0878 8077 4762 [email protected]

Selain Bikin IT Kantor Kelihatan Bekerja, Ini 5 Hikmah Dibalik Wabah Ransomware

Wabah ransomware telah beredar di 99 negara termasuk Indonesia. Ternyata dibalik menyebarnya virus ganas ini, terdapat beberapa hikmah yang bisa diambil.
Dibalik kerugian-kerugian dan bahasan negatif mengenai ransomware jahat yang muncul yaitu WannaCry, ternyata kita bisa mengambil hikmah wabah ransomware ini. Sebelumnya saya akan jelaskan mengenai ransomware itu sendiri.
Penjelasan Ransomware
Ransomware adalah sebuah istilah dalam hacking yang melibatkan pihak hacker menahan data-data yang ada pada suatu sistem. Data-data tersebut bisa dikembalikan setelah yang terkena hack membayar sejumlah uang kepada pihak hacker.
Biasanya, korban dari ransomware adalah mereka yang secara tidak sengaja mendownload attachtment dari e-mail maupun aplikasi chat seperti WhatsApp maupun LINE. Setelah mengklik, maka virus jahat secara cepat menyebar dan langsung menyerang sistem pertahanan. Setelah itu, para hacker meminta imbalan uang dalam bentuk Bitcoin dan kemudian data bisa diamankan kembali.
1. Akhirnya, Move On!
Sudah jelas bahwa ransomware merupakan sesuatu yang jahat bagi data-data yang ada dalam sistem komputer kita. Tak heran jika pemerintah Indonesia sendiri melalui Kementrian Komunikasi dan Informatika memberikan tips untuk mengatasinya.
Salah satu tips-nya adalah untuk lakukan backup pada data-data yang ada dalam sistem. Backup adalah proses penduplikasian data dari tempat penyimpanan utama ke sistem atau tempat penyimpanan lainnya.
Jujur saja, pasti diantara kamu banyak yang males untuk melakukan backup data, entah karena faktor tidak ada waktu ataupun tidak memiliki tempat penyimpanan yang lain.
Namun, setelah kejadian ransomware akhir-akhir ini akan membuat kamu move on dari kebiasaan lama, dan mulai rutin melakukan backup data.
2. Promosi Gratis Bagi Microsoft
Dibalik kerugian yang diderita oleh berbagai perusahaan karena ransomware WannaCry, ternyata ada beberapa pihak yang mengambil kesempatan untuk memanfaatkan situasi ini. Salah satunya adalah Microsoft.
Microsoft melalui blog resminya menyatakan bahwa beberapa produk Windows mulai dari Windows XP hingga Windows 10 merilis update baru yang memfokuskan pada pertahanan sistem pertahanan dari Windows itu sendiri. Update ini sudah dikeluarkan mulai Maret kemarin.
Permasalahannya adalah, banyak orang yang belum melakukan update untuk Windows.
Hal ini yang membuat ransomware lebih mudah untuk menyerang sistem yang belum melakukan update terbaru terutama Windows XP, Windows 7 dan Windows 8. Karena tidak memiliki fitur auto update seperti Windows 10.
Oleh karena ransomware, orang-orang segera melakukan update. Tentunya hal ini menguntungkan Microsoft karena mereka tidak perlu melakukan promosi untuk mengajak update. Selain itu, mereka sudah menyiapkan alasan konkret jika banyak yang melakukan aksi protes karena terserang ransomware WannaCry.
Ini juga bisa menjadi alasan jika Microsoft akan menyarankan pengguna Windows yang masih saja bersikeras bertahan di Windows lama untuk upgrade dan membeli Windows yang lebih baru, seperti Windows 10.
Membeli? Yup, karena cuma Windows 10 asli yang mendapatkan fungsi pemutakhiran otomatis.
3. Untungkan Perusahaan Antivirus
Bagi orang-orang yang belum mengetahui solusi mudahnya yaitu dengan melakukan update pada Windows.
Beberapa orang tentunya akan beralih kepada aplikasi antivirus pihak ketiga seperti AVG, Avast, Smadav, Norton, dan lainnya.
Belum ada data resmi mengenai berapa kenaikan download yang terjadi selama ransomware WannaCry ini beredar, namun dipastikan bahwa antivirus pihak ketiga ini mengalami pelonjakan yang signifikan dalam jumlah download-nya.
4. Sehari Tanpa Internet
Tiada hari tanpa internet itu susah rasanya jika tidak ada alasan yang logis untuk melakukannya. Dan wabah ransomware adalah salah satunya. Orang-orang yang panik pastinya takut untuk melakukan aktifitas di internet terlebih mengecek email mereka.
Hal ini akan membuat orang-orang untuk melakukan aktifitas lainnya selain nongkrong depan laptop dan melakukan kegiatan browsing atau bermain. Mereka akan didorong untuk bersosialisasi dengan orang-orang sekitar atau melakukan hal produktif lainnya karena tidak ingin menggunakan internet.
5. Akhirnya, Orang IT di Kantor Kelihatan Punya Kerjaan
Hikmah wabah ransomware yang terakhir adalah adanya pekerjaan bagi orang-orang IT (Information Technology).
Para pakar-pakar IT di seluruh dunia akan melakukan penelitian mendalam yang mengakibatkan 99 negara terkena kerugian ini. Hal ini tentunya akan menguntungkan lantaran akan berguna dalam teknologi pertahanan sistem kedepannya.
Para pekerja di kantor-kantor yang bertanggungjawab dalam IT pun akan mendapatkan pekerjaan yang lebih berat, yaitu mengatasi cara agar tidak terkena ransomware ganas lainnya untuk kedepannya, termasuk juga disibukkan untuk melakukan pencanangan file-file penting perusahaan.
Akhirnya, mereka kelihatan kerja bukan!? Padahal biasanya image orang IT itu hanya duduk diam di balik monitor, cuma browsing, chatting, dan terkadang main Dota 2… hehehe!
Demikian merupakan hikmah wabah ransomware yang bisa kita ambil selain hanya mengungkapkan kerugiannya.
 
