by Danu Wijaya danuw | Oct 19, 2017 | Artikel, Konsultasi, Konsultasi Keluarga
TANYA : Ustad, apakah janin yang berusia 13 minggu (3 bulanan) sudah ditiupkan ruh? Jika keguguran, bagaimana cara menguburnya?
Jawab : Dalam hadis dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan tentang proses penciptaan manusia dalam rahim ibunya,
إنَّ أَحَدَكُم يُجْمَعُ خلقُهُ فِيْ بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً مِثلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ، وَأَجَلِهِ، وَعَمَلِهِ، وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ
“Sesungguhnya kalian dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya selama 40 hari dalam bentuk nuthfah (zigot), kemudian menjadi ‘alaqah (segumpal darah) selama 40 hari pula. Kemudian menjadi mudhghah (segumpal daging) selama itu pula. Kemudian diutus seorang malaikat kepadanya untuk meniupkan ruh kepadanya, dan ditetapkan empat takdir, takdir rezekinya, ajalnya, amalnya, dan celaka ataukah bahagianya.” (HR. Ahmad 3624 & Muslim 6893)
Hadis ini yang menjadi acuan para ulama bahwa janin baru berstatus sebagai manusia ketika berusia 120 hari (4 bulan) ke atas, setelah ditiupkan ruh. Karena itu, hukum yang berlaku bagi janin yang mengalami keguguran dirinci sebagai berikut,
[1] Jika janin belum berusia 4 bulan, maka tidak disikapi sebagaimana manusia. Sehingga tidak perlu dimandikan, dikafani, maupun dishalati. Dan dia bisa dikubur ditempat manapun yang penting tidak mengganggu.
Tidak ada upacara maupun prosesi apapun dalam menanganinya. Seperti menguburkan ari-ari atau bagian anggota tubuh manusia lainnya yang telah lepas dari badan.
Dalam Fatwanya, Lajnah Daimah menyatakan,
إذا لم يتم له أربعة أشهر فإنه لا يغسل ولا يصلى عليه ولا يسمَّى ولا يعق عنه ؛ لأنه لم ينفخ فيه الروح
Jika usia janin belum genap 4 bulan, maka tidak dimandikan, tidak dishalati, tidak diberi nama, dan tidak diaqiqahi. Karena janinnya belum ditiupkan ruh. (Fatawa Lajnah Daimah, 8/408)
[2] jika janin keguguran setelah berusia 4 bulan ke atas, maka dia disikapi sebagaimana manusia. Harus dimandikan, dikafani, boleh dishalati, dan dimakamkan dipemakaman kaum muslimin.
Imam Ibnu Utsaimin menjelaskan,
ما سقط قبل تمام أربعة أشهر : فهذا ليس له عقيقة ، ولا يسمَّى ولا يصلَّى عليه ، ويدفن في أي مكان من الأرض . وأما بعد أربعة أشهر فهذا قد نفخت فيه الروح ، هذا يسمى ويغسل ويكفن ويُصلى عليه ويدفن مع المسلمين
Janin keguguran sebelum sempurna 4 bulan, tidak ada aqiqah, tidak diberi nama, tidak dishalati, dan dikuburkan di tempat manapun. Sementara yang keguguran setelah 4 bulan, janin ini telah ditiupkan ruh, sehingga jenazahnya diberi nama, dimandikan, dikafani, boleh dishalati, dan dimakamkan bersama kaum muslimin lainnya. (Majmu’ Fatawa Ibnu Utsaimin, 25/229).
Menyimpulkan penjelasan di atas, untuk janin usia 13 minggu, belum genap 4 bulan, sehingga belum ditiupkan ruh. Karena itu, dia bisa dikuburkan di tempat manapun selama tidak mengganggu. Allahu a’lam
Sumber : Konsultasi Syariah
by Danu Wijaya danuw | Oct 19, 2017 | Artikel, Dakwah
SAHABAT Nabi terkenal sebagai orang-orang yang selalu menjaga shalat berjamaah. Dengan begitu mereka berarti selalu shalat tepat di awal waktu.
Pernah pada suatu hari Sayyidina Umar bin Khattab pergi ke kebun kurma miliknya. Namun ketika pulang, ia mendapati sejumlah orang telah rampung menunaikan shalat Ashar.
Sontak mulut Sayyidina Umar berucap, “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, aku ketinggalan shalat berjamaah!”
