by Danu Wijaya danuw | Jul 2, 2017 | Artikel, Berita, Internasional
Kapan kiamat hadir? Tak ada yang bisa memastikan waktu persisnya, termasuk Rasulullah saw. Namun, jika melihat fenomena Starbucks dan sebelumnya pembukaan masjid homo di Cape Town, Afrika Selatan, salah satu bukti kiamat sudah mendekat.
Di negeri Nelson Mandela, ada sebuah masjid yang resmi dibuka khusus untuk kaum homoseksual atau gay pada tanggal jumat, 20 September 2014, Pembukaan masjid itu ditandai dengan digelarnya shalat Jumat pertama di ‘Masjid terbuka’ tersebut.
Pembukaan masjid tersebut atas inisiasi Dr Taj Hargey seorang Direktur the Muslim Educational Centre of Oxford, . Tentu saja, keputusan kontroversial Hargey juga mengakibatkan ia didemo para jamaah yang terus meneriakinya.
Ada juga soal legalisasi LGBT di beberapa negara. Salah satunya Amerika Serikat yang mengesahkan perkawinan sejenis.
Selain itu pernyataan CEO Starbucks Howard Schulzt. Dia mendukung penuh soal LGBT (Lesbi, Gay, Biseksual dan Transgender).
CEO Starbuck mengatakan,”Siapa yang menolak pernikahan sesama jenis, bisa minum kopi ditempat lain.” Sehingga hal ini jadi alasan Muhamadiyah memboikot Starbuck dan memaksa pemerintah untuk mencabut izin Starbuck di Indonesia .

CEO Starbuck, Howard Schultz
Bahkan dalam rapat pemegang saham CEO Starbuck mengatakan, “Jika ada di antara pemegang saham saat ini ada yang tidak mendukung perkawinan sejenis yang diperjuangkannya, maka silakan menjual sahamnya dan melakukan investasi di tempat lain.”
Namun dilansir dari website seattletimes.com, per 2 April 2017 Schultz sudah tidak menjadi CEO dari perusahaan kopi terbesar di dunia, Starbucks. Ia tetap menjadi orang penting di Starbucks, namun tidak bersentuhan lagi dengan keuangan. Ia menjadi bagian eksekutif yang berfokus kepada pengembangan perusahaan untuk bisnis premium, termasuk di dalam perbaikan kualitas dan pemajuan brand. Jadi statement Schultz di dalam mendukung LGBT, sudah kadaluwarsa. Sekarang Schultz sudah tidak berperan sebagai CEO.
Di Amerika pun, seruan boikot Starbucks dilakukan oleh para pendukung Donald Trump. Namun ini dalam masalah positif. Karena pernyataan Starbucks yang berniat mempekerjakan 10.000 pengungsi di seluruh dunia sebagai bentuk perlawanan terhadap kebijakan anti-imigran Donald Trump langsung ditanggapi dengan tagar #BoycottStarbucks oleh pendukung politik Trump.
Semoga Starbuck berbenah setelah CEO nya diturunkan, dan mengevaluasi kebijakan untuk tidak mendukung pernikahan sejenis yang dilarang disemua agama.
Rasulullah saw pernah mengingatkan soal LGBT yang menurut sabdanya menjadi salah satu tanda kian dekatnya kiamat.
تكون فى آخر هذه الأمة عند اقتراب الساعة أشياء منها نكاح الرجل الرجل وذلك مما حرم الله عليه ورسوله ومنها نكاح المرأة المرأة ، وذلك مما حرم الله ورسوله ويمقت الله عليه ورسوله – صلى الله عليه وسلم – وليس لهؤلاء صلاة ما أقاموا على ذلك حتى يتوبوا إلى الله توبة نصوحا
“Akan terjadi pada akhir zaman ini ketika mendekati terjadinya kiamat berbagai peristiwa.
Di antaranya seorang laki-laki mengawini laki-laki, yang hal itu termasuk hal yang diharamkan Allah dan Rasul-Nya serta dibenci Allah dan Rasul-Nya.
Dan di antaranya juga seorang wanita mengawini wanita, yang hal itu termasuk hal yang diharamkan Allah dan Rasul-Nya serta dibenci Allah dan Rasul-Nya.
