by Danu Wijaya danuw | Apr 30, 2017 | Artikel, Kisah Sahabat
Umar bin Khattab adalah khalifah kedua, dan mungkin terbesar dari semua khalifah Islam. Dia sejaman, namun lebih berusia muda ketimbang Nabi Muhammad.
Dan seperti juga nabi Muhammad, dia kelahiran Mekkah. Tahun kelahirannya tidak diketahui, tetapi menurut taksiran tahun ke-586 M.
Asal-muasalnya Umar bin Khattab merupakan musuh yang paling ganas dan beringas, menentang Muhammad dan Agama Islam habis-habisan.
Tetapi, mendadak dia memeluk agama baru itu dan berbalik menjadi pendukung gigih. Umar bin Khattab selanjutnya menjadi penasihat terdekat Nabi Muhammad dan begitulah dilakukannya sepanjang umur Muhammad.
Suatu ketika, pada saat itu terdapat sebuah kisah di mana syetan takut akan Umar bin Khattab.
Maka Syaikh DR. Muhammad al-‘Arifi (Sunni) berkata:
“Semoga Allah merahmatimu wahai Umar, Syaithon telah lari darimu baik ketika engkau hidup atau setelah engkau meninggal.”
Diriwayatkan dari ‘Aisyah r.a bahwa Rasulullah pernah bersabda, ”Sesungguhnya setan lari ketakutan jika bertemu Umar”
Rasulullah Saw pun bersabda, “Wahai Ibn al-Khattab, demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya. Tidaklah setan mendapatimu melalui satu jalan kecuali dia akan mengambil jalan yang berbeda dengan jalan yang kaulalui.” (HR. al-Bukhari 3120 dan Muslim 2397)
Alasan Syetan Takut dengan Umar bin Khattab :
1. Karakter Umar yang Keras dan Berani Melawan Musuh
Umar bin Khattab adalah salah satu dari empat khalifah yang dikenal karakternya yang tegas, bijaksana, kasar dan banyak ditakuti oleh kaum Quraisy pada saat itu.
Kebaranian Umar ketika ia hendak berhijrah meninggalkan kota Mekkah ke kota Madinah. Semua sahabat Nabi saw berhijrah dengan sembunyi-sembunyi, tidak terkecuali Nabi sendiri.
Sementara Umar dengan begitu beraninya mengumumkan niatannya untuk berhirjah seraya menantang para pendekar Quraisy,
“Siapa yang ingin istrinya menjadi janda, dan anak-anaknya menjadi yatim, hendaknya ia menghadapiku saat berhijrah.”
Dan benar, tidak seorang pun berani menghalangi Umar hijrah. Sebab tidak seorang pun dari pendekar Quraisy yang ingin mati di tangan Umar.
Akhirnya, Umar pun hijrah tanpa ada seorang pun yang berani menghalanginya. Sebuah keberanian yang luar biasa!
2. Umar pernah Membanting Setan
Ada seorang mukmin bertemu dengan setan, lalu ia bergulat melawannya dan berhasil membanting setan tersebut.
Setan tersebut ditanya oleh teman-temannya, “Mengapa kamu bisa dibantingnya?”
“Di antara kawan-kawannya, orang itu benar-benar sangat kuat, dia adalah Umar bin Khattab.” jawabnya.
3. Umar adalah seorang Shalih yang Mengekang Nafsu dan Syahwatnya
Setan sangat takut terhadap Umar, seperti sabda Nabi
“Apabila Umar berjalan di suatu lorong atau lembah, setan akan mengambil jalan di lorong atau lembah yang lain.”
Bagaimana Umar bisa naik ke peringkat yang seperti itu? Jawabnya karena kesabaran. Ia mengikat syahwatnya dengan mengekang hasrat dan keinginannya.
Umar pernah bersikap keras semasa menjadi Khalifah, ketika kaum Muslimin pernah mengalami masa paceklik. Ia tidak makan daging atau mentega sebelum keadaan membaik. Sehingga dirinya menderita sakit bawasir dan kulitnya menghitam.
