by Danu Wijaya danuw | May 23, 2017 | Artikel, Dakwah
Homoseksual bisa kita didefenisikan sebagai hubungan seksual antara dua orang laki-laki. Perbuatan tak terpuji ini telah terjadi jauh sebelum Allah Swt mengutus Rasulullah Saw, yaitu pada kaum nabi Luth A.S.
Allah mengutus nabi Luth A.S kepada kaumnya untuk mengajak mereka kejalan yang benar dan agar mereka meninggalkan perbuatan homoseksual ini. Tetapi mereka menolak sehingga Allah memusnahkan mereka dari muka bumi.
Kisah nabi Luth A.S ini bisa kita temukan di beberapa surat didalam al-Qur’an. Agama Islam secara jelas telah mengharamkan praktek homoseksual dan mengancam pelakunya dengan hukuman yang sangat berat. Dan ini juga telah diyakini oleh sahabat-sahabatnya dan seluruh kaum muslimin selama berabad-abad.
Eropa dan Amerika Negeri Pendosa Pelegalan Homoseksual
Setelah kaum nabi Luth A.S musnah dari muka bumi berabad-abad yang lalu, pada saat ini muncul generasi penerus mereka yang secara mati-matian memperjuangkan praktek homoseksual. Amerika dan Eropa berdiri di barisan terdepan.
Maka tidak heran jika perkawinan ala homoseksual menjadi perkawinan yang sah yang di akui oleh Negara dibeberapa Negara Eropa dan Amerika.
Kita patut prihatin, tetapi yang lebih memprihatinkan adalah sikap beberapa cendekiawan muslim yang dikategorikan Jaringan Islam Liberal (JIL) malah ikut-ikutan membela praktek ini.
Entah itu merupakan keyakian mereka atau memang terkena pengaruh paham liberalisme barat yang sekarang ini sedang menggerogoti umat islam.
Azab Pelaku Homoseksual
Seluruh umat islam sepakat bahwa homoseksual termasuk dosa besar. Oleh karena itu Allah swt memusnahkan kaum nabi Luth A.S dengan cara yang sangat mengerikan.
{فَأَخَذَتْهُمُ الصَّيْحَةُ مُشْرِقِينَ}
“Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur, ketika matahari akan terbit.” (Q.S. Al Hijr ayat 73)
{فَجَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ حِجَارَةً مِنْ سِجِّيلٍ}
“Maka Kami jadikan bagian atas kota itu terbalik ke bawah dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras.” (Q.S. Al Hijr ayat 74)
Hukuman Mati Pelaku Homoseksual
Bahkan Homoseksual jauh lebih menjijikkan dan hina daripada perzinahan. Dan mendapat hukuman tegas.
Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
( مَنْ وَجَدْتُمُوهُ يَعْمَلُ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ فَاقْتُلُوا الْفَاعِلَ وَالْمَفْعُولَ بِهِ )
“ Barangsiapa yang kalian dapati melakukan perbuatan kaum Nabi Luth, maka bunuhlah pelaku dan pasangannya” [HR Tirmidzi dan yang lainnya, dishahihkan Syaikh Al-Albani]
أقتلوا الفاعل والمفعول به
“Bunuhlah fa’il dan maf’ulnya (kedua-duanya).” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)
Oleh karena itu, ancaman hukuman terhadap pelaku homoseksual jauh lebih berat dibandingkan dengan hukuman bagi pelaku pezina.
Didalam perzinahan, hukuman dibagi menjadi dua yaitu bagi yang sudah menikah dihukum rajam, sedangkan bagi yang belum menikah di cambuk 100 kali dan diasingkan selama satu tahun.
Adapun dalam praktek homoseksual tidak ada pembagian tersebut. Asalkan sudah dewasa dan berakal (bukan gila), maka hukumannya sama saja (tidak ada perbedaan hukuman bagi yang sudah menikah atau yang belum menikah).
Syekh Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa seluruh sahabat Rasulullah SAW sepakat bahwa hukuman bagi keduanya adalah hukuman mati.