Tidak ada shalat bagi mereka selama mereka mengerjakan hal itu, hingga bertobat kepada Allah dengan tobat yang sebenar-benarnya.” (HR. Al Baihaqi, Ad Daruquthni dan Ibnu Najar)
Hadits tersebut menjelaskan bahwa nubuwat Rasulullah telah terbukti. Di zaman kita kini telah ada perkawinan sejenis. Sekaligus menjadi tanda akhir zaman dan tanda dekatnya kiamat.
Adapun maksud “tidak ada shalat bagi mereka” maksudnya adalah shalatnya tidak diterima.
Kalimat tersebut sekaligus mengabarkan bahwa ada di antara pelaku perkawinan sejenis yang secara identitas masih beragama Islam, namun Islam mereka baru kembali benar jika mereka bertobat dengan taubat nasuha, taubat yang sebenar-benarnya.
Wallahua’lam bishshowab.
Sumber : Wajada/Erwyn Kurniawan
Edited : Aliman
by Danu Wijaya danuw | Jun 30, 2017 | Artikel, Berita, Internasional
Walau hari raya Idul Fitri 1438 H sudah berlalu beberapa hari, namun kita belum mengetahui bagaimana suasana perayaan Idul Fitri di Jepang, tepatnya di Masjid Tokyo Cami.
Di Jepang, Idul Fitri adalah kesempatan sukacita dan kebahagiaan bagi umat Islam. Islamic Center-Jepang mengatur perayaan Idul Fitri dan tempat pertemuan bagi muslim, muslimah dan anak-anak untuk merayakan Idul Fitri dengan penuh sukacita.
Di negara-negara Asia Selatan, perayaan dimulai pada malam sebelum Idul Fitri, yang dikenal sebagai raat chand atau malam bulan, di India, Pakistan, Bangladesh dan Sri Lanka.
Wanita, anak-anak terutama yang lebih muda, menghiasi telapak tangan mereka dengan henna (mehndi) dan tarian serta musik tradisional, dan memasak untuk perayaan selama tiga hari ke depan.
Perayaan Idul Fitri 4.000 WNI di Masjid KBRI Tokyo ‘Diwarnai’ Hujan

Shalat Ied di Masjid Indonesia-Tokyo. Shaf pria di atas, sedangkan shaf perempuan dilantai bawah dari tangga
Sejumlah WNI dari beragam penjuru Jepang merayakan lebaran dan melaksanakan salat Id di masjid dekat KBRI Tokyo hari ini. Meski sempat diwarnai hujan deras, namun warga tetap tampak antusias.
Berdasarkan informasi dari KBRI Tokyo, Minggu (25/6/2017), kegiatan salat Id digelar di Masjid Indonesia Tokyo. Salat dibagi menjadi 5 gelombang untuk mengakomodir 4.000 WNI yang hadir.
Lebaran yang kebetulan jatuh di Hari Minggu juga menambah animo masyarakat untuk hadir karena mereka libur. Selain itu juga untuk pertama kalinya tahun ini Masjid Indonesia Tokyo yang berdiri di area Sekolah Republik Indonesia Tokyo dan Balai Indonesia dipakai untuk salat Id.

Kedubes dengan Polisi Jepang, Makan opor ketupat, dan Antrian dijalan depan Kedubes RI di Tokyo
Selepas shalat, para WNI kemudian bergerak ke Wisma Duta di KBRI Tokyo. Di sana warga disambut Dubes Jepang yang baru, Arifin Tasrif. Ini merupakan lebaran pertama Arifin sejak Arifin menjabat sebagai Dubes.
KBRI telah menyiapkan makanan khas lebaran seperti ketupat dan opor ayam. Hidangan tersebut sedikit mengurangi kerinduan pada tanah air.
WNI yang hadir berasal dari beragam hadir di antaranya Fukushima, Gunma, Chiba, Kanagawa, Shizuoka, dan lain-lain. Usai makan, tak lupa para WNI menyempatkan berfoto di booth yang telah disiapkan.
Sumber : Detik/KBRI RI di Jepang
by Danu Wijaya danuw | Jun 30, 2017 | Artikel, Berita, Internasional
Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak mengadakan buka puasa bersama selama Ramadan di Gedung Putih. Tradisi ini padahal sudah berlangsung hampir dua dekade atau hampir 20 tahun.