Sumber: Asbabul Wurud/Sirah Sahabat Umar bin Khattab
by Danu Wijaya danuw | Apr 30, 2017 | Artikel, Berita, Internasional
Legenda sepakbola Prancis, Zinedine Yazid Zidane, menyerukan agar warga Negeri Mode harus melakukan upaya terbaik untuk menghentikan langkah calon presiden (capres) Marine Le Pen. Ia menyatakan dengan terbuka berseberangan dengan semua ide yang diusung capres dari Partai Front Nasional itu.
“Sama seperti Pilpres 2002, bahwa saya sangat jauh dari ide-ide perjuangan Front Nasional. Kita harus menghentikannya sebisa mungkin,” tutur Zidane usai memimpin latihan klub sepakbola Spanyol, Real Madrid, mengutip dariReuters, Sabtu (29/4/2017).
Pria berusia 44 tahun itu merujuk pada Pilpres Prancis 2002 di mana ayah Marine, Jean-Marie Le Pen, mengejutkan semua pihak dengan melaju ke putaran kedua. Sama seperti ayahnya, perempuan berusia 48 itu memiliki pandangan keras terhadap imigran, sebuah isu sensitif di Prancis.
Marine Le Pen dalam beberapa kampanyenya sering menyudutkan kaum imigran dan Muslim Prancis. Bahkan menyebut kaum Islam seperti Nazi yang extrem. Sehingga mendapat kecaman luas di negara Prancis karena sikap rasisme tersebut.
Sebagaimana diketahui, Zinedine Zidane adalah seorang Muslim Prancis keturunan imigran asal Aljazair yang lahir dan besar di Marseille. Kepopuleran Zidane tidak perlu diragukan lagi di Prancis.
Zinedine Zidane membawa tim nasional Prancis memenangkan Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000 secara berturutan. Perannya sangat krusial di dalam tim yang didominasi oleh keturunan imigran tersebut. Ia tidak hanya berperan sebagai pengatur irama permainan, tetapi juga sebagai pemimpin tim.
Sebagaimana diketahui, Marine Le Pen bersama Emmanuel Macron melaju ke putaran kedua Pilpres Prancis 2017. Keduanya tengah gencar dalam merebut hati warga Prancis demi memenangkan Pilpres putaran kedua pada 7 Mei mendatang.
Sumber : Okezone
by Danu Wijaya danuw | Apr 29, 2017 | Artikel, Berita, Nasional
Alhamdulillah semuanya adalah ketetapan dari Allah SWT. Lewat pertarungan pilkada DKI yang begitu tegang akhirnya pasangan No 3 Anies-Sandy, Insya Allah dipastikan menjadi gubernur baru Jakarta untuk 5 tahun ke depan.
Saya justru tertarik melihat apa arti di balik kemenangan ini, mencoba mengambil pelajaran berharga pada pilkada ini, bukan semata-mata dari tinjauan politik ansich. Kemenangan ini mengirim pesan begitu kuat kepada umat Islam secara umum dan para elit Islam politik di negeri ini.
Beberapa catatan penting yang saya bisa tangkap sebagai berikut:
1. Jangan tinggalkan suara umat.
Sudah jamak bagi kita bahwa seringkali Islam politik yang digerakkan partai-partai Islam atau berbasis agama sering dibenturkan dengan kepentingan pragmatisme sesaat.
Para elit partai lebih memilih melakukan deal kepentingan singkat daripada memilih menangkap suara dukungan arus bawah umat.
Kita bisa melihat bagaimana kegalauan kubu PPP dan PKB dalam putaran kedua. Kendati banyak petinggi partai tersebut turut aksi dalam gelombang aksi bela Islam beberapa jilid bersama konstituennya.
Namun umat “terluka” atas keputusan petingginya yang justru mengalihkan dukungan ke kandidat yang “ditolak” oleh umat itu sendiri.
Mungkin ini pelajaran penting bahwa, seringkali hanya kepentingan politik sesat kita justru tinggalkan basis suara pemilih kita sendiri. Jangan salahkan akhirnya jika umat kehilangan selera dan referensi untuk mempercayai Islam politik.
Kita boleh berkuasa di atas atas mandat mereka, namun jika mereka sudah sakit hati cara mereka menghukum adalah dengan cara tidak memilih mereka.
