0878 8077 4762 [email protected]

Bashar al-Assad muncul di mata uang (rezim) Suriah untuk pertama kalinya

Bashar al-Assad muncul di mata uang yang diterbitkan rezim Suriah untuk pertama kalinya, potretnya dicetak pada uang kertas baru senilai 2.000 pound yang beredar pada hari Ahad.
Gubernur bank sentral rezim Suriah, Duraid Durgham mengatakan bahwa mata uang 2.000 pound tersebut adalah salah satu dari beberapa uang kertas baru yang dicetak tahun lalu namun keputusan untuk menyebarkannya tertunda “karena keadaan fluktuasi perang dan nilai tukar”.
Uang kertas baru sama dengan sekitar $ 4 dengan kurs saat ini.
Mata uang Suriah telah jatuh nilainya sejak konflik dimulai pada 2011, dari 47 pound per 1 dolar pada 2010 menjadi sekitar 500 pound per 1 dolar saat ini.
Mengutip keausan uang yang ada, Durgham mengatakan waktunya tepat untuk mengeluarkan uang kertas baru tersebut, kantor berita rezim Suriah – SANA melaporkan.
Sebelumnya, denominasi tertinggi uang kertas Suriah adalah 1.000 pound. Ayah Assad, Hafez al-Assad yang mati pada tahun 2000, muncul pada uang koin dan uang kertas 1.000 pound lama, yang masih beredar.
Durgham mengatakan bahwa uang kertas baru itu beredar “di Damaskus dan sejumlah provinsi”, yang berada di bawah kendali rezim Assad.
Hafez Al-Assad lahir pada 6 Oktober 1930 dan meninggal 10 Juni 2000 pada umur 69 tahun. Dia adalah presiden Suriah untuk tiga kali masa jabatan berturut-turut, dan kemudian digantikan anaknya, Bashar Al-Assad yang menjabat sejak tahun 2000 hingga saat ini.
Al-Assad berasal dari keluarga Alawite yang merupakan cabang Islam Syiah. Ayah Bashar Assad, Hafez Assad merupakan pelaku kudeta di Suriah tahun 1966.
Hafez Al-Assad  menjadi Presiden pada Februari 1971, dan dia berkuasa sampai tahun Juni 2000. Kekuasaannya yang diktator lebih dari 30 tahun menjadikan dia tokoh kejam yang pernah membantai rakyatnya sendiri yang bersebrangan dengan paham syiah Alawite.
 
Sumber : Al Arabiya

Berlebihan Memuji Raja Salman, Kolumnis Arab Saudi Ini Dihukum

Riyadh – Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz (81) memerintahkan seorang kolumnis di surat kabar al-Jazirah untuk diberhentikan dari pekerjaannya. Pasalnya, kolumnis yang bernama Ramadan al-Anzi dinilai terlalu berlebihan memuji sang raja hingga menyamakannya dengan Tuhan.
Sebagai pemimpin, Raja Salman kerap dipuji oleh para kolumnis di media lokal sejak ia naik takhta pada 2015. Namun pujian yang dilontarkan Ramadan dinilai “terlalu jauh”.
Surat kabar al-Jazirah telah menerbitkan permintaan maafnya pada Sabtu (1/07/2017) waktu setempat.
Disampaikan permohonan maaf al-Jazirah, “Ungkapan dan penghormatan yang diberikan penulis atas kepribadian Penjaga Dua Kota Suci, tidak dapat diterima, terlepas dari apa yang telah Allah karuniakan kepadanya, semoga Allah melindunginya, atas kehormatan untuk melayani dua masjid suci, Islam, tanah air, dan rakyat.”
Media Saudi melaporkan bahwa raja telah memerintahkan agar diambil tindakan terhadap surat kabar tersebut. Namun, tidak ada hal spesifik yang disebutkan.
Dalam sebuah pesan kepada Menteri Informasi Saudi, Awwad bin Saleh Alawwad, raja menuliskan dia tercengang dengan beberapa ungkapan yang digunakan oleh sang kolumnis. Demikian menurut surat kabar Okaz.
“Ini adalah sebuah persoalan yang menekan kami tidak dapat menerimanya dan tidak menyetujuinya.” ungkap media online sabq mengutip pernyataan Raja Salman.
Raja Salman tidak suka karena kolumnis itu terlalu ekstrem memuji-muji dirinya. Sebab, lanjut orang nomor satu di Arab Saudi itu, kolumnis bernama Ramadan al-Anzi itu cenderung menyamakan dirinya dengan Tuhan.
Dalam artikelnya untuk koran lokal al-Jazirah, al-Anzi mendeskripsikan Raja Salman sebagai “al-Halim” (Maha Penyantun) atau “Syadid al-‘Iqab” (Maha Pedih Siksanya). Kedua istilah itu sejatinya berkenaan dengan sifat-sifat atau nama-nama Tuhan (Asma al-husna), sehingga Raja Salman menilai al-Anzi sudah keterlaluan.
 