Sumber : Teknosaurus

Pernyataan PBB terkait UU Penistaan Agama di Indonesia Diragukan Kebenarannya

Pakar Hukum dari Universitas Indonesia (UI), Dr Heru Susetyo meragukan resmi tidaknya pernyataan PBB di twitter yang mendesak Indonesia untuk meninjau ulang hukum penistaan agama.
Kalau pernyataan resmi, katanya, PBB harusnya mengirim surat kepada pemerintah Republik Indonesia.  Heru juga menegaskan, PBB hanya bisa mengimbau dan tidak bisa memaksa Indonesia menuruti kemauannya.
Hukum Indonesia Tidak Bisa Diintervensi
Pendiri Pusat Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia (PAHAM) ini menilai, masih banyak urusan Indonesia yang lebih krusial untuk dikomentari PBB seperti masalah hukuman mati, kemiskinan, dan korupsi.
“Itu lebih signifikan ketimbang mengurusi suatu Undang-Undang yang sudah eksis di Indonesia. Sudah puluhan tahun, dan sudah diuji materiilkan juga ke Mahkamah Konstitusi,” ucapnya.
Karena kita punya kedaulatan (hukum) sendiri. Dan itu wilayah yang tidak bisa diintervensi oleh UN (PBB), walaupun kita member dari UN tambahnya.
Setiap negara, punya otoritas sendiri untuk mengatur hal-hal seperti keamanan dalam negeri, ketertiban umum, moral, dan agama.
Setiap Negara Punya Dasar Hukum Masing-masing
Di negara Prancis, masih ada larangan pemakaian hijab di sekolah-sekolah umum. Di Swiss dilarang membangun menara masjid. Atau di Malaysia non Muslim dilarang menggunakan nama “Allah”.
“Itu terserah negara masing-masing. Selama mereka punya dasar hukum. Jadi PBB tidak punya kapasitas untuk memaksa, hanya bisa mengimbau saja.”
Masyarakat menilai, pandangan dunia internasional terkait putusan hakim terhadap terdakwa penista agama ini merupakan bentuk ikut turut campur tangan urusan hukum Negara lain.
 
