0878 8077 4762 [email protected]

Shalawat Cegah dan Tangkal Kedzaliman

Oleh : Ust. Fahmi Alaydroes
 
Pada era delapan puluhan, Ulama dan Kiyai besar Jakarta K.H. Abdullah Syafi‘i melalui suara Radio Dakwah Assyafi’iyyah, mengumandangkan sholawat untuk mencegah kedzaliman.
Sholawat tersebuf berkumandang hampir pada setiap masjid di DKI Jakarta, pembacaan shalawat yang dikenal dengan “Shalawat Dzalimin”.
Teks doa salawat itu berbunyi:
Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad
wa asyghiliz dzalimin biz-dzalimin
wa akhrijna min bainihim salimin
wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma‘in
Arti doa shalawat itu ialah bermohon kepada Allah SWT agar orang-orang zhalim disibukkan oleh urusan sesama orang zhalim.
Dan kita bermohon kepada Allah agar dapat keluar secara selamat dari jebakan-jebakan orang zhalim.
Doa shalawat itu dipopulerkan oleh K.H. Abdulah Syafi‘i dalam suasana ketidakmampuan menghadapi manufer orang-orang yang berusaha memasukkan aliran kebatinan ke dalam GBHN, menyetarakan dengan agama.
Nampaknya doa shalawat itu juga sangat tepat dikumandangkan sekarang, untuk melindungi Islam, umat Islam, ulama, kiyai, asaatiz dan habaib kita. Dan juga melindungi bangsa dan negara kita dari berbagai tindakan anarki, korupsi, adu domba, hegemoni asing, fitnah PKI dsb.

Istiqlal 112 ungkap : Jangan Terprovokasi, Ada Kekuatan Asing Ingin Mengadu Domba

Istiqlal 112 ungkap : Jangan Terprovokasi, Ada Kekuatan Asing Ingin Mengadu Domba

Imam Besar Front Pembela Islam, Habib Rizieq Syihab mengatakan, saat ini umat Islam sedang diadu domba dengan pemerintah. Upaya mengadu domba ini digerakan oleh sebuah kekuatan besar yang tidak senang dengan menyatunya umat Islam dengan pemerintah.
“Betul ada gerakan-gerakan siluman yang ingin mengadu domba kita semua saudara, yang memberikan gambaran menyeramkan kepada pemerintah jadi yang ada di benak pemerintah itu kita itu lawan bukan kawan, kita ini harus di pukul bukan di rangkul dan kelompok ini sangat berbahaya saudara, ” katanya sesaat memberi materi di Masjid Istiqlal, Sabtu (11/2/2017).
“Mereka ingin menghancurkan negeri kita, maka itu kita tidak boleh terprovokasi,” tambahnya.
Pada acara Dzikir dan Tausyiah Nasional atau Aksi 112 ini Habib Rizieq menjelaskan, peristiwa bom molotov di 3 markaz FPI merupakan bentuk upaya untuk memprovokasi supaya laskar dan umat marah dan terpancing. Meski begitu, ia mengimbau umat untuk tidak terprovokasi masuk kedalam rencana mereka.
“Kita tidak boleh terpancing, kalau terpancing musuh-musuh kita yang tidak terlihat akan senang, karena sudah berhasil mengadu domba kita,” pungkas ulama besar yang sedang dikriminalisasikan itu.
Sebagaimana diketahui, sehari sebelum Aksi 112 digelar, muncul pesan berantai berisikan agenda penangkapan HRS oleh Polda Jawa Barat. Namun, kabar itu tidak terbukti dengan hadirnya Pembina GNPF MUI itu di Masjid Istiqlal.

Cbq6JREXIAEmP7b

Kondisi perang saudara dinegara Islam, kiri sebelum perang, kanan (hancur) sesudah perang


