0878 8077 4762 [email protected]

Pemberontak Syiah Houthi Larang Shalat Tarawih di Ibukota Sana’a

Pemberontak Syiah Houthi Yaman yang diperangi Saudi cs dilaporkan melarang warga Yaman melaksanaan Shalat tarawih dan ceramah keagamaan sepanjang bulan suci Ramadhan di ibukota Sana’a, seperti dilansir Gulf News.
Tidak sampai disana, kelompok pemberontak dukungan Syiah Iran juga melarang para imam untuk ceramah di dalam masjid, serta memaksa mereka menandatangani sebuah janji terkait pelarang tersebut.
Pemyebab Syiah Membenci Tarawih
Sejumlah pengamat di ibukota Sana’a mengatakan bahwa larangan ini diberlakukan kelompok pemberontak untuk mencegah warga Yaman berdoa melawan kelompok Syiah Houthi dan pemerintahan mereka di wilayah ibukota Yaman.
Dalam keyakinan Syiah sendiri, shalat tarawih diharamkan karena dihidupkan amalanya disaat zaman khalifah Umar bin Khattab. Penyimpangan kesesatan ajaran Syiah dalam membenci sahabat Rasul juga merembet pada ibadah sunnah lainnya.
Ratusan dai dan pengkhotbah agama telah melarikan diri dari ibukota sejak kelompok Syiah Houthi menguasai Sana’a pada awal tahun 2015 lalu. Mereka yang masih berada di ibukota banyak ditangkap dan disiksa.
 
Sumber : Gulf News

320 Anak Palestina Mendapat Orangtua Asuh dari Indonesia

320 Anak Palestina Mendapat Orangtua Asuh dari Indonesia

Umat Islam Indonesia peduli dengan para anak Palestina. Mereka bergotong royong membantu biaya pendidikan anak-anak Palestina khususnya yang berada di Gaza.
Seperti dilaporkan Nico Adam dari KBRI Amman, Jordania seperti dalam keterangan yang diterima kumparan (kumparan.com), Kamis (8/6), adalah Abdullah Onim yang akrab disapa dengan “Bang Onim,” seorang WNI yang sejak tahun 2008 bermukim di Gaza.
Onim mendapat amanah dari para dermawan umat muslim Indonesia untuk mencari anak yatim Palestina yang pantas dibantu untuk melanjutkan pendidikannya. Program santunan dari dermawan muslim Indonesia untuk anak yatim Palestina ini adalah yang pertama kalinya diselenggarakan di Gaza.
Menurut Nico, meskipun Palestina merupakan wilayah tugas KBRI Amman, namun mengingat keterbasan akses yang dimiliki untuk masuk ke wilayah Gaza, maka keberadaan Onim yang tinggal di Gaza dapat menjembatani niat dermawan Indonesia yang ingin beramal. Usaha yang dilakukan Onim tentu tidak mudah, namun pengaturan dan pengkoordinasian yang baik telah diupayakan semaksimal mungkin.
Tidak lebih sebulan dari peluncuran program ini, telah terdaftar ratusan warga Indonesia yang bersedia menjadi orang tua asuh. Bahkan, ada diantara mereka yang bersedia menyantuni empat hingga lima anak yatim.
Maka akhirnya tim yang dibentuk untuk melaksanakan program bertajuk SOSUYIT (Saya Orang Tua Asuh Yatim Palestina) berhasil merampungkan memilih sebanyak 320 anak yatim Palestina yang berhak mendapatkan Orang Tua Asuh dari Indonesia yang akan membantu pendidikannya.
tuze9nijon07m3fpugrx
Mayoritas dari mereka adalah anak-anak yang kehilangan ayah akibat agresi Israel. Anak yatim adalah komunitas yang memerlukan perhatian dalam masyarakat Palestina.
Perang dan blokade berkepanjangan di Jalur Gaza telah menyebabkan jumlah mereka terus meningkat. Berbagai dukungan dan perhatian tentu saja sangat berarti bagi yatim Palestina.
Perlu diketahui, Gaza adalah sebuah wilayah yang hanya memiliki luas 367 Km persegi, namun dihuni oleh 2 Juta jiwa. Tidak kurang dari 1,5 Juta diantaranya hidup dibawah garis kemiskinan. Banyak dari mereka tidak memiliki pekerjaan akibat blokade Israel yang telah berlangsung lebih dari satu dekade.
Selaku pencetus program SOSUYIT ini, Bang Onim juga memberikan penjelasan bahwa program ini sebagai upaya guna membantu dan mengayomi anak yatim yang kehilangan keluarga yang seharusnya menanggung hidup mereka.
Ia menegaskan, rakyat Indonesia akan terus berpartisipasi dalam program dan kegiatan kemanusiaan seperti ini dengan mengumpulkan anak asuh dari seluruh wilayah di Jalur Gaza.
19092629_852626938224513_616946928697951375_o
Semua ini, imbuh Bang Onim, semata-mata untuk mengurangi penderitaan rakyat Palestina di tengah situasi ekonomi yang kian terpuruk akibat blokade Israel yang terus menyengsarakan rakyat Gaza.
“Merupakan suatu kepuasan dapat melihat keceriaan anak yatim Palestina mampu kembali ke sekolah. Menyantuni anak yatim merupakan amal penawar bagi penyakit hati dan jiwa, melunakkan hati yang keras, menyucikan harta seorang muslim, dan membuka pintu-pintu kebaikan bagi masyarakat.” jelasnya, sambil terharu melalui sambungan telepon ke Amman.
 