Khalifah kedua ini kecewa bukan main, lantaran tak sempat menunaikan shalat jamaah bersama mereka. Sebagai pelunasan atas rasa bersalahnya ini, ia pun melontarkan sebuah pengumuman di hadapan mereka.
“Saksikanlah, mulai sekarang aku sedekahkan kebunku untuk orang-orang miskin,” ujar pemimpin berjuluk al-Faruq ini.
Umar merelakan kebun kurma lepas dari kepemilikannya, sebagai kafarat atas keterlambatannya melaksanakan shalat jamaah.
Kisah ini diriwayatkan ‘Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma seperti tertuang dalam kitab Anîsul Mu’minîn karya Shafuk Sa’dullah al-Mukhtar.
Sebenarnya, tak ada kewajiban bagi umat Islam untuk menghibahkan kekayaan sebesar itu ‘hanya’ gara-gara telat shalat berjamaah. Namun Umar melakukan hal itu lantaran kecintaannya yang mendalam terhadap aktivitas ibadah.
Sikap Sayyidina Umar tersebut secara tersirat juga mencerminkan kezuhudan dalam dirinya. Lebih dari sekadar ketertarikan atas pahala berlipat dari sembahyang jamaah.
Keputusan ‘ekstremnya’ itu menjadi penanda bahwa hatinya tak begitu terikat dengan kemewahan harta benda.
Hibah kebun kurma kepada kaum miskin, bagi Sayyidina Umar, adalah setimpal atau bahkan terlalu kecil untuk sebuah ‘keteledoran’ yang membuatnya telat shalat jamaah. Wallahu a‘lam.
by Danu Wijaya danuw | Oct 17, 2017 | Artikel, Berita, Nasional
Jakarta – Pidato perdana Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta mencantumkan kata ‘pribumi’ dan menuai kontroversi. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai pidato Anies dalam konteks sejarah kolonialisme dan bukan terkait rasisme.
“Kita lihat konteksnya. Pidatonya bicara tentang kolonial, dalam jaman kolonial. Gini, konteksnya kan sejarah dia menceritakan. Jadi jangan hanya cut satu kata, dalam konteks apa dia bicara,” kata JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (17/10/2017).
Menurutnya, Anies berbicara dalam konteks kolonial. Karena itu, masyarakat diminta untuk bangkit dan tidak bersikap diskriminatif.
“Dia bicara dalam konteks sejarah. Kalian bisa (dengar) ulang. Pada zaman kolonial pribumi terpuruk, sekarang jangan lagi, harus maju,” ucapnya.
“Jadi dia bicara konteks sejarah tidak bicara konteks diskriminatif. Dulu diskriminatif, sekarang jangan. Kalau kita mau balik dia punya perkataan kan,” sambungnya.
Sebelumnya, Anies menjelaskan konteks pidato yang tengah ramai diperbincangkan di media sosial itu. Anies menyebut apa yang dia sampaikan itu terkait dengan masa penjajahan.
Hal yang menjadi heboh di media sosial adalah bagian pernyataan Anies yang berbunyi “Dulu kita semua pribumi ditindas dan dikalahkan. Kini telah merdeka, kini saatnya menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Jangan sampai Jakarta ini seperti yang dituliskan pepatah Madura. Itik telor, ayam singerimi. Itik yang bertelor, ayam yang mengerami”.
Berbagai media memotong kalimat pribumi dalam pidato lengkapnya, terutama media pendukung ahok. Anies pun mengklarifikasi konteks dalam pernyataan tersebut.
“Itu pada konteks pada era penjajahan. Karena saya menulisnya juga pada zaman penjajahan dulu karena Jakarta itu kota yang paling merasakan penjajahan Belanda,” kata Anies.
Anies menyesalkan berbagai pihak yang terpancing isu dari pemotongan kata oleh media.
“Pokoknya itu digunakan untuk menjelaskan era kolonial Belanda. Jadi anda baca teks itu bicara era kolonial Belanda, ” jelas Anies lagi.
Ibarat Anies menjelaskan sebagai dosen yang sekaligus rektor, namun ditangkap orang awam dan didengar mahasiswa tidur. Jadi begini salah artian.
Disadur : Detik
by Danu Wijaya danuw | Oct 14, 2017 | Artikel, Berita, Internasional
Dua faksi Palestina yang selama ini berselisih yaitu, Hamas dan Fatah akhirnya telah menandatangani kesepakatan rekonsiliasi di Kairo, Mesir, Kamis (12/10).