Sementara itu ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Ustadz Bachtiar menyerukan pada umat Islam untuk melakukan revolusi. Revolusi itu dimulai dari pribadi umat seseorang untuk menjunjung tinggi nasionalisme, NKRI, kebhinekaan, dan saling toleransi.
Ustaz Bachtiar Nasir mengatakan, agar massa aksi 112 tidak mudah terprovokasi. Mereka diminta untuk tetap konsisten dan tak perlu ragu mengawal fatwa MUI meski sebagai pimpinan, dia dan tokoh-tokoh lainnya yang akan menanggung risiko atas aksi-aksinya itu.
“Saya sampaikan analisis saya, apapun yang terjadi saat ini, sayalah dan habaib yang menanggung semua akibatnya. Tapi itu saya anggap takdir yang harus dijalani,” ujarnya di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu (11/2/2017).
Bachtiar berpesan, agar umat Islam di Indonesia ini bersatu menegakkan Pancasila dan saling toleran. Umat Islam diminta tidak saling menjelek-jelekkan, termasuk saat menggunakan media sosial sehingga tidak dibenturkan dengan pemerintah ataupun pihak tertentu.
“Jika FPI yang dibenturkan oleh PDIP untungnya apa? Yang menang jadi abu, yang kalah jadi arang. Padahal banyak saudara muslim kita di dalam, seperti Bu Risma yang muslimah dan sebagainya,” tuturnya.
Lebih jauh, Ustadz Bachtiar menekankan, kalau aparat keamanan dan pemerintah bukanlah musuh umat Islam. Selama diperiksa di Polda Metro Jaya saja, dia selalu diinterogasi dengan baik oleh para penyidik, termasuk penyidik yang memeriksa Habib Rizieq Shihab. “Yang periksa saya sama habib itu orangnya baik-baik,” imbuhnya.
 
Disadur dari : Jurnalislam, SindoNews

Intisari Tausyiah Ulama 112 di Masjid Istiqlal

Assalamualaikum.
Inti sari Tausiyah ulama aksi 112 masjid nasional Istiqlal 11-02-2017 Jakarta Indonesia
1. Hidayat Nur Wahid ( Wakil ketua MPR RI)
Ada 70 persen umat islam di jakarta mengikuti aksi bela islam 212 dan 112. Mari berdoa agar umar islam dapat menang dan mengatasi segala kecurangan.
2. Kiyai Sobri
Hari ini adalah hari raya surat Al-Maidah ayat 51, semoga dengan memuliakan ayat Al-Quran doa kita bisa terkabul.
Secara teori Ahok yang menistakan agama didukung kekuatan besar di luar sana (kekuatan imprealisme, red)
Namun jika Allah menurunkan rahmatNya, maka tidak ada perkara yang sukar bagi kita. Oleh karena itu mari kita memohon rahmat dan magfirah-Nya agar umat islam diberikan kemenangan.
3. Kiyai Rasyid Abdullah Syafi’i (Ulama Betawi)
Saya datang dari rumah untuk mendapat siraman rohani dari al habib Rizieq Sihab.
Mari kita mulai sekarang memperkuat akidah kita. Karena di luar sana banyak sekali yang ingin melemahkan akidah kita.
Jangan sampai di akherat kelak kita tidak bertemu dengan kalimat “Laillaha illah”. Karena tidak mengikuti segala perintah Allah, termasuk untuk tidak memilih pemimpin kafir.
4. Muhammad Al-Khatat (FUI- PJ Acara)
Banyak sekali di media berbicara bahwa 112 dibatalkan. Bahkan ada yang dihalang-halangi untuk datang sholat ke Masjid Istiqlal.
Dari medan 500 orang naik pesawat. Pekan baru 350. Aceh 1.000. Palembang 30 bis. Nuar papua 300. Jawa barat 30 ribu. Kalbar 300. Jawa timur 200 bis. Dan banyak lain sebagainya. Di dalam istiqlal sampai tugu tani semuanya penuh dengan umat Islam.
Ulama terdahulu berucap Kebangkitan umat islam akan terjadi ketika sholat subuh ramainya seperti sholat jumat. Dan hari ini telah terjadi di kota masing-masing. Dahulu kita amat merindukan kapan ini semua terjadi.
Kita harus menang di tiga pertempuran.
a) Menang di media sosial
Kita tidak terlalu perlu koran atau telivisi. Media sosial saudara-saudara adalah alat dakwa dan jihad yang sangat efektif.
b) Menang di pengadilan
Ada pernyataan penasehat hukum ahok mengatakan bahwa saksi-saksi di pengadilan tidak mewakili umat islam.
c) Menang dalam pemilu
Penista agama dipenjara dan ulama dihormati. Gubernur Jakarta adalah seorang Muslim, mewakili mayoritas pemeluk Islam di Jakarta.
5. Habib Ahmad al-Khaf
Mengapa ulama dan umat tergerak hatinya tidak di bayar kumpul disini sebanyak ini meminta kepada pemerintah agar penghina al-quran dapat dihukum dengan hukum yang dirahmati allah. Agar negara ini menjadi badlatun thoyibatun wa robbul ghofur, Agar negara ini damai sejahtera.
Sekarang banyak ulama di kriminalisasi dicaci maki padahal al ulama’ul warosatul anbiya’ 
6. Ustad Fadlan Gharamatan (Papua)
Saya tanya perintah Allah tentang larangan meminum minum keras berapa ayat? 1 ayat. Semua sami’na wa ato’na
Dilarang makan babi? 2 ayat. Semua juga sami’na wa ato’na
Perintah memilih pempimpin muslim? 7 ayat. Tapi tidak semua mentaati. Harusnya juga sami’na wa ato’na
Kalau ada orang yang menghina Al-Quran maka seluruh umat islam hadir disini untuk menunjukan prestasi dakwa Rasullullah.
7. Kyai Maksum ( Ciamis)
Dulu ada orang yang membunuh para ulama, orang muslim, dan ustadz-ustadz kita, siapa itu? Kita harus menghadang kebangkitan PKI.
Ada banyak perusahaan PO bus ciamis mendadak membatalkan keberangkatan sepihak mendadak.
Ada beberapa ratus pamflet yang dipasang untuk melarang datang ke tempat yang mulia ini (Masjid Istiqlal, red)
Alhamdulillah, ada doa dari teman-teman Ciamis yang dulu (pada 212, red) jalan kali untuk rakyat muslim jakarta.
Mereka tidak marah, mereka menjaga keutuhan NKRI
8. Kiyai Maulana (NU)
Imam besar umat islam kita Dr. H Habieb Rizieq Shihab. Semoga selalu mendapat perlindungan dari Allah.
Iman yang kuat pada diri kita wajib kita pertahankan, sekalipun dibakar habis tubuhmu, badan boleh hancur, boleh hangus. Namun iman tetap harus kuat dan bersinar.
Ini saudara-saudara kita dari daerah meski dihalang-halangi, namun tetap berjuang untuk datang ke sini. Semoga ini adalah bukti iman yang kuat.
9.   Ustadz lutfi (NU)
Kita gembira hadir disini meski ada yang mengatakan kita lemah.
Rasulullah pernah menang perang, tanpa perlu melakukan peperangan.