Sumber : Hidayatullah/Andi

Palang Merah Internasional Desak Myanmar Bolehkan Bantuan untuk Warga Rohingya

Peter Maurer, presiden Komite Palang Merah Internasional (ICRC), mengatakan kepada wartawan di ibukota komersial Myanmar, Yangon, Rabu (10/5/2017) malam bahwa dia telah meminta pemerintahan Aung San Suu Kyi untuk memberikan akses kepada pekerja bantuan untuk orang-orang yang menderita di bawah Kondisi memprihatinkan di bebarapa bagian negara Myanmar.
Pemerintah Myanmar telah memblokir akses ke daerah-daerah di mana mereka melakukan tindakan keras terhadap etnis minoritas Muslim Rohingya.
“Kami ingin memiliki akses ke semua orang yang membutuhkan untuk melakukan penilaian yang tepat, untuk membantu memudahkan sesuai dengan kebutuhan,” kata Maurer.
Maurer baru-baru ini mengunjungi negara bagian Rakhine di bagian barat laut, di mana dia mengunjungi kamp-kamp yang didirikan hampir lima tahun yang lalu untuk menampung Muslim Rohingya yang mengungsi akibat diusir oleh ekstremis Budha. Namun, dia tidak diizinkan untuk mengunjungi bagian utara negara tersebut, di mana sebuah operasi keamanan membuat sekitar 75.000 orang Muslim Rohingya yang melarikan diri ke Bangladesh.
Presiden Palang Merah itu mengatakan bahwa dia “tidak puas” dengan pembatasan yang diberlakukan oleh pejabat Myanmar. Dia mengatakan bahwa dia yakin pemberian lebih banyak akses akan sesuai dengan kepentingan pemerintah dan angkatan bersenjata Myanmar.
“Dipenghujung hari tidak ada alat yang lebih efektif untuk mengurangi ketegangan daripada menawarkan prosedur yang lancar untuk akses ke organisasi kemanusiaan seperti kita,” katanya.
Maurer dijadwalkan untuk pergi ke ibu kota, Naypyidaw, pada hari Jum’at untuk bertemu dengan pejabat dan akan bertemu dengan Aung San Suu Kyi di Beijing dalam sebuah konferensi internasional di sana pekan depan, katanya.
Mantan tahanan politik Ang San Suu Kyi menang telak dalam pemilihan dan menjadi kepala pemerintahan sipil de facto pada bulan April 2016 setelah berpuluh-puluh tahun diperintah militer.
Tentara dan polisi Myanmar melakukan pembunuhan dan memperkosa terhadap Rohingya, yang kewarganegaraannya ditolak di Myanmar dan secara luas dipandang sebagai orang luar oleh mayoritas umat Budha negara itu meski mereka telah berabad-adab tinggal di negara tersebut.
Sejak Oktober 2016, pasukan Myanmar telah melakukan tindakan keras militer di Negara Bagian Rakhine, di mana komunitas Rohingya terutama berbasis, menyusul sebuah serangan di sebuah pos polisi yang dipersalahkan atas militan terkait Rohingya.
Menurut sebuah laporan yang dikeluarkan oleh PBB bulan lalu, pasukan Myanmar telah melakukan pembunuhan massal dan perkosaan terhadap komunitas Muslim Rohingya.
 
