.
Maka Rasulullah menimpali jawaban mereka dengan bersabda, “Sejatinya umatku pada hari kiamat akan datang dalam kondisi wajah dan ujung-ujung tangan dan kakinya bersinar pertanda mereka berwudhu semasa hidupnya di dunia.
Aku akan menanti umatku di pinggir telagaku di alam mahsyar. Dan ketahuilah bahwa akan ada dari umatku yang diusir oleh Malaikat.
Sebagaimana seekor unta yang tersesat dari pemiliknya dan mendatangi tempat minum milik orang lain, sehingga ia pun diusir.
Melihat sebagian orang yang memiliki tanda-tanda pernah berwudhu, maka aku memanggil mereka, “Kemarilah.”
Namun para Malaikat yang mengusir mereka berkata, “Sejatinya mereka sepeninggalmu telah mengubah-ubah ajaranmu.
Mendapat penjelasan semacam ini, maka aku (Rasulullah) berkata, “Menjauhlah, menjauhlah wahai orang-orang yang sepeninggalku mengubah-ubah ajaranku,
Diriwayatkan oleh : Al Bukhari dan Muslim
Sumber : Islampos

Tadabbur Makna Alhamdulillah

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Segala pujian hanya milik Allah. Dia yang layak dipuji, karena sifat dan perbuatan-Nya.
Kalau kita memiliki kebaikan atau kelebihan, tidak lain itu karena karunia Allah.
Kalau ada manusia yang berbuat baik kepada kita, itupun karena Allah yang menggerakkan.
Sehingga pujian tetap harus diberikan pada-Nya, sebelum berterima kasih kepada si pemberi.
Pujian layak diberikan kepada Allah, karena Dia yang mengatur seluruh alam. Tidak ada yang bergerak sendiri.
Buah dari ayat di atas adalah rasa syukur dan ridha.
Kita bersyukur dan ridha karena Allah, dengan segala sifat baiknya, yang mengatur alam ini.
Sebab, tidak ada aturan dan ketentuan Allah yg buruk.
Karena itu, kita disuruh banyak memuji-Nya.
Pujian kepada Allah di samping mendatangkan ketenangan, juga mendatangkan pahala yang besar.

Perundingan Damai Suriah Ke-6 di Jenewa Kembali Alami Kegagalan

Perundingan Suriah putaran enam di Jenewa pada hari Jumat (19/5/2017) kembali mengalami kegagalan, karena tidak ada kemajuan dalam masalah apapun untuk solusi politik krisis Suriah.
Perundingan putaran terakhir tersebut diperkirakan akan fokus pada empat topik:

  1. Konstitusi
  2. Pemerintahan
  3. Pemilihan umum,
  4. dan Perang melawan teror.

Berbicara di akhir pembicaraan di PBB di Jenewa, kepala delegasi rezim Syiah Bashar al-Assad, Bashar al-Jaafari mengatakan kepada wartawan bahwa topik-topik tersebut tidak ada yang dibahas.
Utusan Khusus PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura mengatakan dalam sebuah konferensi pers: “Kami tidak punya waktu untuk masuk terlalu dalam keempat keranjang tersebut,” lansir Anadolu Agency.
De Mistura mengatakan, tanggal perundingan putaran berikutnya kemungkinan akan diumumkan pada pertengahan Juni.
Setelah berakhirnya perundingan damai ini, kepala delegasi oposisi Nasr al-Hariri mengatakan kepada wartawan: “Saya pikir kita seharusnya berbicara tentang setiap prestasi kecil yang dicapai. Saya pikir menjaga kemajuan Jenewa tetap hidup adalah sebuah pencapaian.”
Delegasi oposisi menyerahkan dua memorandum ke Mistura pada hari Jumat. Al Hariri mengatakan bahwa Iran secara tidak sah melakukan intervensi di Suriah, membawa ribuan milisi syiah berbagai Negara dan membantai rakyat Sunni Suriah.
Selain itu delegasi oposisi pada hari Kamis bertemu dengan Deputi Menteri Luar Negeri Rusia Gennady Gatilov, meminta Rusia untuk berhenti mendukung rezim Assad.
De Mistura mengumumkan bahwa kedua belah pihak telah sepakat membentuk komite ahli untuk membahas masalah konstitusional dan hukum.
Sejak perang di Suriah meletus pada bulan Maret tahun 2011, menurut PBB. Pusat Penelitian Kebijakan Suriah menempatkan jumlah korban tewas terutama korban sipil, wanita dan anak-anak yang umumnya dilakukan militer Suriah berjumlah lebih dari 470.000 orang.
 