Sumber : The Independent/Sabq

Shalat Zuhur Terakhir Kru Helikopter Basarnas Nahas

Shalat Zuhur Terakhir Kru Helikopter Basarnas Nahas

Ahmad Antoni, wartawan Harian Seputar Indonesia yang ikut menumpang helikopter Basarnas nahas, lolos dari maut karena lebih dulu turun dari helikopter sesaat sebelum heli tersebut jatuh di kawasan Gunung Butak, Temanggung, Jawa Tengah.
Ahmad mengatakan, sebelum helikopter jatuh, ia dan tim SAR sempat shalat zuhur berjamaah.
Shalat zuhur terakhir tim Basarnas itu dilakukan saat mereka istirahat di kawasan lapangan Tol Fungsional Gringsing. Mereka beristirahat untuk melepas lelah usai memantau kondisi arus balik Kendal dari udara.
Saat sedang beristirahat, tiba-tiba ada kabar terjadi insiden letusan kawah Sileri di Dieng, Banjarnegara. Namun saat itu belum ada instruksi menuju ke lokasi letusan. Tim kemudian memutuskan untuk makan siang dan shalat zuhur berjamaah.
“Usai makan sebelum balik, saya bersama pilot dan copilot beserta krunya menyempatkan untuk shalat Zuhur berjamaah di mushala yang ada di rumah makan tersebut.
‘Pak monggo jadi Imam,’ pinta Kapten Haryanto kepada saya. Tapi saya tak mengiyakan dan meminta pengunjung lain yang seorang bapak paruh baya menjadi imam,” kisah Ahmad.
Selain kenangan shalat jamaah terahir itu, Ahmad menceritakan kisahnya ikut terbang selama 2 jam bersama tim Basarnas. Ahmad mengawali ceritanya dari saat dia diminta ikut terbang memantau kondisi dengan menggunakan helikopter.
Sebelum terbang dari Lanud Ahmad Yani, Ia mengatakan melihat sejumlah kru sedang melakukan persiapan dan pengecekan helikopter.
Setelah itu sekitar pukul 09.30 WIB, tim melakukan briefing. Kapten Haryanto, pilot helikopter, memimpin doa dan mengajak tos bersama di samping heli. Sebelum tos, Kapten Haryanto sempat meminta foto bersama.
Selain kru Basarnas, turut pula sejumlah wartawan, yakni dari Suara Merdeka dan Net TV.
Helikopter lalu terbang mengudara di langit Semarang melewati Kendal, menuju Tol Fungsional Gringsing hingga Brebes Exit.
Agenda kegiatan hari itu memang memantau lewat udara jalur arus balik. Selama dua jam terbang, kondisi helikopter stabil. Namun saat mendarat di lapangan Tol Gringsing, helikopter sempat bergetar.
“Seorang rekan jurnalis sempat bertanya kepada pilot ‘Kenapa kok rasanya bergetar-getar begitu Mas?’
Kapten Haryanto pun menjawab kalau hal itu lebih karena faktor terbang di atas perbukitan dengan kondisi angin yang kencang karena kawasan tersebut dekat dengan laut,” cerita Ahmad.
Heli mendarat dengan mulus dan kru beristirahat untuk mengisi perut. Setelah itu, pukul 14.00 WIB Ahmad memutuskan untuk pamit ke Semarang via jalur darat.
Ahmad bersama rekan wartawan lainnya diantar menggunakan mobil Basarnas ke Lanus Ahmad Yani. Kala itu Ahmad belum mendengar kabar apapun soal kondisi helikopter.
Hingga akhirnya pada pukul 18.15 WIB dia baru mendapat kabar kalau Helikopter Basarnas jatuh. Ingatannya pun kembali saat dia ikut patroli bersama tim Basarnas dari pagi hingga siang tadi.