Presiden Trump tidak memberikan penjelasan tentang alasan tidak menyelenggarakan buka puasa bersama di Gedung Putih. Seperti dilansir CNN pada 24 Juni 2017 kemarin.
Dengan tidak menyelenggarakan buka puasa bersama, Trump telah mengakhiri tradisi tahunan yang didukung oleh tiga pemerintahan terakhir.
Acara tersebut biasanya dihadiri oleh anggota terkemuka komunitas Muslim Amerika Serikat serta anggota Kongres dan diplomat dari negara-negara Islam.
Tradisi Gedung Putih dimulai pada tahun 1996, ketika Ibu Negara Hillary Clinton mengundang 150 orang setelah mempelajari lebih lanjut tentang ritual tersebut dari putrinya Chelsea, yang dilaporkan telah mempelajari sejarah Islam di sekolah.
Selain Gedung Putih, Menteri Luar Negeri, Rex Tillerson juga mengakhiri tradisi puluhan tahun dengan menolak permintaan dari Kantor Urusan Agama dan Urusan Luar Negeri untuk menyelenggarakan resepsi yang menandai Idul Fitri.
Sejak tahun 1999, lima pendahulu Tillerson, baik dari Partai Republik maupun Demokrat selalu mengadakan buka puasa bersama selama Ramadan atau merayakan Idul Fitri.
Meski tidak mengadakan buka puasa bersama di Gedung Putih tahun ini, namun Presiden Donald Trump yang akhir-akhir ini giat menjalin hubungan dengan negara-negara Islam, dan mengucapkan selamat Idul Fitri.
Trump Ucapkan: Selamat Idul Fitri Umat Islam!
Presiden AS Donald Trump dilaporkan telah menyampaikan “Salam hangat” kepada umat Islam yang merayakan Idul Fitri pada Sabtu (24/6/2017).
“Atas nama rakyat AS, Melania dan saya mengirimkan salam hangat kami kepada umat Islam saat mereka merayakan Idul Fitri. Selama liburan ini, kita diingatkan akan pentingnya cinta, kasih sayang, dan niat baik,” kata Trump seperti dilansir The New Arab pada Ahad (25/6/2017).
Dalam pernyataan itu juga, Trump mengungkapkan bahwa bersama umat Islam di seluruh dunia, AS siap memperbaharui komitmennya untuk menghormati nilai-nilai tersebut.
Namun Trump tetap mendapat kecaman karena menghentikan tradisi buka puasa dan tradisi idul fitri. Seolah hal itu memperpanjang sejarah retorika anti-Muslimnya sejak di masa kampanye Trump.
by Danu Wijaya danuw | Jun 29, 2017 | Artikel, Berita, Nasional
Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto membenarkan bahwa Film pilihan Police movie festival berjudul “Kau adalah Aku yang lain” telah dihapus dari akun Twitter resmi Divisi Humas Polri. Penghapusan film kontroversial tersebut karena telah menimbulkan pro kontra ditengah masyarakat.
“Sementara kita hapus dulu karena menimbulkan pro dan kontra,” ujar Polri Irjen Setyo Wasisto seperti dilansir republika, rabu(28/6/2017).
Setyo menerangkan bahwa akan ada penjelasan dan klarifikasi dari juri maupun pembuat film. Sehingga kontroversi terhadap film tersebut dapat segera terurai.
“(Dihentikan) sampai nanti menunggu juri maupun pembuat film akan memberikan klarifikasi,” tergas Setyo.
Terkait penjurian, kata dia, ajang bertema “Unity in Diversity” dilakukan oleh para juri profesional. Mereka terdiri dari sutradara film, bintang film, budayawan, serta anggota polri. Mereka menyeleksi 241 pendaftar hingga terpilih 10 film pendek dan 10 animasi yang masuk dalam nominasi.
“Jadi jurinya ada beberapa orang, ada sutradara film, bintang film, budayawan, ada Polri juga, nah dari hasil itu ditetapkan yang juara adalah itu kau adalah aku yang lain,” ujarnya.