  • Perang Khandaq
  • Fathul Makkah
  • Perang Tabuk

Semoga Allah memenangkan umat islam hari ini tanpa harus konfrontasi.
10. Kyai Maksum (Bondowoso, Al-Islah)
Rasulullah pernah di datangi malaikat jibril. Kamu boleh hidup sesuka hatimu, namun cepat atau lambat kamu pasti mati.
Semua bakal mati. Jokowi bakal mati, Habaib mati, Maksum bakal mati. Daripada mati di kasur, mending mati di medan tempur.
Semuanya nanti mati bakal butuh ulama untuk mensholati, mengkafani, dan mendoakan. Jadi baik-baiklah dengan ulama.
Kereta api dinamakan sepur. Diatas sepur ada kondektur. Daripada mati diatas kasur, lebih baik mati di medan tempur.
Jika kesolok berilah rendang. Ke padang panjang jangan lupa beli manisan.
Jika si ahok bebas melenggang. Kita berjuang sampai titik darah penghabisan
Kita tidak benci ahok, kita tidak benci China. Itu juga saudara kita dari nabi Adam as.
Kita himbau Pak Jokowi, Pak Tito, dan lain-lain. Cintai habib, ingat mau tidak mau, kita pasti mati.
Hidup sekali hiduplah yang berarti. Bela Islam, bela Al Qur’an, dan bela negara.
Mati agama dikatakan syahid, mati bela keluarganya syahid, mati bela bangsa negaranya syahid.
Semua ulama yang ada disini adalah ulama yang membela NKRI. Jangan disalah pahamkan, jangan dibolak-balikan.
11. Amien Rais (Muhammadiyah, PAN)
Kyai Maksum biasanya bilang pada saya jangan keras-keras pak. Kok sekarang dia jadi lebih keras dari saya (tertawa, red).
Saya hanya mengajak perbanyak istighfar. Dengan istighfar, Allah akan menambah kekuatan.
Ada dua macam ulama :