helikopter-jatuh_20170702_203751

Pesawat Basarnas jatuh menabrak Dieng saat ingin mengevakuasi warga sekitar Dieng


“Kabar itu begitu cepat hingga dipastikan jika heli yang dipiloti kapten Haryanto mengalami kecelakaan menabrak tebing gunung Batok. Banyak SMS, BBM dan telp dari teman-teman pada bertanya tentang kondisi saya,” kata dia.
Ahmad langsung mengecek kondisi rekan wartawan lainnya yang sempat ikut terbang. Tidak ada wartawan yang ikut rombongan ke lokasi Kawah Sileri.
Dalam hati Ahmad juga berdoa agar kru Basarnas selamat. Namun nasib berkata lain, 8 orang kru yang ikut ke Kawah Sileri, semuanya gugur.
“Anda adalah pahlawan kemanusian sejati. Selamat Jalan semuanya, semoga istirahat dengan tenang, Khusnul Khotimah. Amin YRA,” tutup Ahmad.
 
Sumber : Kumparan

Anies Baswedan Bertemu Obama Bahas Toleransi

Gubernur DKI terpilih Anies Rasyid Baswedan mengapresiasi pidato Barack Hussein Obama dalam Kongres Diaspora Indonesia ke-4.
Anies dan Obama sempat bertemu di salah satu ruangan untuk berfoto bersama dan mengobrol seputar toleransi.
“Tadi saya berbicara dengan Pak Obama, saya sampaikan apresiasi pidatonya,” kata Anies setelah menghadiri Kongres Diaspora di Mal Kota Kasablanka, Jaksel, Minggu (1/7/2017).
Obama menyampaikan sejumlah hal dalam pidatonya, dari toleransi hingga ketimpangan sosial. Anies lalu mengatakan kepada Obama bahwa dua masalah itu harus diselesaikan berbarengan.
“Saya bilang kepada beliau masalah toleransi, masalah ketimpangan, itu dua-duanya harus selesai sama-sama dan ketimpangan inilah yang sering saya sampaikan dengan membangun persatuan dengan membereskan ketidakadilan,” tutur Anies.
“Keadilan hadir, karena keadilan itu mengantarkan kita pada suasana yang damai, saling menghormati, saling menghargai,” ucapnya.
Pertemuan Anies dengan Obama terjadi di salah satu ruangan di belakang panggung. Obama juga sempat berbincang langsung dengan keempat anak Anies.
“Jadi sesudah selesai pidato di belakang, saya sempat ngobrol dan sampaikan kepada beliau. Di Jakarta, insyaallah kita akan secara serius memperjuangkan untuk menghadirkan kesejajaran, kesetaraan, keseimbangan, dan keadilan. Dengan cara begitu, maka semangat untuk menjaga persatuan dalam kebinekaan bisa dilakukan,” tutur Anies.
Obama pun, kata Anies, mengiyakan ucapannya “Yes, Of Course”. Bahwa toleransi dan ketimpangan sosial harus diurus berbarengan.
“Iya, beliau bilang betul. Dan, menurut Pak Obama, itu nggak bisa sendiri-sendiri, dua-duanya harus bersamaan dan sekarang itu kita nggak bisa berjalan satu saja, harus dua-duanya. Tadi tanggapan beliau begitu,” katanya.
Obama juga memuji toleransi Indonesia dimana Candi Prambanan
Ahoker Masih Mendendam
Namun pentolan Jaringan Islam Liberal (JIL) yang juga Ahoker kepanasan. Hal itu terlihat dalam cuitan Mohamad Guntur Romli di twittAnies
 