Sumber : Okezone/voaislam

Umat Islam Harus Latih Kesabaran Profetik

Umat Islam di Indonesia diimbau untuk semakin menguatkan kesabaran dalam menghadapi berbagai serangan, fitnah, intimidasi, adu domba, dan tindakan tidak adil.
Termasuk, dalam menghadapi himpitan ekonomi akibat ketidakadilan ekonomi yang terus meluas dan mencengkram.
“Butuh kesabaran yang tinggi, yaitu kesabaran profetik. Yang tak hanya menahan diri atau tabah menghadapi sesuatu yang sulit, dan berat, tapi juga mampu menguatkan komitmen bersama agar bertindak taktis dalam jangka pendek dan strategis dalam jangka panjang,” ujar Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat, Iu Rusliana usai acara Diskusi Kebangsaan Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat, Minggu (7/5).
Kesabaran tersebut, lanjut Iu Rusliana, tidak hanya bersifat fisik, tapi juga mental. Bagaimana agar umat Islam mampu menahan segala bentuk yang menimbulkan kejelekkan, misalnya amarah. Lalu mengubahnya menjadi kekuatan dahsyat yang produktif.
“Dalam surah Al-Anfal ayat 65, dikatakan bahwa pengaruh kesabaran itu sangat besar bagi jiwa sehingga dapat memberikan kekuatan yang berlipat ganda. Bahkan dalam surah An-Nahl ayat 126, Allah Swt memuji orang yang bersabar, tidak membalas perbuatan buruk yang dilakukan orang lain,” jelas dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung tersebut.
Surah Thaha ayat 130, mengajarkan pula tentang perlunya bersabar menghadapi ejekan dan fitnah dari orang kafir. Sabar juga diarahkan untuk segala kegiatan ibadah, menghadapi musibah, menunggu ketetapan Allah swt dan bersabar untuk memperoleh kebutuhan.
“Dalam situasi seperti ini, seluruh ulama, tokoh masyarakat, masing-masing dari kita, harus menguatkan komitmen memelihara kesabaran umat, agar tidak mudah terprovokasi, tidak mudah diadudomba, karena itu lah yang diingankan oleh musuh Islam,” jelasnya.
Ujian kesabaran lain yang tak kalah pentingnya, lanjut Iu Rusliana, adalah beratnya himpitan ekonomi. Harga-harga naik, tarif dasar listrik juga naik, bahkan naiknya tanpa kabar berita yang terbuka.
“Umat Islam di Indonesia ini paling banyak yang miskin, dengan kebijakan-kebijakan yang merepotkan rakyat, dilakukan pemerintah, merekalah yang merasakan susahnya kehidupan,” tegasnya.
Lebih lanjut Iu Rusliana mendesak semua elemen umat Islam untuk menguatkan komitmen, duduk bersama, saling menerima dan mengalah untuk kesatuan umat. Hal ini merupakan langkah taktis menyatukan kekuatan yang selama ini terceraiberai.
“Kami kaum muda memohon kepada seluruh pimpinan Ormas Islam, orang tua kami, segera duduk bersama, bangun komitmen langkah taktis. Jangan terus menerus bawa label organisasi, utamakan kepentingan umat secara keseluruhan. Jangan hanya mengurusi kepentingan politik dan perut organisasi masing-masing, bersatulah,” pinta Iu Rusliana.
Bila hal ini dapat dilakukan, Iu Rusliana percaya, bahwa langkah taktis politis umat akan menguatkan dan memenangkan kepentingan politik umat Islam Indonesia.
“Saat ini kita merasakan, betapa setiap hari kita dihujani dengan berbagai berita, tudingan, wacana yang menyudutkan umat Islam. Ayo sudahi ini semua dengan memenangkan pertarungan politik 2018 dan 2019 nanti,” pintanya.
Secara strategis, jangka panjang penguatan dakwah ekonomi dan pendidikan harus menjadi fokus bersama seluruh kekuatan umat Islam. Sinergi antar ormas perlu dilakukan, membuka peta dakwah, tidak bersaing di antara umat Islam menjadi penting, sehingga tak ada ruang di daerah manapun, lembaga-lembaga milik umat kalah bersaing.
“Rumah sakit Islam milik ormas tertentu tak harus bersaing dengan ormas Islam lainnya, atau lembaga pendidikan dan ekonominya. Jadi ini pekerjaan panjang, dimulai dengan sinergi dan upaya saling mengalah, meninggalkan ego masing-masing,” tegasnya.
 