Sumber : kumparan

Interpol Kembalikan Red Notice Habib Rizieq ke Polda Metro

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Pol Setyo Wasisto mengatakan, surat pengajuan Red Notice terhadap Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab ke National Central Bureau Interpol Indonesia dikembalikan karena dianggap tak memenuhi syarat.
Penolakan itu menjadi penegas bahwa permintaan penangkapan, kemudian untuk dilakukan penahanan oleh kepada seluruh negara anggota Interpol dunia atas nama Habib Rizieq Shihab yang diminta oleh Kepolisian Daerah Metro Jaya, belum terdaftar secara resmi.
“Belum memenuhi syarat,” kata Setyo di Mabes Polri, Jakarta, Senin 12 Juni 2017.
Meski tak merinci apa alasan berkas itu ditolak, namun Setyo menegaskan, surat pengajuan Red Notice tersebut telah dikembalikan ke Polda Metro Jaya.
Sebagai pemohon, Polda Metro Jaya mesti melengkapi syarat – syarat yang harus dipenuhi sebagaimana seorang pelaku kejahatan bakal dijadikan orang paling diburu di seluruh dunia.
“Ternyata dari NCB Interpol Indonesia, kasusnya Habib Rizieq masih dikembalikan lagi ke Polda Metro Jaya. Jadi sampai sekarang masih belum,” ujarnya.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya menetapkan pimpinan ormas FPI Rizieq Shihab, sebagai tersangka berkonten pornografi secara sepihak. Namun karena bukti kasus diasumsikan rekayasa dan belum valid, kasus ini diragukan maksud tujuannya.
 