Guntur Romli memuat foto pertemuan antara Anies dengan Habib Rizieq, Bachtiar Nasir dan ulama lainnya. Melalui foto tersebut, Romli menyerang Anies, karena isi pembicaraannya dengan Obama tak sesuai dengan foto tersebut. Karena bagi Romli, Habib Rizieq dan kawan-kawan dianggap intoleran.
Sementara situs yang sering memberitakan hoax dan memusuhi Islam, bernama situs Seword, membuat pemberitaan sendiri yang menjelek-jelekkan Anies Baswedan setelah bertemu Obama.
Kekaguman Obama Terhadap Toleransi Indonesia
Barack Obama yang menjadi bintang utama Kongres Diaspora Indonesia di Jakarta, Sabtu (01/07) penampilannya disambut amat meriah, apalagi ketika dia bicara tentang toleransi.
“Ayah tiri saya, dia Muslim, tapi dia hargai orang Hindu, Buddha, Kristen,” kata Obama yang disambut tepuk tangan riuh dan sorak sorai sekitar 4.000 orang yang hadir.
“Dan ketika melihat Candi Borobudur yang merupakan candi Buddha, di tengah negara Muslim. Candi Prambanan yang Hindu dan dilindungi negara Muslim. Wayang kulit dan Ramayana di negara Muslim, semangat Indonesia haruslah toleransi. Dan itu juga terlihat dari gereja dan mesjid yang bersebelahan,” tutur Obama yang disambut kembali dengan sorakan penonton.
Menurut Obama, toleransi inilah “semangat dan karakter paling penting dari Indonesia yang harus ditiru negara Muslim di seluruh dunia.” Obama mengucapkan, “Bhinneka Tunggal Ika” kemudian ditranslate “Unity in Diversity.”
 