Sumber : Rmol/ian

Untuk Ramadhan, Lembaga Amal Dubai Salurkan 218 Miliar

Beberapa hari tersisa menjelang bulan suci Ramadhan, Asosiasi Amal Dubai siap untuk mendonorkan dana sebesar 60 juta dirham (sekitar Rp 218 miliar) bagi warga kurang mampu di seluruh dunia.
Lembaga Amal Al Urwatu Al Wuthqa yang didirikan pada 1980, dikabarkan telah menghabiskan 20 juta dirham untuk membantu 5.000 keluarga kurang mampu pada Ramadhan tahun 2016, Khaleej melaporkan.
Ahmad Mohammed Mismaar, sekretaris jenderal Asosiasi Amal Dubai, mengatakan bahwa mereka berencana untuk mengalokasikan dana 1,7 juta dirham bagi paket ‘Meer Ramadan’ tahun ini.
“Paket makanan ini akan diberikan kepada 15.000 keluarga miskin yang berpenghasilan rendah di Uni Emirat Arab dan luar negeri,” ungkap Mismaar.
Badan Amal tersebut juga akan menjadi tuan rumah “beberapa” acara buka puasa bersama. Makanan Iftar gratis senilai 1,5 juta dirham akan didistribusikan di 50 masjid di seluruh negeri – 100 paket akan dikirim setiap hari.
“Makanan Iftar bersama senilai 5 juta dirham juga akan dikirim ke 28 negara, termasuk Ghana, Filipina, Indonesia, Thailand, Mali, Kamboja, Uganda, Sudan, India, Senegal, Benin, Gambia, Togo, Nigeria, Mauritania, Sierra Leone, Guinea Conakry dan Cina,” terang Mismaar.
Alokasi dana 10 ribu dirham per masjid telah dialokasikan untuk makanan buka puasa di luar negeri.
“Jumlah ini akan memenuhi makanan Iftar gratis bagi sekitar 2,25 juta Muslim yang menjalankan ibadah puasa di seluruh dunia. Kami bekerja sama dengan misi diplomatik UEA di setiap Negara,” tambah Mismaar.
 
Sumber : khaleej

Dari Masjid ke Madrasah, Umat Islam Mozambik Lawan HIV/AIDS

Angka penyebaran HIV/AIDS di benua Afrika tergolong sangat tinggi. Jutaan orang di benua hitam itu meninggal karena AIDS. Mozambik adalah negara ketiga di dunia dengan tingkat prevalensi HIV tertinggi setelah Swaziland dan Afrika Selatan.
Tingginya angka pengidap HIV/AIDS di bagian sub-Sahara ini turut mengundang keprihatinan para aktivis Islam.
“Kini, AIDS adalah musuh besar Mozambik. Kami terpanggil untuk berjihad melawannya,” ujar Syekh Mahmoud El Sebai, seorang ulama di Mozambik.
Setiap Jumat, para khatib menyampaikan pesan tentang bahaya dan cara mencegah terjadinya penularan HIV/AIDS.
Generasi muda Islam di negara itu mencetak leaflet dan dibagikan pada jamaah setiap pekan. Mereka mengampanyekan pentingnya saling setia dan hanya berhubungan intim setelah menikah.
Perang terhadap HIV/AIDS juga dilakukan umat Islam melalui madrasah-madrasah yang ada. Madrasah Nur di Pemba, ibu kota Provinsi Cabo Delgado, misalnya, sering mengampanyekan bahaya HIV/AIDS dan cara pencegahan penularan virus yang mematikan itu.
Majelis Islam Mozambik pun turun tangan untuk melawan penyebaran HIV/AIDS yang telah banyak merenggut nyawa.
Majelis Islam Mozambik bekerja sama dengan organisasi lainnya untuk membebaskan penduduk Mozambik dari HIV/AIDS.
 
Sumber: Republika