  1. Ulama haq, yaitu ulama yang mengatakan kebenaran dan berani mengkritik pemerintahan jika tidak sesuai syariat
  2. Saya tidak mengatakan Ulama Shu’ atau bahkan Fulus. Tapi ulama Syak, yang biasanya fatwanya sudah benar namun ditarik lagi, sudah cerah namun mendung lagi

Maka saya berdiri disini bersama ulama-ulama ini insya Allah haq, yang ikhlas menyampaikan kebenaran.
12. Ustad Bachtiar Nasir (AQL – Ketua GNPF MUI)
Andai persatuan yang kita gagas ini bisa kita manfaatkan untuk persatuan NKRI
Saya datang ke Bima minta revolusi. Saya suruh mereka berdiri yang sudah berumur, lalu saya suruh revolusi membersihkan rumahnya masing-masing.
Yang harus kita revolusi pertama kali dari kita adalah “Laa ilaha ilallah”
Orang yang senantiasa istiqomah pada kalimat “Laa ilaha ilallah” dalam setiap perkataan dan perilakunya. Maka akan dikelilingi malaikat.
Termasuk berjuang atas nama allah untuk menjaga NKRI. Yang pertama kali mengusulkan NKRI adalah ulama.
Revolusi paling penting adalah revolusi akhlakul karimah. Jangan pernah mau diprovokasi.
Jika ada ancaman, kejahatan, kecaman maka balaslah dengan kebaikan yang terbaik.
Itu jika diri kita yang dihina, karena memang kita berasal dari barang yang hina.
Kalau dimedsos jangan banyak keluarkan kata-kata kotor. Apapun yang terjadi setelah ini, saya dan habib yang menangungnya.
Insyallah setelah ini, umat Islam yang selama ini dikatakan anti pancasila, nkri, kebhinekaan akan justru sebaliknya yang paling menghargainya.
Wallahi jika kita melaksanakan akhlakul karimah, maka umat Islam yang akan mengharumkan nama indonesia ke tingkat internasional.
Setelah ini jangan mau dibenturkan dengan pemerintah ini.
Menurut ulama yang saya yakini. Kok pada persidangan itu, ketika ulama kita dihina kok hakim diam saja. Ternyata ada sihir yang menutup matanya.
Ada kejahatan yang tidak ingin kita semua bersatu. Itu yang datang di 212 itu semua orang marah, namun gara-gara aksi kita damai, maka menjadi simpati. Itulah akhlakul karimah.
Tapi memang sepertinya ada yang gak suka kita damai. Dari kejahatan yang dihembuskan yang tidak berani berhadapan langsung dengan kita. Ada kekuatan jika kita tidak berlindung pada yang ada di surat Annas akan terjadi pertumpahan darah.
Dan kekuatan ini berasal dari jin dan manusia. Jika tidak karena Allah, maka kita akan mudah sekali hancur.
Semoga kita masih bisa dipertemukan kelak. Jangan mau diprovokasi, jangan mau di benturkan dengan pemerintah.
13. Habib Rizieq Shihab (Imam Besar FPI)
Dzikir demi dzikir, tausiyah demi tausyiah telah kita dapatkan dari para ulama. Semoga mendapat rahmat Allah dan semakin menambah semangat keislaman kita. Sebab kita harus terus-menerus tidak boleh berhenti untuk meningkatkan ukhuwah islamiyah kita.
Kita tidak boleh bercerai berai untuk membela agama dan negara. Rentetan Aksi yang digelar umat islam termasuk aksi hari ini 112, tidak lain dan tidak lain hanya mencari ridha Allah swt.
Apapun resiko yang kita hadapi, kita tidak perlu takut. Saya pesan kepada pemimpin negara ini, jangan di maknai dengan aksi anti pancasila, anti kebhinekaan. Kita semua cinta dengan NKRI.
Dalam aksi 212 yang dihadiri para ulama, para habib, pak presiden, kapolri para umara bahkan ada dari agama lain. Itu haruslah dinamai aksi kebhinekaan. Bukan malah dituduh aksi pemecah belah.
Umat islam jangan dijadikan lawan, tapi dijadikan kawan. Siap bergandengan tangan, siap berdialog.
Ada gerakkan yang ingin memecah sehingga di pandangan pemerintah, umat Islam adalah lawan.
Jangan mau terprovokasi. Ada 3 posko FPI di bom molotov, tetap tenang jangan terprovokasi.
Kami menyampaikan ke Menkopolhukam bahwa tidak ada rencana makar, kami hanya ingin penista agama di hukum.
Dari awal kami tidak ingin aksi. Kami ingin dialog, namun sepertinya ada kekuatan yang menutupinya.
Jika dialog ini terus berlanjut, maka musuh-musuh kita akan keluar dari persembunyian.
Jangan memprovokasi ulama, jangan menjadikan ulama disana sini tersangka, agar para ulama juga dapat meredam dan menjaga umat.
Stop berfitnah meski kita telah kenyang di fitnah, di fitnah beristri 6, di fitnah berzina, di fitnah sodomi anggotanya, di fitnah serobot tanah negara.
Ustad Bachtiar Nasir sudah di gerbang tersangka. Saya sudah sejak pukul 00.00 di jadikan buron. Usai acara ini, saya siap ke polda jabar. Saya tidak akan lari.
Kenapa saya kemarin tidak hadir, karena saya berkewajiban menjaga umat. Acara ini harus berjalan dengan damai.
Namun, kami minta tidak ada rekayasa. Tidak ada rencana jahat pada ulama. Saya tidak rela satupun ustadz di GNPF MUI ditahan.
Saya ucapkan terima kasih pada bapak wiranto. Karena telah membuka pintu legal dialog. Semoga bisa diteruskan ke istana.
Semangat jihad kita tetap kita jaga, revolusi akhlak, jihad konstitusional. Insya Allah saya berusaha tidak menambahi maupun mengurangi.
Sekian. Wassalamu ‘alaikum wr.wb.
 