2. Umat Islam adalah big market.
Demokrasi memaksa meraup suara terbanyak, karena itu pilihan untuk pasar suara tak terelakkan. Indonesia dan umat Islam adalah keniscayaan.
Memisahkannya adalah anomali sejarah, kendati kita sadar bahwa kaum muslimin baru menjadi pasar saja belum menjadi pemain utama dalam mengatur pasar politik Indonesia, belum menjadi subjek utama ,tapi hanya menjadi objek.
Itulah sebabnya dari berbagai paslon atau partai apapun pasti tak ketinggalan menggarap pasar yang sangat menggoda ini, perang simbol dan teknis mendekati umat menjadi lumrah dalam politik.
Karena itu pelajaran Pilkada DKI ini harusnya jadi pelajaran penting bahwa saatnya mereka bangkit untuk tidak menjadi obyek pasar saja, tapi kalau perlu menjadi subyek pertama dalam pengarusutamaan politik di negeri ini.
Mungkin bagi tim Ahok dengan bergabungnya sejumlah elemen umat Islam lewat simbol PPP, PKB atau beberpa tokoh elit NU dianggap bisa sederhanakan bahwa pasar umat Islam akan diambil, kenyataannya?
3. Kekuatan baru era milenial.
Tak dipungkiri demokrasi kita telah memasuki di era yang tak kita temukan di periode-periode yang lalu, yaitu era milenial ditandai dengan jaringan informasi yang begitu masif dan mudah diakses secara langsung kepada masing-masing person.
Mungkin suatu saat memasang iklan baliho di pinggir jalan disamping biaya besar dan harus dijaga terus akan ditinggalkan, sedangkan dengan sekali postingan di akun media sosial apapun jenisnya, belum lagi lewat broadcast via telegram, WA dan lain sebagainya begitu berdampak masif luar biasa.
Perang di dunia maya jauh lebih seru dan sangat dinamis, tak seperti mungkin dulu pilkada pertama kali di gelar 2005. Kini kita sadar bahwa pilar demokrasi bisa bertambah yaitu media sosial.
Salah satu dampak positifnya adalah efektifnya metode kampanye dan bahkan untuk memblok gerakan lawan.
Kita lihat betapa blundernya tim Ahok menggelar serangan sembako di hari tenang, tapi peran media secara positif justru mempersepsikan tindakan mereka negatif.
Mungkin mereka lupa sekarang era digital, ditangan setiap orang ada hp yang bisa bisa langsung dia rekam atau live lewat akun medsosnya dan merangkap sebagai wartawan dan peliput acara dan orang bisa lihat langsung di media sosial.
4. Barang itu penting.
Secara survey masyarakat jakarta cukup puas dengan kepemimpinan Ahok, tapi apakah akan memilih kembali tenyata di bawah 50 persen akan memilihnya kembali.
Apa artinya tenyata kagum dengan memilih adalah dua hal yang berbeda. Alasan yang paling utama adalah gaya berkomunikasi Ahok yang jauh dari unsur budaya ketimuran secara umumnya. Bicara yang sopan santun, yang lebih sejuk dan merangkul tidak bisa dipungkiri relatif tak dimiliki Ahok.
Jika barang sudah jelek mau dibungkus apapun akan ketahuan jeleknya pada akhirnya, pencitraan hanyalah menjadi beban untuk menutupi wajah asli yang sebenarnya sadar kalau barang tersebut ada cacatnya.
5. Bersatulah
Ini adalah inti dari kesemuanya, ternyata jika umat itu kompak dan solid maka mereka akan memetik buahnya sendiri. Jika suara yang didengungkan umat juga disambut oleh para elit politik Islam maka itu bertemunya suara bawah dengan suara atas.
Jangan lagi mau dipecah belah, saatnya elit politik Islam tidak memiliki penyakit rendah diri dan dia harus melihat peristiwa gejolak umat ini seakan-akan menegur para elitis, jika kalian tidak becus urus kami maka biarkanlah kami yang bergerak.