Berdasarkan pantauan kamis (29/6/2017), film “Kau Adalah Aku yang Lain” sudah dihapus dari Page Facebook resmi Divisi Humas Polri.
Seperti diketahui Film “Kau Adalah Aku yang Lain” karya Anto Galon ini menuai kecaman dari publik Indonesia, khususnya Umat Islam, dikarenakan pesan dalam film tersebut sekan-akan Umat Islam tidak memiliki toleransi terhadap Umat agama lain.
Film tersebut juga dianggap pemutarbalikan fakta yang sebenarnya terjadi di masyarakat Indonesia. Justru pada kenyataanya Umat Islam merupakan umat yang paling toleran. Bahkan saat aksi Bela Islam sepasang pengantin katolik tanpa halangan melangsungkan pernikahannya di Gereja Katedral Jakarta.
DPR Kecam Polri soal Film ‘Kau adalah Aku yang Lain’
Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PPP, Arsul Sani mengecam beredarnya film pendek berjudul Kau adalah Aku yang Lain, juara ajang tahunan Police Movie Festival ke-4 yang digelar oleh Polri. Arsul menilai film tersebut tidak menggambarkan sikap Islam dan condong menyudutkan.
Menanggapi hal tersebut, Arsul Sani menyebut karya Anto Galon itu tidak mencerminkan mayoritas sikap Muslim jika dihadapkan dengan masalah seperti yang dimunculkan dalam adegan film itu.
Arsul menyebut, Polri yang menjadi pihak penyelenggara acara festival film tahunan itu seakan tengah membuka peluang terjadinya kesalahpahaman di tengah masyarakat. Terlebih, video itu telah viral di media sosial belakangan ini.
“Kami akan tanyakan kepada @DivHumasPolri & @BNPTRI dalam RDP Komisi III DPR soal video yang jadi viral dan ditanggapi sebagai sikap ‘negatif’ terhadap Islam,” tulis Arsul.
Sumber : Republika/CNNIndonesia
by Danu Wijaya danuw | Jun 29, 2017 | Artikel, Berita, Internasional
MOSUL bebas dari Daesh “sebutan untuk ISIS”, warga Mosul di Irak akhirnya bisa merayakan Idul Fitri dalam nuansa damai dan tenang. Orang dewasa, laki-laki dan perempuan, memenuhi pelataran masjid untuk menjalankan Salat Id pada Minggu 25 Juni.
Dulu sewaktu masih dijajah oleh para teroris, warga kota diperbolehkan untuk menjalankan Salat Id. Akan tetapi, segala jenis perayaan dilarang.
Kini, anak-anak berkumpul dengan ceria menyambut hari kemenangan tersebut. Mereka tertawa dan berlarian dengan bebas di halaman di sisi timur kota. Beberapa bermain di ayunan butut dan sebagian lagi bermain dengan pistol dan senapan mainan.
Ya, meski ISIS sudah lari tunggang langgang dari Mosul, tetapi anak laki-laki di sana belum bisa lepas dari permainan berbau senjata. Sebab, hanya mainan jenis itu yang dulu diizinkan militan Daesh untuk mereka mainkan.
Daesh mengharamkan mainan berwajah, seperti boneka karena dianggap sama dengan penyembahan berhala. Mereka lebih suka kalau anak-anak berlatih menggunakan senjata, membaca buku ideologi militer ISIS, dan belajar merakit bom dengan perhitungan matematis yang cermat.
Menyadur dari Middle East Monitor, Rabu (28/6/2017), di hari yang fitri ini, warga berharap pertempuran di wilayah yang tersisa dapat segera berakhir. Dengan begitu, seluruh kota bisa kembali hidup damai dan memulihkan perekonomian.
Walaupun situasi di Mosul sudah lebih baik. Ada sebagian warga yang belum merasakan sukacita Lebaran sepenuhnya.
“Ini belum menjadi Idul Fitri yang sebenarnya sebelum kami kembali ke rumah”, kata seorang pria berusia 60-an tahun, yang mengungsi dari sisi barat Mosul, melintasi sungai Tigris, demi menghindari pertempuran.
Beberapa lagi mengemukakan kesedihannya, karena Masjid Agung Al-Nuri yang sudah berdiri selama 850 tahun dengan menara setinggi 45 meter sudah hancur diledakkan.