Perbedaan Pendapat : Cara Eksekusi Hukuman Mati Pelaku HomoSeksual
Hanya saja para sahabat berbeda pendapat tentang cara ekskusinya.
Sebagian sahabat mengatakan bahwa kedua-duanya harus dibakar hidup-hidup, sehingga menjadi pelajaran bagi yang lain. Pendapat ini diriwayatkan dari khalifah pertama Abu Bakar As-Shiddiq.
Sahabat yang lain berpendapat bahwa cara ekskusinya sama persis dengan hukuman bagi pezina yang sudah menikah (rajam).
Adapun pendapat yang ketiga adalah keduanya dibawa kepuncak yang tertinggi di negeri itu kemudian diterjunkan dari atas dan dihujani dengan batu. Karena dengan demikianlah kaum nabi Luth A.S dihukum oleh Allah SWT.
Yang terpenting kesemua pendapat harus dihukum mati, karena ini adalah penyakit yang sangat berbahaya dan sulit di deteksi.
Jika seorang laki-laki berjalan berduaan dengan seorang perempuan mungkin seseorang akan bertanya : “Siapa perempuan itu?”.
Tetapi ketika seseorang laki-laki berjalan dengan laki-laki lain akan sulit di deteksi karena setiap laki-laki berjalan dengan laki-laki lain.
Tentunya tidak semua orang bisa menjatuhkan hukuman mati, hanya hakim atau wakilnyalah yang berhak, sehingga tidak terjadi perpecahan dan kezaliman yang malah menyebabkan munculnya perpecahan yang lebih dahsyat. Wallohu A’lam.
Disadur : Superdaus/Muslim.or.id
by Danu Wijaya danuw | May 23, 2017 | Artikel, Berita, Nasional
WAKIL Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Sa’adi menegaskan pihaknya prihatin atas terjaringnya pesta kaum gay atau homoseksual di sebuah ruko di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (21/5) malam dan menyebut pesta bertajuk ‘The Wild One’ itu mengkhawatirkan.
“Masalah homoseksual ini sudah sangat mengkhawatirkan, dari jumlah yang berhasil diamankan yaitu 141 orang, ini jumlah yang sangat fantastis,” kata Zainut di Jakarta, Senin (22/5).
Menurut dia, kasus itu menunjukkan homoseksual tidak bisa dianggap lagi menjadi masalah sederhana sehingga perlu mendapat perhatian yang sangat serius dari semua pihak khususnya dari pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat.
Dia mengatakan, kegiatan homoseksual sudah berkembang menjadi komoditas bisnis yang memiliki pangsa pasar dan jaringan yang rapi serta dikelola secara profesional sehingga memerlukan penanganan yang serius, sistematis, dan menggunakan teknik informatika yang memadai.
Dengan begitu, setiap pihak berwenang tidak boleh kalah dengan para pelaku kejahatannya. Aparat penegak hukum, kata Zainut, harus berani secara tegas melakukan penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan seksual yang melanggar perbuatan tindak pidana.
Seperti diketahui, Polres Jakarta Utara menggerebek sebuah event prostitusi gay ‘The Wild One’ di kawasan Kelapa Gading Barat, Jakut. Event itu digelar di PT Atlantis Ruko Kokan Permata, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara.
“Tim Opsnal dan Resmo Polres Jakarta Utara pada Minggu (21/5) telah melakukan penggerebekan kasus prostitusi kaum gay (pesta seks homoseksual LGBT) dengan nama event ‘The Wild One’,” ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara AKBP Nasriadi kepada wartawan, Senin (22/5/2017)
Penggerebekan itu dilakukan di PT Atlantis Jaya, Ruko Permata Blok B 15-16 Kelapa Gading RT 15 RW 03 Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara.
Acara ‘The Wild One’ itu digelar pada Minggu (21/5) sekitar pukul 19.30 WIB.
Dari penggerebekan itu, polisi mengamankan 141 orang. Semuanya dijerat dengan Pasal UU No 4 Tahun 2008 tentang Pornografi.