Pihak penengah Mesir mengatakan Otorita Palestina yang didominasi Fatah akan mengambil alih tanggung jawab administrasi sepenuhnya Jalur Gaza dari Hamas terhitung mulai 1 Desember mendatang.
Sementara pintu perlintasan Rafah dari Gaza ke Mesir akan segera diserahkan kepada pemerintah bersatu Palestina.
Kesepakatan ditandatangani oleh pemimpin delegasi Fatah, Azzam al-Ahmad, dan pemimpin tim perunding Hamas, Saleh Arouri, dengan disaksikan oleh Kepala Dinas Intelijen Mesir, Khaled Fawzi.
Hamas dan Fatah ‘capai kesepakatan’ dalam pertemuan di Kairo. Perdana Menteri Palestina, Hamdallah juga mengunjungi Gaza yang selama ini dikuasai Hamas.
Kedua faksi yang bersengketa sejak tahun 2007 antara Hamas berkuasa di Gaza dan Fatah yang memerintah di Tepi Barat menyambut baik kesepakatan yang disebut sebgai terobosan besar.
Hamas merebut kemenangan dalam pemilihan parlemen tahun 2006 dan menegakkan kekuasaannya dengan mengusir Fatah dari Gaza.
Beberapa warga di Gaza yang sebagian besar pendukung Hamas merayakan kesepakatan rekonsiliasi di Kairo dengan menyalakan kembang api dan mengibarkan bendera Palestina.
Warga Palestina yang tinggal di Gaza berharap rekonsiliasi yang disepakati di Kairo juga bisa memperbaiki situasi kemanusiaan di sana, yang tergantung pada bantuan pangan karena pembatasan dan blokade oleh Israel.
Sejak tahun 2006, Israel dan Mesir memperlakukan blokade laut dan darat atas Gaza untuk mencegah serangan dari militan yang berada di Gaza, yang mendapat dukungan dari kelompok Hamas, yang memang menyerukan penghancuran negara Israel.
Blokade yang menyebabkan kekurangan listrik dan bahan bakar di wilayah tersebut.
Israel dengan tegas menentang keterlibatan Hamas dalam Otoritas Palestina dan mengatakan tidak akan berhubungan dengan Palestina yang terdiri dari kelompok garis keras Hamas.
Beberapa pemerintahan dunia seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Uni Eropa memang telah menetapkan Hamas secara keseluruhan atau terbatas sebagai kelompok teroris atas pesanan Israel. Namun Hamas sendiri menjunjung tinggi perdamaian dan tidak pernah memulai perang.
Sumber : BBC
by Danu Wijaya danuw | Oct 14, 2017 | Artikel, Kisah Sahabat
ABU Hurairah adalah salah satu sahabat Nabi yang masuk Islam sesudah masa hijrah. Kecintaannya pada kebenaran telah membawanya kepada Islam setelah perang khaibar, pada tahun 7 Hijriyah sehingga menuntunya untuk bersahadat dihadapan Nabi Muhammad SAW.
Abu Hurairah berjumpa dengan Rasulullah hanya dalam kurun waktu yang cukup singkat. Selama empat tahun. Namun empat tahun ini tidak disia-siakannya. Ia pergunakan waktu tersebut untuk menjadi pelayan Rasulullah SAW dan dengan setia mengikuti kemana saja Rasulullah pergi.
Abu Hurairah tak pernah absen dari majlis yang Rasulullah laksanakan. Abu Hurairah tidak hanya belajar langsung dari sumbernya, namun juga merekam kata demi kata yang terucap dari mulut Nabi SAW. Ia juga menyimpan setiap momen persoalan yang Rasulullah selesaikan. Dimana nantinya akan berguna jika terjadi permasalahan yang sama.
Sebenarnya ada satu keistimewaan yang dimiliki oleh Abu Hurairah tetapi tidak dimiliki oleh sahabat yang lain. Abu Hurairah terkenal dengan ingatannya yang kuat.
Abu Hurairah bisa mengingat dengan mudah, termasuk semua perkataan dengan detil betapapun panjangnya. Dan ingatan itu bisa ia pertahankan hingga akhir hayatnya. Subhanallah sungguh karunia yang patut disyukuri oleh siapapun yang memperolehnya.