*Inti dari isi tausiyah para ulama : ada beberapa ulama yang belum yang intisarinya belum bisa saya tulis karena faktor teknis seperti Ustadz Salim A. Fillah, Ustadz Arifin Ilham, dsb.
 
Jazakumullah khoiron
Ttd
Zayyin Achmad
(Forum Lingkar Pena Surabaya)

Istiqlal 112 ungkap : Jangan Terprovokasi, Ada Kekuatan Asing Ingin Mengadu Domba

Lautan Massa Aksi 112 di Istiqlal Meluber ke Jalan sampai Senen dan Gambir

Masya Allah… Laa haula walaa quwwata illa billah. Sungguh Allah lah Yang Berkuasa. Walau banyak terjadi upaya penggembosan terhadap Aksi 112 (mirip saat Aksi 212, seperti pelarangan bus, penghadangan, provokasi, dan lain-lain), namun ratusan ribu Umat Islam tetap membanjiri lokasi acara Masjid Istiqlal.
Masjid Terbesar se Asia Tenggara dan Asia Timur yang punya kapasitas 200.000 jamaah ini tak bisa menampung peserta Aksi 112.
 
16649395_325579414503943_867810165032155104_n
Laporan dari peserta, jam 7 pagi sudah tak bisa lagi masuk ke Masjid Istiqlal karena penuh.
Hingga lantai lima bahkan hingga ke atap, masjid Istiqlal sudah dipenuhi oleh jemaah. Jemaah yang baru datang tak tertampung lagi di dalam.
16684249_10206164939681289_664850781393522628_n (1)
Namun jumlah jemaah yang hadir untuk mengikuti acara Aksi 112 di Masjid Istiqlal Sabtu pagi tadi terus bertambah. Banyak umat yang membawa kendaraan harus parkir cukup jauh dari masjid karena sudah tak ada tempat.
Berdasarkan pantauan di lapangan, meski hujan cukup deras, sebagian massa yang tak bisa memasuki masjid memilih bertahan di bawah hujan. Mereka mengenakan jas hujan dan payung.
Sesungguhnya Allah SWT selalu memberi pertolongan dan kemenangan atas keteguhan iman umat Islam, sehingga walau apapun hadangan penggembosan namun jamaah berduyun-duyun datang penuhi panggilan iman, seruan ulama, bela Islam.