Sumber : MediaIndonesia/Detik
by Danu Wijaya danuw | May 22, 2017 | Artikel, Berita, Nasional
Gerakan 7 juta status untuk mendukung ulama ramai di media sosial. Sejumlah netizen membagikan statusnya dengan menggunakan tagar #KamibersamaHRS (Habib Riziieq Shihab).
Unggahan disertai dengan foto Rizieq Shihab yang bertuliskan “Gerakan 7 Juta Status. Kami percaya ulama dan Habib Rizieq, mendukung perjuangannya. Jangan di share tapi di-copas, agar tembus 7 juta status #KamiBersamaHRS,”.
Dukungan yang ditujukan kepada imam besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab (HRS) muncul di media sosial Facebook dan Twitter. Bentuk dukungan tersebut berupa Hastag #KamiBersamaHRS dan #Gerakan7JutaStatus, Ahad (21/5).
Warganet pendukung HRS ramai membuat status tentang dukungan pada HRS. Salah satu akun Twitter N|B|S (@NatabuanaS) menulis:
Tidak ada yg mampu menghalangi, kami Percaya Ulama @RizieqSyihabFPI dan mendukung perjuangannya.
#Gerakan7JutaStatus
#KamiBersamaHRS
Hal serupa juga terhadi di sosial media Facebook. Akun Lale Fatma Yulia Ningsih menulis dalam statusnya:
Kami percaya Ulama, Habib Rizieq dan mendukung perjuangannya.
#KamiBersamaUlama
#KamiBersamaHRS
Yuk viralkan, agar tembus 7 juta!
Sedangkan beberapa pendukung HRS juga memberikan dukungan dalam bentuk unggahan foto meme yang bertuliskan dukungan atas HRS. Akun Wihya L Siswoyo sambil mengunggah foto HRS, menuliskan dukungannya di sosial media Facebook.
“Gerakan 7 juta status
Kami percaya Ulama, Habib Rizieq dan mendukung perjuangannya.
#KamiBersamaHRS”
Dukungan tersebut muncul dari tuduhan kasus dugaan chat bermuatan konten pornografi yang sedang diselidiki Polda Metro Jaya. HRS saat ini masih ditetapkan sebagai saksi atas kasus tersebut. Dan masih diluar negeri menyelesaikan urusannya.
Sekjen Front Pembela Islam (FPI) Dewan Pimpinan Daerah DKI Jakarta, Habib Novel Bamukmin mengatakan, akhir-akhir ini Habib Rizieq Shihab sedang menghadapi ujian fitnah dengan hadirnya tuduhan chat Firza Husein oleh polisi dan pembuat situs tak bertanggung jawab.
“Gerakan 7 Juta Status itu menunjukkan dukungan untuk ulama dan HRS yang dikriminalisasi. Juga membuktikan umat tetap percaya terhadap ulamadan HRS, mereka yakin HRS menjadi korban fitnah,”: papar Novel menjawab Harian Terbit, Minggu (21/5/2017).
Sumber : Republika
by Danu Wijaya danuw | May 22, 2017 | Artikel, Berita, Internasional
Riyadh – Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud meratapi tentang kehancuran Suriah kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang berkunjung ke Arab Saudi.
Arab Saudi merupakan pendukung utama pasukan pemberontak di Suriah dan Raja Salman meratapi kehancuran yang disebabkan oleh perang sipil di Suriah saat bertemu Trump di Riyadh.
“Suriah juga dulu adalah salah satu negara paling maju,” kata Raja Salman kepada Trump, menurut laporan pers Gedung Putih seperti dikutip dari Independent.
“Kami menyekolahkan profesor kami di Suriah. Mereka melayani kerajaan kami. Sayangnya, mereka juga membawa kehancuran ke negara mereka sendiri. Anda bisa menghancurkan sebuah negara hanya dalam hitungan detik, tapi butuh banyak usaha untuk mengembalikannya,” kata Raja Salman.
Perang saudara pasukan Bashar al-Assad, pemberontak anti-pemerintah, ISIS, dan kelompok-kelompok yang terkait dengan Al-Qaeda di Suriah telah berlangsung selama lebih dari enam tahun.