Sumber : Viva

320 Anak Palestina Mendapat Orangtua Asuh dari Indonesia

Jalan Kaki Indonesia-Mekkah, Kisah Pemuda Asal Pekalongan Ini Menginspirasi

Mochammad Khamim Setiawan (28) bukan siapa-siapa. Bukan orang kaya atau orang penting di negeri ini, Dia hanyalah pemuda biasa asal Pekalongan. Tapi keberanian dan semangatnya, sampai membuat orang luar negeri terbengong-bengong.
Nama Mochammad Khamim Setiawan tiba-tiba muncul di media yang berbasis di Dubai, Khaleejtimes.
Luar biasa dan mengharukan, Dia bertekad naik haji dengan jalan kaki, dari Pekalongan ke Arab Saudi!
Khamim memulai perjalanannya dari Pekalongan pada 28 Agustus 2016 lalu. Ia melewati berbegai negara dengan berjalan kaki.
Jalan Kaki Indonesia-Mekkah, Kisah Pemuda Pekalongan ini Bikin Haru Warga Timur Tengah. Tentu saja, terkecuali menyeberangi lautan atau selat, yang tak mungkin dilakukannya tanpa naik ferry atau kapal.
Jalan Kaki Indonesia-Mekkah, Pemuda Pekalongan ini Bikin Haru Netizen
Istirahat di masjid, menumpang di rumah orang yang bermurah hati, sampai bermalam di hutan sudah biasa ia lakukan.
Tak disangka, usahanya yang terkesan mustahil itu, tak lama lagi membuahkan hasil. Pada 19 Mei 2017, ia telah tiba di Abu Dhabi, Uni Emirat arab.
Kepada Khaleej Times, Khamim menceritakan perjalanannya. Khamim meyakini bahwa berjalan kaki adalah keutamaan dalam menunaikan ibadah haji.
Ini yang menjadikan alasan baginya untuk melakukan perjalanan dahsyat ini, Menguji kekuatan fisik dan spiritual merupakan alasan utamanya untuk berjalan kaki.
Yang luar biasa lagi, selama perjalanan, Khamim menjalankan ibadah puasa setiap hari. Kebiasaan berpuasa setiap hari, kecuali di hari besar agama Islam, telah ia lakukan selama lima tahun terakhir.
Kondisinya yang berpuasa, membuatnya hanya berjalan di malam hari, dalam kondisi fisik yang baik, ia dapat menempuh perjalanan sepanjang 50 kilometer dalam semalam.
Bila ia lelah, ia ‘hanya’ bisa menempuh 15 kilometer.
Allah seakan melindungi Khamim, Selama perjalanan ini, ia hanya dua kali mengalami sakit yaitu ketika ia di Malaysia dan India.
Khamim tak membawa banyak uang, Tapi nyatanya, ia kerap mendapat bantuan tak terduga di jalanan.
Yang mengharukan, ia juga kerap mendapat bantuan dari orang yang berbeda agama.
“Saya tak pernah meminta-minta, namun saya selalu bertemu orang yang memberi makanan dan bekal lain,” jelasnya.
“Saya disambut di kuil Budha di Thailand, diberi makanan oleh warga desa di Myanmar, bertemu dan belajar dengan ilmuwan muslim berbagai negara di sebuah masjid di India, dan berteman dengan pasangan Kristen asal Irlandia yang bersepeda di Yangon,” kisahnya, sebagaimana dikutip dari Good News From Indonesia.
Khamim meyakini, berhaji bukan melulu beribadah dengan Tuhan Akan tetapi berinteraksi dengan manusia dari berbagai keyakinan berbeda.
khamim 2
Menumbuhkan rasa toleransi, menurutnya juga merupakan bentuk kepatuhan kepada Tuhan.
Agar Selalu sehat cara Khamim sederhana saja, campuran air dan madu untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
Selama perjalanan ia hanya membawa dua potong kaos dan celana, dua pasang sepatu, sejumlah kaos kaki, sejumlah pakaian dalam, sebuah kantung tidur dan tenda, sebuah lampu, telepon pintar dan GPS, adalah seluruh barang yang ia bawa. Hanya itu.
Seluruh perlengkapan dimasukkan dalam sebuah tas punggung yang di luarnya terpasang sebuah bendera Indonesia berukuran kecil.
Ia pun membuat tulisan : “I’m on my way to Mecca by foot” atau “Aku dalam perjalanan ke Mekkah berjalan kaki,”
Bila sesuai rencana, perjalanan panjang Khamim ini akan berakhir di Mekkah pada 30 Agustus 2017, atau sehari sebelum Idul Adha, tepat setahun perjalanannya.
Menurut media yang berbasis di Uni Emirat Arab, Khaleej Times, Konjen Indonesia yang berada di Dubai, Murdi Primbani telah menyambut kedatangan Khamim.
Murdi mengatakan, Khamim adalah teladan bagi orang muslim Indonesia, yang mengajarkan kesederhanaan, spritualitas, dan bertekad kuat.
Kisah Khamim memang membuat banyak orang tak percaya. Jalan Kaki Indonesia-Mekkah, Kisah Pemuda Pekalongan ini membuat Haru Warga Timur Tengah.