Istiqlal 112 ungkap : Jangan Terprovokasi, Ada Kekuatan Asing Ingin Mengadu Domba

Peserta Aksi 112 Payungi Pengantin yang Akan Menikah di Gereja Katedral

Masjid Istiqlal menjadi pusat Aksi 112, kehadiran ribuan umat Islam yang mengikuti kegiatan tersebut membuat jalan di sekitar area padat. Sementara dalam waktu yang bersamaan sepasang calon pengantin beserta rombongan, terlihat menuju Gereja Katedral untuk melangsungkan upacara pernikahan.
Namun meskipun arus lalu lintas tersendat, jalanan dipadati oleh peserta aksi 112, itu tak membuat rencana pengantin itu untuk melangsungkan pernikahan menjadi terkendala. Seperti diketahui Gereja Katedral letaknya berhadap-hadapan dengan Masjid Istiqlal, tempat peserta aksi 112 berkumpul.
Karena kondisi jalan di depan Katedral penuh dipadati peseta aksi, kendaraan yang mengantar pengantin itu hanya bisa melintas hingga Lapangan Banteng. Mereka pun akhirnya berjalan kaki hingga Katedral.
Seperti dikutip dari Liputan6, melihat pasangan pengantin dan rombongannya, sebagian peserta aksi 112 berinisiatif memberi jalan dan mengawal rombongan pengantin menembus kerumanan massa yang memadati jalanan.

unduhan (6)

Rombongan pengantin juga dipayungi


“Ayo Pak, tenang kami akan kawal sampai ke depan gereja. Ayo, minggir dulu, kita beri jalan untuk saudara kita umat Nasrani yang akan melangsungkan pernikahan,” ucap salah seorang massa aksi 112.
Pengawalan dari massa aksi 112 ini mendapat respons positif dari pengantin dan rombongan. “Terima kasih ya, Pak,” ucap pengantin pria yang terlihat mengenakan jas berwarna abu-abu itu.
Tak hanya memberi jalan bagi pengantin. Karena kondisi hujan, beberapa pemuda dari Front Pembela Islam (FPI) juga memayungi pengantin dan rombongannya hingga ke depan pintu Gereja Katedral.
“Ayo buka jalan, kita tunjukkan umat Islam menjunjung toleransi,” ucap salah seorang anggota FPI yang memayungi rombongan pengantin.
099572400_1486782634-pengantenkatedralII

Pengantin dipayungi dan diantar hingga depan gereja


Sampai di halaman gereja, massa kemudian kembali ke jalan. Pengantin dan rombongannya langsung masuk ke dalam gereja untuk melangsungkan ritual pernikahan.
“Terima kasih bapak-bapak,” ucap salah seorang rombongan, kata yang lainnya.
 
Sumber : Islampos, Foto: Liputan6/okezone

Ulama Makkah Serukan Umat Islam Pilih Pemimpin Muslim

Dipimpinnya Jakarta oleh non-muslim, bukan hanya disesalkan kaum muslimin negeri ini, tetapi juga umat muslim dunia. Diantaranya, Syeikh Sulaiman Biirah, Guru Besar Ilmu Tafsir al-Quran Universitas Ummul Qura, Makkah, Arab Saudi.
“Bagaimana bisa non-muslim menjadi pemimpin Jakarta. Apakah kalian terpecah belah? Salafi, ikhwani, tabligi, sururi ?” kata Syaikh Sulaiman seraya menyindir para peserta Multaqa Ulama dan Dai Asia Tenggara Kedua, di Sentul, Bogor.
Sebab itu, Syeikh Sulaiman menyerukan umat Islam Indonesia, khususnya Jakarta untuk memilih pemimpin muslim yang baik. Jangan biarkan non-muslim menguasai kaum Muslimin.
Sensus Badan Pusat Statistik menyebutkan 85,36% atau sebanyak 8.200.796 jiwa penduduk Jakarta menganut agama Islam. Betawi juga termasuk penduduk asli jakarta yang kebanyakan muslim.
Ketua Ikatan Ulama ASEAN Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin menimpali, non-muslim menjadi pemimpin Jakarta adalah musibah.
“Kita ucapkan, qaddarallah wamaa sya’a fa’la (Allah telah menetapkan, apa yang Dia kehendaki pasti terjadi, red). Semoga ada hikmah-hikmah dari hal ini,” kata Ustadz Zaitun.
Multaqa Ulama dan Dai Asia Tenggara Kedua diselenggarakan oleh Yayasan Al Manarah Jakarta bersama Ikatan Ulama Asia Tenggara, di Sentul, Bogor, Jawa Barat. Acara tersebut diikuti para ulama dan dai dari negara-negara ASEAN.