“Idul Fitri kami tidak sama lagi”, ucap warga yang menolak disebutkan namanya tersebut.
Pasukan Irak berhasil merebut sisi timur Mosul dari ISIS pada awal tahun ini. Pertempuran di timur berlangsung selama 100 hari, sebelum militer mendesak masuk ke sisi barat pada Februari. ISIS sudah terkepung. Salah seorang jenderal dalam kesatuan militer Irak berharap mereka bisa mengusir kelompok teroris itu secepatnya, dalam hitungan hari.
“Kemenangan kita atas Daesh semakin dekat berkat kekuatan heroik dari pasukan kita. Untuk itu, saya mengucapkan selamat Idul Fitri yang setulus-tulusnya dari lubuk hati terdalam”, ujar Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi.
Sumber : OkeZone/MiddleEastMonitor
Ket. Foto : Muslim di Mosul Salat Id di Masjid Celil Hayat di Erbil, Irak. (Foto: Yunus Keles/Anadolu Agency)
by Danu Wijaya danuw | Jun 28, 2017 | Artikel, Berita, Nasional
Jakarta – Gubernur terpilih DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan Indonesia memiliki tradisi unik yang tidak dimiliki oleh negara lain bahkan di Mekkah dan Madinah. Tradisi itu adalah bersalaman antar sesama umat muslim usai menjalankan Salat Idul Fitri.
“Kesempatan ini (bersalaman) tidak ada di negeri lain. Anda datang di Mekkah sekalipun, di Madinah sekalipun, selesai Salat Id semua pada bubar,” ujar Anies usai menjalankan Salat Idul Fitri di Masjid Al Azhar Jakarta Selatan, Sabtu (25/6/2017).
Anies Baswedan pun merasa bangga Indonesia memiliki tradisi ini. Pasalnya, hal ini dapat dijadikan sebagai momentum untuk saling memaafkan dan bersilaturahmi.
“Di Nusantara ini, di Indonesia ini selesai Salat Id lalu saling mengunjungi semuanya, merajut kembali, mengikat lebih erat. Tingkatkan lagi persaudaraan, mari kita manfaatkan itu, saya pun demikian,” jelasnya.
Dia berharap Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 Hijriah ini dapat dijadikan sebagai momen untuk berkumpul bersama keluarga untuk saling memaafkan.
“Di tingkat keluarga kita berkumpul saling memaafkan, di tingkat lingkungan lebih luas bahkan sampai nasional. Jadikan momen 1 Syawal sebagai momen untuk menguatkan tali silaturahmi sebagai saudara sebangsa,” tutur Anies.
“Hari ini juga kesempatan bagi semua untuk silaturahmi juga bagi Jakarta, mari jadikan Jakarta bersilaturahmi, di mana seluruh warganya memanfaatkan momen 1 Yyawal untuk saling memaafkan,” imbuh Anies Baswedan.
Anies Baswedan melalui sebuah video yang diunggah melalui akun instagram, @aniesbaswedan, Anies mengatakan bahwa tak terasa bulan Ramadhan telah meninggalkan kita.

Instagram Anies Baswedan dengan salam dan tausyiah Idul Fitri
Ia berharap, semangat berserah diri kepada Allah dan keteguhan menahan diri dari hawa nafsu dapat terus bisa ditegakkan hingga bertemu kembali dengan Ramadhan tahun depan
“Semoga Allah SWT menerima semua amal ibadah kita. Semoga kita dimasukan ke dalam golongan orang-orang yang beruntung, orang-orang yang meraih kemenangan di bulan Ramadhan dan semoga di bulan syawal ini kita terasa seperti kembali ke fitrah,” ujar Anies, Minggu (25/6/2017). 
Di akhir video, Anies dan sang istri Fery Farhati Ganis yang kompak mengenakan pakaian berwarna putih pun mengucapkan selamat hari raya 1 syawal 1438 H.
“Mengucapkan Selamat Hari Raya 1 Syawal 1438 H. Kami sekeluarga memohon maaf lahir dan batin. Minal aidzin wal faidzin. Taqobalallahu minna waminkum,” tutupnya.
Sumber : Liputan6 /Okezone