Sumber : GoodNews FromIndonesia/UEA/ Khaleej Times

MUI Ungkap Qatar Korban Konspirasi Amerika Dan Yahudi

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri Muhyiddin Junaidi menyebut Qatar adalah korban konspirasi Amerika dan Yahudi.
Muhyiddin menjelaskan bahwa pemutusan hubungan Saudi cs ke Qatar sebetulnya karena Qatar tak mau membayar dana dalam jumlah besar kepada Amerika, atas fasilitas keamanan yang disediakan Amerika kepada negara-negara Teluk.
“Qatar adalah korban konspirasi Amerika dan Yahudi. Qatar yang kecil wilayahnya menolak membayar dana yang besar dan disamakan dengan Saudi dan Uni Emirat Arab,” kata Muhyiddin seperti dikutip dari Republika, Ahad (11/6/2017).
Sikap Qatar tersebut, menurut Muhyiddin membuat Amerika marah besar. Lalu dicarilah kambing hitamnya, agar Qatar dikucilkan oleh negara negara teluk.
 
Qatar kemudian dituduh punya hubungan dekat dengan Iran, mendanai gerakan radikal dan terorisme, memberikan suaka kepada para pemimpin Ikhwanul Muslimin dan Hamas dan sebagainya.
Menurut Muhyiddin, jika ukurannya adalah hubungan dengan Iran, Emirat juga punya hubungan dagang yang besar dengan Iran. Begitu juga Oman dan Kuwait.
“Kenapa tiga negara itu dibiarkan?” kata dia.
Adapun menurutnya ini sekaligus menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk memainkan peran aktifnya dengan menjadi juru damai karena punya modal besar dalam mendamaikan pihak yang bersengketa. Berbeda dengan Iran dan Turki di mana keduanya tak netral lagi.
Apalagi Indonesia punya hubungan yang baik kepada semua negara tersebut. Bahkan Emir Qatar akan berkunjung ke Indonnesia pada Oktober mendatang.
 
Sumber : Republika

Presiden Duterte Terima 2000 Pasukan Islam MNLF untuk Bantu Militer Filipina Perangi IS di Marawi

Presiden Rodrigo Duterte mengatakan pada hari Ahad (4/6/2017) bahwa dia telah menerima tawaran ketua pendiri Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF), Nur Misuari untuk menyertakan 2.000 anak buahnya untuk bergabung dalam perang melawan para pejuang terkait Islamic State (IS) di Kota Marawi.
Dia mengatakan Misuari menawari pasukan “bertubuh sehat” untuk berperang bersama dengan pemerintah saat mereka berbicara Sabtu malam.
“Saya menerima tawaran itu,” kata Presiden di kapal perang Jepang JS Izumo saat konferensi pers setelah kunjungannya.
Para pejuang MNLF ini akan menjadi anggota reguler Angkatan Bersenjata Filipina sebagai integratif.
“Kami selalu menerima tingkat integratif dari MNLF,” katanya, menambahkan bahwa hal itu tidak pernah menjadi masalah.
Duterte juga menawarkan hal yang sama untuk anggota pemberontak Komunis Tentara Rakyat Baru (NPA), meski pemerintah menarik diri dari perundingan perdamaian putaran kelima pekan lalu.
Jika mereka tidak ingin bergabung dengan militer, mereka hanya bisa menyerah, katanya.
“Penawaran itu juga masuk ke NPA. Dukunglah pemerintah filipina, aku tidak memintamu untuk bergabung dengan kekuatanku. Anda hanya menyerah dan saya akan memberi Anda rumah dan saya akan memperluas program reformasi tanah pemerintah. Sehingga adil untuk semua kalangan, ” katanya.
Duterte mengatakan bahwa dia bisa menerima anggota NPA yang berpangkat tinggi dan memberi mereka peringkat setara di militer. Penawaran ini tidak berlaku untuk pemimpin tertinggi / jenderal.
“Saya tidak mengambilnya sebagai pimpinan pasukan perang nanti. Namun jika mereka ingin bersekutu untuk berperang dengan pasukan pemerintah, saya membawa mereka masuk sebagai tentara Republik Filipina” katanya.
 
Sumber : voa-islam