Mari kita bercermin, seringkali para elit dihantui oleh penyakit ketakutan yang dia ciptakan sendiri tentang ketidakpastian kedepan, yang akhirnya menyeret mereka untuk memilih jalan pragmatisme.
Sehingga yang terjadi kekuatan politik Islam di negeri ini seringkali dibenturkan dan mau diadu domba dengan sesama elemen umat oleh kepentingan jahat yang ingin menguasai negeri ini.
Lihatlah bagaimana Pilkada DKI membuat umat mengambil perannya sendiri, kekuatan yang selama ini di marginalkan tiba-tiba tampil kedepan menjadi arus utama perjuangan politik untuk selamatkan Jakarta dan indonesia sekaligus.
Ya Allah terimalah amal kami.
Oleh : Syukri Wahid (Pegiat Sosial Politik)
Sumber : Republika
by Danu Wijaya danuw | Apr 29, 2017 | Artikel, Dakwah
Kisah ini dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berdiri di atas sebatang pohon kurma ketika berkhutbah. Setelah dibuatkan mimbar, kami mendengar sesuatu pada batang pohon kurma tersebut seperti suara teriakan unta yang hamil. Sehingga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam turun, lalu meletakkan tangannya pada batang kurma tersebut. Setelah itu, batang pohon itu pun diam.”
Dalam riwayat lain disebutkan, “Ketika hari Jum’at, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam duduk di atas mimbar. Lalu batang kurma yang biasa beliau berkhutbah di sana itu berteriak, hampir-hampir batang kurma itu terbelah.”
Dalam riwayat lain disebutkan, “Lalu batang kurma itu berteriak seperti teriakan anak kecil. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam turun lalu memegangnya dan memeluknya. Setelah itu, mulailah batang pohon itu mengerang seperti erangan anak kecil yang sedang diredakan tangisannya sampai ia terdiam. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu bersabda,
“Ia menangis karena dzikir yang dulu biasa ia dengar.” (HR. Bukhari no. 2095. Disebutkan dalam Riyadh Ash-Shalihin karya Imam Nawawi pada hadits no. 1831).
Pohon Kurma Termasuk Makhluk Allah yang Bertasbih
Kisah tangisan pohon kurma merupakan kisah yang benar-benar nyata yang diketahui dari khalaf (yang belakangan) dari salaf (yang sebelumnya ada).
Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah berkata bahwa ini merupakan tanda kalau benda seperti batang kurma yang tidak bergerak memiliki perasaan seperti hewan, bahkan lebih unggul dari beberapa hewan yang lebih cerdas. Hal ini sesuai dengan firman Allah Ta’ala di mana sebagian ulama maknakan secara tekstual.
“Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” (QS. Al-Isra’: 44)
Ibnu Abi Hatim telah menukilkan dari Manaqib Asy-Syafi’i, dari bapaknya, dari ‘Amr bin Sawad, dari Imam Asy-Syafi’i, ia berkata
“Allah tidaklah pernah memberikan sesuatu kepada seorang Nabi seperti yang diberikan pada Nabi Muhammad.”
Tanda Mukjizat Nabi Muhammad saw : Tangisan Pohon Kurma
Aku (Ibnu Abi Hatim) berkata, “Nabi Isa diberi mukjizat bisa menghidupkan yang mati.”
Imam Syafi’i berkata, “Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam diberi mukjizat bisa mendengar suara rintihan batang kurma yang menangis (karena ia tidak mendengar lagi dzikir yang dibaca Nabi ketika Nabi beralih menggunakan mimbar). Mukjizat ini lebih luar biasa dari mukjizat yang diberikan pada Nabi Isa.” (Fath Al-Bari, 6: 603)
Pohon Kurma Menangis Karena Cinta dan Rindu pada Nabinya, Bagaimana dengan Kita Manusia?
“Wahai kaum muslimin, batang kurma saja bisa merintih karena rindu bertemu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kalian harusnya lebih berhak rindu pada beliau.” (Fath Al-Bari, 6: 697).
Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Jika semua hal-hal tadi lebih dicintai daripada Allah dan Rasul-Nya, serta berjihad di jalan Allah, maka tunggulah musibah dan malapetaka yang akan menimpa kalian.”