Sumber : Detik/wajada/bbc

Tolak Fanatisme, Ulama Saudi Ajak Para Dai Salafy Hargai Ulama Indonesia

Kamis (2/3/2017) malam, di ruang lobi hotel Ritz Carlton Kuningan, Deputi Menteri bidang Da’wah pada Kementerian Urusan Keislaman, Da’wah dan Penyuluhan Arab Saudi Dr. Ahmad Jiilan berbincang dengan sejumlah aktivis media dan da’i Salafi.
Diantara yang hadir pada acara itu adalah Pembina Radio Rodja Ustadz Badrussalam, Pembina Surau TV Ustadz Muhamamd Elvi Syam, Direktur Wesal TV Ustadz Afifudin Rohaly, Sekjen Asosiasi Radio- Televisi Islam Indonesia (ARTVISI) Ustadz Diding Sobarudin dan perwakilan dari Jurnalis Islam Bersatu (JITU).
Syaikh Jiilan menekankan agar para aktivis dakwah lebih melapangkan dada untuk saling menasihati dan tidak terjebak ke dalam fanatisme kelompok. Salah satu wujudnya adalah membuka diri terhadap orang lain dan memperluas referensi.
Pernyataan ini disampaikan oleh Deputi Menteri Bidang Da’wah Kementerian Urusan Keislaman, Da’wah dan Penyuluhan Arab Saudi Dr. Ahmad Jiilan saat berbincang dengan para wartawan Islamic News Agency (INA) di Jakarta hari Kamis (02/03/2016) kemarin.
Menurut Ahmad Jilan, berlapang dada terhadap sesama muslim ketika melihat perbedaan adalah salah satu aspek penting dalam penyebaran dakwah Islam.
“Jangan membatasi diri dengan satu atau dua ulama; satu atau dua buku saja (sebagai rujukan). Pakai juga yang lain. Sehingga ketika ada orang yang hendak mengkritik, mereka tidak mendapatkan celah.”
“Saya tidak menyalahkan kalian memakai Syeikh Bin Bazz, karena beliau adalah ulama umat, bukan ulama kerajaan. Tetapi saya ingin kalian juga mengambil ulama Yaman, Mesir, Suriah, dan juga ulama Indonesia (sebagai rujukan),” tambahnya.
“Sisi lain yang juga perlu diperhatikan, manusia itu mengikuti ulama negerinya. Seiring dengan penghormatan kalian terhadap ulama Saudi dan lainnya, kalian harus menghormati dan mengambil ilmu dari para panutan umat di Indonesia.”
Misalnya, ia berpendapat, bila ada seorang tokoh yang sudah berjasa selama puluhan tahun dalam dakwah Islam, mereka juga layak dihormati.
Sementara itu, Deputi bidang Media Kementerian Agama Arab Saudi, Dr Rasyid Az-Zahrani, yang juga hadir dalam perbincangan itu, menyebutkan sikap mulia Ibnu Taimiyyah yang dapat dicontoh.
Dalam dakwah Islam, Ibnu Taimiyyah telah menghadapi pertentangan kuat dari seorang ahli kalam. Namun ketika orang itu meninggal dunia, Ibnu Taimiyyah menanggung biaya hidup istri dan keluarganya.
Ia tidak menjadikan orang yang berseberangan sebagai musuh yang harus dibenci, tetapi sebagai peluang dakwah yang berpotensi menerima jalan kebenaran.
Menurut Dr Rasyid, penyebaran dakwah Islam juga dihambat oleh fenomena sebagian dai yang keras dalam bersikap dan menuduh setiap orang yang ia lihat keliru sebagai ahli bid’ah. Selain mempersempit dakwah, tindakan ini sangat berlebih-lebihan.
“Jangan terlalu mudah menuding; ini bid’ah, itu bid’ah. Bila berlebihan, maka ini akan menjerumuskan ke dalam takfir serampangan (mengafirkan orang yang tidak berdasar),” ujarnya.
Sempitnya pandangan sebagian dai telah membuat mereka terpecah-pecah dan tidak menyatu. Inilah yang harus dihindari. Karenanya,  hendaknya semua dai dan ahli dakwah berusaha lebih lapang dada dan terbuka.
Menurut beliau, orang yang banyak manfaat bagi umat selama mereka bagian dari ahli Sunnah, perlu didekati dan dirangkul, bukan dijauhi.
Sebab, sempitnya pandangan sebagian da’i itu telah membuat mereka terpecah-pecah dan tidak menyatu. Maka ini harus dihindari, dan hendaknya berusaha untuk lebih lapang dada dan terbuka.
Ia berharap bila diberi umur panjang, tidak lagi menyaksikan perpecahan di antara mereka.