Arab Saudi memberikan bantuan militer dan keuangan yang signifikan kepada beberapa kelompok pemberontak melawan kediktatoran Assad yang membunuhi rakyatnya sendiri.
Raja Salman: Kunjungan Trump ke Saudi Akan Perkuat Keamanan Dunia
Raja Salman bin Abdulaziz mengatakan, kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke Saudi akan memberikan kontribusi pada keamanan global, dan pengembangan kerja sama bilateral.
“Kami menyambut Trump ke Kerajaan Arab Saudi. Presiden, kunjungan Anda akan memperkuat kerjasama strategis kami, yang mengarah pada keamanan dan stabilitas global,” kata Raja Salam melalui akun Twitter pribadinya, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (21/5).
Trump sendiri diketahui telah tiba di ibukota Saudi, Riyadh kemarin. Dia datang ke Saudi untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Arab Islam dan AS, dan juga untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Raja Salman.
Setibanya di Saudi, Trump langsung disambut oleh Raja Salam. Pemimpin Saudi itu langsung menyalami Trump ketika Presiden AS itu turun dari tangga pesawat.
Raja Salman, Trump dan rombongan lantas pindah ke Royal Court (Istana Kerajaan), di mana presiden AS itu dianugerahi medali emas oleh sang Raja Arab Saudi.
Sambutan Berbeda dibanding Presiden AS Sebelumnya
Sambutan terhadap Trump ini berbeda dengan yang diberikan kepada Presiden Obama dan Presiden George W. Bush di masa lalu.
Obama yang melakukan lawatan terakhir ke Saudi pada April 2016 tidak disambut Raja Salman. Dia hanya disambut oleh Gubernur Riyadh, Pangeran Faisal bin Bandar al-Saud.T
Presiden Trump juga dihadiahi medali emas oleh Raja Salman di Istana Kerajaan dalam kunjungannya kali ini ke Riyadh, Arab Saudi.
Terkait dengan KTT Arab Islam-AS, Trump dijadwalkan akan berpidato dalam acara tersebut. Dia akan menyampaikan visinya untuk membangun hubungan baik dengan dunia Islam. Trump juga akan menyerukan visi damai Islam.
Disadur : Tempo/SindoNews
by Danu Wijaya danuw | May 20, 2017 | Artikel, Berita, Nasional
Ribuan orang ikut Aksi Bela Ulama jilid II di Pontianak, Kalimantan Barat, pada hari Sabtu 20 mei 2017. Dari tempat berkumpul di Masjid Raya Mujahidin, massa bergerak ke Mapolda Kalbar.
Sejak Sabtu pagi, massa dari berbagai kelompok elemen Islam di Kalimantan Barat berdatangan ke Masjid Raya Mujahidin, Kota Pontianak, untuk mengikuti aksi damai bela ulama.
Seusai melakukan Shalat Zuhur berjamaah di masjid terbesar di Kota Pontianak itu, massa aksi damai melakukan konvoi menuju Mapolda Kalimantan Barat untuk menyuarakan tuntutannya.
Massa aksi juga mengecam pidato Gubernur Kalbar Cornelis yang mengungkit masalah ormas radikal terutama pidato bernada kebencian kepada FPI dan Sekjen MUI Tengku Zulkarnaen. Sehingga terjadi penghadangan kepada Ulama yang datang.

Massa longmarch dari Masjid Raya Mujahidin
Pidato itu juga dinilai provokatif dan dapat memecah persatuan dan kehormatan antaretnis dan agama di Kalbar.
Kegiatan Aksi Damai Bela Ulama di Kota Pontianak yang berbarengan dengan Pawai Dayak, yang semula dikhawatirkan terjadi gesekan, ternyata berjalan dengan aman. Hingga saat ini, kondisi Kota Pontianak terpantau aman dan terkendalai.