Sumber : Jurnal Islam/Anadolu Agency
 

Turki Bangun Masjid Terbesar di Vietnam

Turki Bangun Masjid Terbesar di Vietnam

Pada hari Jumat (19/5/2017) dibuka masjid terbesar di Vietnam yang dibangun oleh Lembaga Bantuan Kemanusiaan Turki (IHH), demikian lansir Turkey Post.
Pembangunan Masjid Karamanlar Rahmet, yang berkapasitas 1.200 orang berlangsung dua tahun, menurut Wakil Presiden IHH Hasan Aynaci.
Masjid tersebut merupakan sumbangan dari seorang pebisnis Turki, Thalib Karman, yang dibangun di wilayah Kein Giang, di Vietnam bagian selatan. IHH sendiri yang merancang desain masjid.
Dalam pembukaannya sendiri, masjid ini dikunjungi oleh 15 ribu umat Islam, baik dari Vietnam maupun Kamboja.

masjid-terbesar-vietnam-33ut2ckmxggamj6incf20w

Suasana malam perayaan pembukaan Masjid dengan hiasan lampu-lampu


“Pernyataan para warga Vietnam yang senang, dan penghargaan mereka kepada Turki membuat kami sangat bahagia,” kata Aynaci.
IHH akan terus mendukung proyek baru di negara Vietnam ini termasuk masjid, sekolah, dan pusat pelatihan.
Pihak IHH menyampaikan bahwasanya dibangunnya masjid tersebut karena permintaan warga setempat. Vietnam sendiri negara mayoritas Budha, disusul Katolik, sedangkan muslim sendiri paling minoritas sekitar 1%.
Pmbangunan masjid tersebut dilaksanakan sejak tahun 2014, saat IHH melakukan kunjungan ke wilayah tersebut.
 
Sumber : Hidayatullah/TurkeyPost

Keistimewaan Pentingnya Menjalin Silaturahim

Silaturahim seperti dijanjikan Rasulullah SAW dapat membuat seorang Muslim dilapangkan rezeki dan dipanjangkan umurnya.
Dalam sebuah hadis Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang suka diluaskan rezeki dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah ia menyambung tali silaturahim.” (HR Bukhari, Muslim dan Abu Dawud).
Selain itu,  mereka  yang gemar bersilaturahim dijanjikan akan di masukan ke dalam golongan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat.
Dari Abu Hurairah RA,  sesunguhnya Rasulullah saw bersabda,  ”… Barang siapa yang beriman pada Allah dan hari akherat maka lakukanlah silaturahmi…”  (HR Bukhari dan Muslim).
Orang yang gemar silaturahim pun akan selalu berhubungan dengan Allah SWT. Dari Aisyah  RA  berkata, Rasulullah SAW bersabda,
Silaturahmi itu tergantung di `Arsy (Singgasana Allah) seraya berkata: “Barangsiapa yang menyambungku maka Allah akan menyambung hubungan dengannya, dan barangsiapa yang memutuskanku maka Allah akan memutuskan hubungan dengannya” (HR Bukhari dan Muslim)
Keistimewaan lainnya, Silaturahim dapat menjadi  salah satu sebab penting masuk surga dan dijauhkan dari api neraka.
Dari Abu Ayub Al Anshari, beliau berkata, seorang berkata, ”Wahai Rasulullah, beritahulah saya satu amalan yang dapat memasukkan saya ke dalam syurga.” Beliau menjawab, “Menyembah Allah dan tidak menyekutukanNya, menegakkan shalat, menunaikan zakat dan bersilaturahim.”” (Diriwayatkan oleh Jama’ah).
Meski terkesan sepele, silaturahim adalah ketaatan dan amalan yang mendekatkan seorang hamba kepada Allah SWT,  serta tanda takutnya seorang hamba kepada Allah.
Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Rabbnya dan takut kepada hisab yang buruk.” (QS: Arra’d, 21).
Betapa mulianya menjalin silaturahim, sehingga mendapat keutamaan yang begitu hebat dalam ajaran Islam.
Silaturahim dapat memperkokoh persatuan umat. Karenanya, Rasulullah SAW sangat mewanti-wanti agar umatnya tak sekali-kali memutuskan hubungan silaturahim.
Rasulullah SAW bersabda, ”Barangsiapa yang memutuskanku, maka Allah akan memutuskan hubungan dengannya”  (HR Bukhari dan Muslim).
 
Sumber : Republika