5 Fakta Gal Gadot “Wonder Woman” Dukung Militer Israel dan Musuhi Palestina

Film Wonder Woman telah menempati box office dan ditayangkan di bioskop-bioskop banyak negara. Namun, sejumlah negara muslim memboikot film tersebut. Diantaranya Qatar, Tunisia, Lebanon, dan Yordania.
Alasan utama pemboikotan film tersebut adalah pemeran Wonder Woman, Gal Gadot. Aktris dan model Israel itu diketahui memiliki hubungan kuat dengan militer Israel dan memusuhi Palestina.
Berikut ini 5 fakta Gal Gadot mendukung militer Israel dan memusuhi Palestina:
1. Miss Israel
Gal Gadot adalah pemenang gelar Miss Israel pada tahun 2004. Ia juga mewakili Israel dalam ajang kecantikan Miss Universe Dunia ditahun yang sama.
Mungkin ini tidak langsung berhubungan dengan dukungan untuk militer Israel dan memusuhi Palestina.
Namun, kontes kecantikan semacam ini merupakan salah satu implementasi strategi Zionis dalam mengegolkan protokol ke-14 dalam protocol of zion. Dengan strategi Ghauzul Fikri atau Perang Pemikiran yaitu 6F (Food, Film, Fashion, Fun, Faith, Freedom) dan 4S (Sing, Sex, Sport, Smoke).
2. Mendukung tentara Israel
Aktris kelahiran 30 April 1985 itu diketahui mendukung militer negaranya, Israel. Gal Gadot mendukung IDF (Israel Defense Forces) termasuk saat melakukan agresi ke Gaza. Dukungan itu juga disuarakan Gadot melalui tulisan-tulisannya di media sosial.
3. Menjadi bagian tentara Israel
Gal Gadot adalah bagian dari tentara Israel. Sebagai warga Israel, Gal Gadot juga mengikuti wajib militer. Ia dilatih menjadi kombatan yang siap diterjunkan ke medan perang. Gal Gadot mengikuti pelatihan militer itu pada tahun 2006 lalu.
4. Mendukung Agresi Israel ke Gaza
Pemeran Wonder Woman itu juga mendukung agresi militer Israel ke Gaza. Saat militer Israel membombardir Gaza pada tahu 2014, ia menuliskan cuit dukungan dan doanya untuk tentara Israel yang menurutnya “mengorbankan nyawa, untuk mengakhiri tindakan buruk Hamas.”
5. Menyebut Hamas Pengecut
Sebagaimana mendukung agresi militer Israel, Gal Gadot juga memusuhi Palestina. Khususnya Hamas. Ia bahkan menyebut Hamas pengecut. Istri Yaron Versano memfitnah, Hamas menggunakan wanita dan anak-anak sebagai tameng. Padahal yang viral foto israel meletakkan anak palestina dikap mobil jip perang israel.
Negara-Negara yang Memboikot Wonder Woman yang Diperankan Gal Gadot
1. Qatar
Film Wonder Women seharusnya diputar perdana di Qatar pada Kamis (27/6/2017). Bahkan, bioskop di Doha sudah menayangkan iklannya pada hari-hari sebelumnya. Namun, Doha News melaporkan pada Rabu (28/7) penggemar film di negara tersebut mengetahui bahwa iklannya menghilang di laman resmi bioskop.
Calon penonton film ini juga menyatakan tidak bisa memesan tiket. Dua jaringan bioskop di Qatar, Vox Cinemas dan Novo Cinemas pun mengkonfirmasi bahwa Wonder Woman batal ditayangkan.
2. Lebanon
Sementara, Kementerian Dalam Negeri Lebanon melarang film “Wonder Woman 2017” setelah mereka mengeluarkan perintah untuk melarang film tersebut, yang dibintangi bekas tentara Israel, Gal Gadot, berdasarkan sebuah rekomendasi dari direktorat jenderal keamanan negara itu.
3. Tunisia
Menyusul Libanon, Tunisia akan membatalkan pemutaran film terbaru Hollywood, Wonder Woman di negaranya.
Association of Young Lawyers Tunisia melayangkan gugatan untuk membatalkan penyiaran film yang dijadwalkan akan dilakukan hari ini.
“Kami tidak menerima anak-anak kami menonton film ini,” yang akan sama halnya dengan “menormalisasi hubungan dengan Israel,” Presiden Association of Young Lawyers Tunisia, Yassine Younsi, mengatakan pada Business News.
Front Populer bahkan telah menghubungi Menteri Urusan Budaya Tunisia, Mohamed Zine El-Abidine, yang berjanji untuk mencegah penanyangan film di bioskop Tunisia.
4. Yordania
Yordania menjadi negara terbaru yang melarang pemutaran film Hollywood berjudul “Wonder Woman 2017”.
Yordania adalah satu dari dua negara tetangga Arab yang memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Namun hubungan diplomatiknya sebatas formalitas, karena Yordania yang diberi tanggungjawab mengurus Keagamaan dan Wakaf negara Palestina yang diblokade Israel.
Sejumlah kampanye telah diluncurkan mayoritas warga Yordania untuk menyerukan agar pemerintah memboikot film tersebut.
“Jika kita menonton film ini, berarti kita akan mendukung aktor Israel ini. Saya menentang film ini dan saya menyerukan agar melarang film ini beredar di Yordania dan juga di seluruh dunia Arab,” kata Mohammad Ali, anggota sebuah kampanye online untuk memboikot film tersebut di Yordania kepada kantor berita Cina Xinhua.
 
Sumber : Tarbiyah.net/MirajNews