Ancaman keras inilah yang menunjukkan bahwa mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari makhluk lainnya adalah wajib.
Ingatlah tanda cinta Allah adalah dengan mengikuti tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah Ta’ala berfirman, “Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”.” (QS. Ali Imran: 31).
Allahu ‘alam.
Sumber: Rumaysho
by Danu Wijaya danuw | Apr 29, 2017 | Artikel, Dakwah
Abu Bakr Al-Balkhi rahimahullah pernah mengatakan:
“Bulan Rajab adalah bulan menanam, bulan Sya’ban adalah bulan menyirami tanaman, dan bulan Sya’ban adalah bulan memanen tanaman.”
Dan beliau juga mengatakan:
“Perumpamaan bulan Rajab adalah seperti angin, bulan Sya’ban seperti awan yang membawa hujan dan bulan Ramadhan seperti hujan.
Barang siapa yang tidak menanam di bulan Rajab dan tidak menyiraminya di bulan Sya’ban, bagaimana mungkin dia memanen hasilnya di bulan Ramadhan?”
Ada beberapa amalan yang biasa dilakukan oleh Rasulullah dan para assalafush shalih pada bulan ini. Amalan-amalan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Memperbanyak Puasa
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memperbanyak puasa pada bulan ini tidak seperti beliau berpuasa pada bulan-bulan yang lain.
عَنْ عَائِشَةَ -رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا- قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يُفْطِرُ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يَصُومُ, فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ -صلى الله عليه وسلم- اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلاَّ رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ.
Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha bahwasanya dia berkata,
“Dulu Rasulullah saw berpuasa sampai kami mengatakan bahwa beliau tidak berbuka, dan berbuka sampai kami mengatakan bahwa beliau tidak berpuasa.
Dan saya tidak pernah melihat Rasulullah saw menyempurnakan puasa dalam sebulan, kecuali di bulan Ramadhan.
Dan saya tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada bulan Sya’ban.” (HR Al-Bukhari no. 1969 dan Muslim 1156/2721)
Begitu pula istri beliau Ummu Salamah radhiallahu ‘anha mengatakan:
مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ -صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- يَصُومُ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ إِلاَّ شَعْبَانَ وَرَمَضَانَ.
“Saya tidak pernah mendapatkan Nabi saw berpuasa dua bulan berturut-turut kecuali bulan Sya’ban dan Ramadhan.” (HR An-Nasai no. 2175 dan At-Tirmidzi no. 736. Di-shahih-kan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan An-Nasai)
Ini menunjukkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hampir berpuasa Sya’ban seluruhnya.
Para ulama menyebutkan bahwa puasa di bulan Sya’ban meskipun dia hanya puasa sunnah, tetapi memiliki peran penting untuk menutupi kekurangan puasa wajib di bulan Ramadhan. Seperti shalat fardhu, shalat fardhu memiliki shalat sunnah rawatib, yaitu: qabliyah dan ba’diyah. Orang yang memulai puasa di bulan Sya’ban insya Allah tidak terlalu kesusahan menghadapi bulan Ramadhan.
2. Membaca Al-Qur’an
Membaca Al-Qur’an mulai diperbanyak dari awal bulan Sya’ban, sehingga ketika menghadapi bulan Ramadhan, seorang muslim akan bisa menambah lebih banyak lagi bacaan Al-Qur’an-nya. Salamah bin Kuhail rahimahullah berkata:
كَانَ يُقَالُ شَهْرُ شَعْبَانَ شَهْرُ الْقُرَّاءِ
“Dulu dikatakan bahwa bulan Sya’ban adalah bulan para qurra’ (pembaca Al-Qur’an).”
Begitu pula yang dilakukan oleh ‘Amr bin Qais rahimahullah apabila beliau memasuki bulan Sya’ban beliau menutup tokonya dan mengosongkan dirinya untuk membaca Al-Qur’an.
3. Mengerjakan amalan-amalan shalih
Seluruh amalan shalih disunnahkan dikerjakan di setiap waktu. Untuk menghadapi bulan Ramadhan para ulama terdahulu membiasakan amalan-amalan shalih semenjak datangnya bulan Sya’ban.