Massa berkumpul dilapangan Mapolda Jabar menuntut keadilan
Deklarasi Perdamaian Masyarakat Kalbar di Mapolda Kalbar yang dihadiri oleh
- Ketua DPD RI / Wakil Ketua MPR-RI Usman Sapta Odang
- Gubernur Kalbar Cornelis
- MH, Ketua DPRD Provinsi Kalbar dan Kota Pontianak
- Pangdam XII/Tpr Mayjen (TNI)
- Andika Perkasa, Wakil Wali Kota Pontianak
- Ketua MUI Prov Kalbar dan Kota Pontianak
- Ketua Forum Kesatuan Umat Beragama (FKUB) Prov Kalbar
- Ketua FKUB Kota Pontianak.
Kegiatan ini juga dihadiri para ketua adat Melayu; Batak; Madura; Jawa; Bugis; dan Thionghoa, para pimpinan NU; Muhamaddiyah Prov Kalbar, Ketua KNPI Prov Kalbar dan Kota Pontianak, ketua ormas Persatuan Orang Melayu (POM), ketua Pemuda Pancasila, serta beberapa tokoh masyarakat lainnya.

Protes massa dari tindakan pengusiran Ulama yang sering terjadi di Pontianak
Massa Aksi Bela Ulama yang dihadiri Ribuan Umat Islam di Pontianak menuntut agar Tidak ada lagi pengusiran terhadap Ulama yang datang ke Pontianak.
Dan berharap tidak ada provokasi yang menebar kebencian terhadap Islam serta ingin menjalin kedamaian antar umat beragama di Pontianak.
Aksi Bela Ulama ini juga diharapkan dapat menyadarkan masyarakat KalBar akan pentingnya memiliki gubernur muslim. Yang mana saat ini gubernur Kalbar dijabat oleh Cornelis seorang Katolik yang diusung PDIP.
Disadur : Viva/SindoNews
by Danu Wijaya danuw | May 20, 2017 | Adab dan Akhlak, Artikel
Seorang perempuan harus dapat menjaga iffahnya. Iffah artinya menahan diri dari sesuatu yang buruk dan tidak pantas. Al-Kharazz menyebutkan bahwa iffah adalah meninggalkan segala jenis syahwat dan menjaga kemaluan dari yang tidak pantas.
Namun secara sederhana kita dapat mengartikan iffah sebagai menjaga diri dan kehormatan serta bersopan santun. Cra berbicara, bergaul, berjalan, makan dan lain hal sebagainya merupakan gambaran dari iffah.
Allah swt berfirman mengenai perempuan-perempuan tua yang sudah renta, “Dan beriffah lebih baik bagi mereka…” ( QS An-Nur: 60)
Yang dapat kita ambil dari ayat teebut adalah, bahwa perempuan-perempuan tua saja Allah perintahkan menjaga iffahnya, lantas bagaimana yang masih muda.
Aisyah ra adalah gambaran perempuan yang luar biasa dalam menjaga iffahnya. Dalam suatu riwayat diceritakan, ketika datang seorang yang buta bernama ishaq, Aisyah langsung mengenakan hijabnya.
Kemudian Ishaq pun bertanya kepadanya, “Wahai Aisyah, apa engkau berhijab dariku? Bukankah aku seorang yang buta dan tak dapat melihatmu?”. Aisyah ra pun menjawab “ Walau engkau tidak dapat melihatku, tetapi aku bisa melihatmu.”
Ber-iffah atau bersopan santun bagi muslimah bukan hanya sekedar mengikuti tradisi.Iffah adalah ajaran agama yang harus dilakukan.
Gadis-gadis remaja yang kehilangan malu dan kesopanannya, sungguh cerminan betapa iffah sudah sulit ditemukan dimasyarakat luas.
Banyak remaja yang justru menonjolkan segala keburukannya dan dengan bangga menunjukan hasi-hasil kegiatan buruknya. Untuk itu penjelasan kembali tentang iffah seorang muslimah perlu dijelaskan kembali agar perempuan-perempuan Indonesia tidak kehilangan pijakannya.
Sumber : Ruang Muslimah/Karisya Preli
Dari Buku : Cara Nabi Mendidik Anak Perempuan. Misran Jusan dan Armansyah. Pro U media: Yogyakarta. 2016