Amal shalih yang dianjurkan untuk memperbanyak amalan sunah seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, beristighfar, shalat tahajud dan witir, shalat dhuha, dan sedekah. Untuk mampu melakukan hal itu semua dengan ringan dan istiqamah, kita perlu banyak berlatih.
Di sinilah bulan Sya’ban menempati posisi yang sangat urgen sebagai waktu yang tepat untuk berlatih membiasakan diri beramal sunah secara tertib dan kontinu.
Dengan latihan tersebut, di bulan Ramadhan kita akan terbiasa dan merasa ringan untuk mengerjakannya. Dengan demikian, tanaman iman dan amal shalih akan membuahkan takwa yang sebenarnya.
Inilah sekelumit amalan sunnah di bulan Sya’ban dan persiapan yang selayaknya dilakukan oleh kaum muslimin dalam rangka menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan.
Semoga kita termasuk golongan yang bisa berniat, berucap, dan berbuat yang terbaik di bulan Sya’ban dan Ramadhan yang akan datang. Hanya kepada Allah SWT kita memohon petunjuk dan pertolongan.
Wallahu a’lam bish shawab..
by Danu Wijaya danuw | Apr 28, 2017 | Artikel, Berita, Internasional
Korea Utara adalah negara yang ‘tertutup’ terhadap berbagai macam akses informasi dan pengaruh dari luar. Termasuk soal agama. Namun kabarnya pengaruh Islam juga sampai di negeri komunis itu.
Tidak diketahui pasti bagaimana Islam menyebar dan masuk ke Korea Utara. Namun laporan PEW Research Center menyebutkan bahwa jumlah komunitas Muslim yang ada di sana hanya sekitar 2.000 jiwa, kurang dari 0,1 persen dari keseluruhan penduduk.
1. Islam hanya dari diplomat Kedutaan Asing saja

Suasana didalam masjid di Korut yang kebanyakan diisi wajah Kedutaan Asing
Dilansir dari laman nknews.org, Islam di Korea Utara hanya dipeluk oleh para staf kedutaan ataupun para pekerja organisasi internasional.
Rata-rata penduduk Korea Utara adalah Ateis/komunis. Sehingga pemeluk agama seperti Islam maupun Nasrani bersatu di bawah federasi agama Korea.
2. Hanya memiliki Satu Masjid di Kedubes Iran

Islam di Korea Utara ditopang oleh sebuah masjid bernama Pyongyang Mosque. Pyongyang Mosque merupakan satu-satunya masjid yang dimiliki negara komunis itu.
Masjid ini berlokasi di dalam Komplek Kedutaan Besar Iran, di Kota Pyongyang, tepat di sebelah Kantor Kedubes Rumania.
Meski begitu, sejauh ini tak ada yang tahu pasti seperti apa aktivitas rutin muslim Korea Utara di masjid tersebut.
3. Kemungkinan 0% warga asli Korea Utara memeluk Islam dan agama lain
Korea Utara dengan Islam mungkin bukan padanan yang pas. Tapi pada kenyataannya Islam berpotensi berkembang di sana, meskipun sangat lambat.
Pada data agamanya tercatat beberapa nama Islam di sana. Jumlahnya memang sedikit, tidak sampai 1%.
Menurut data yang ada, dipastikan 0% warga Korea Utara memeluk Islam. Tidak ada seorang pun masyarakat asli yang menjadi muslim.
Agama ini sendiri dibawa oleh diplomat-diplomat dari negara Islam, serta duta besar di sana.
4. Perayaan Keislaman di Korut Dilakukan oleh Kedutaan Indonesia

Perayaan idul adha di masjid dgn papan nama Rouhani, terlihat paling kanan orang malaysia-indonesia
Kedutaan RI ternyata sudah bolak-balik melakukan berbagai macam acaara keislaman. Mulai dari Nuzulul Qur’an saat bulan Ramadhan hingga dengan Idul Fitri.
Tak ada masalah, pemerintah sana baik-baik saja dengan itu. Makanya, ini jadi bukti jika Korut sebenarnya membolehkan kegiatan Islam di masjid tertentu.