Abu Hurairah sadar bahwa ia amat tertinggal oleh sahabat lain yang sudah masuk Islam lebih dulu. Padahal ia begitu mencintai kebenaran, begitu mencintai Nabi SAW dan begitu mencintai dakwah. Ia ingin memberi andil dalam perjuangan Islam sesuai dengan apa yang ia mampu.
Namun, kesempatan berjihad di jalan Allah tidak selalu tersedia, lagipula semua sahabatpun mampu melakukannya. Berinfak dijalan Allah pun tidak selalu bisa ia lakukan, karena ia hanya seorang yang miskin yang tidak memiliki kebun, ternak maupun perniagaan.
Maka ia memutuskan untuk menjadi jalan dakwah dengan menjadi penyambung dakwah Nabi. Ia akan menyampaikan segala sesuatu yang didengar, dilihat dan dipahaminya dari segala sisi kehidupan Rasulullah SAW.
“Aku bukan lelaki yang kaya yang memiliki banyak kebun, pertanian dan peternakan sebagaimana kebanyakan lelaki dari kaum Anshor,” kata Abu Hurairah pada suatu ketika.
“Dan aku bukanlah seorang lelaki kaya yang memiliki banyak bisnis perniagaan seperti yang dimiliki oleh kebanyakan kaum muhajirin,” lanjutnya.
“Maka aku memiliki waktu yang lebih banyak dari mereka untuk bisa menghadiri majlis-majlis Nabi, selalu ada di dekat Nabi, di saat mereka sedang absent atau sedang dalam kesibukan. Dan aku bisa mengingat dengan sangat baik apa-apa yang Rasul tunjukan, katakan dan jelaskan,” jawab Abu Hurairah ketika ada orang yang mempertanyakan bagaimana bisa ia memiliki perbendaharaan hadits yang begitu banyak, hingga melebihi apa yang dimiliki oleh mereka yang masuk Islam lebih dulu.
Pada suatu ketika, bertahun-tahun setelah Rasul wafat dan kekhalifahan telah diganti oleh beberapa sahabat Nabi, Marwan bin Hakam yang hidup pada masa kekhalifahan Bani Umayyah bermaksud menguji ingatan Abu Hurairah. Ia diminta untuk menyebutkan beberapa Hadits yang diketahuinya, dan tanpa sepengetahuan Abu Hurairah seseorang pencatat menuliskan apa yang ia ucapkan.
Setelah setahun berlalu, Marwan kembali memanggil Abu Hurairah dan memintanya untuk menyampaikan sejumlah hadits yang sama seperti tahun lalu. Ternyata, Abu Hurairah menyebutkan hadits-hadits itu dalam susunan kata yang sama persis dengan yang ia sampaikan setahun lalu. Maka khalifah Marwan pun semakin yakin bahwa Abu Hurairah memiliki ingatan yang sangat kuat.
Abu Hurairah tidak hanya dikaruniai ingatan yang kuat, tetapi Allah juga memberinya umur yang panjang, yaitu kurang lebih 78 tahun. Dia hidup hampir 50 tahun selepas wafatnya Nabi dan melewati berbagai macam masa pemerintahan Islam.
Tetapi satu yang tak pernah berubah. Ia terus memberikan andil bagi umat Islam yaitu dengan menyampaikan hadits-hadits Rasulullah SAW. Semoga Allah meridhainya.
Sumber: Ummi Online
by Danu Wijaya danuw | Oct 14, 2017 | Artikel, Berita, Nasional
BANDA ACEH – Wakil Perdana Menteri (PM) Turki, Fikri Isik, menyampaikan ceramahnya di depan ribuan jamaah usai shalat Jumat di Masjid Raya Baiturrahman, Jumat (13/10/2017).
Banyak jamaah yang dibuat merinding gara-gara ceramah Wakil PM Turki itu.
Hingga beberapa kali, para jamaah memekikkah Allahu Akbar secara serentak, di sela-sela ceramah itu.
Fikri Isik menyampaikan ceramahnya dalam bahasa Turki lalu diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh penerjemah.
Dalam sambutannya itu, Isik menyampaikan kedekatan Aceh dengan Turki yang terjali ratusan tahun sebelumnya.
“Apa yang telah dilakukan kakek kami terdahulu kepada Aceh, insya Allah kami akan berusaha mengikuti jejak kakek kami,” kata Isik.
“Allahu akbar, Allahu akbar!,” pekik para jamaah.
Ia menyampaikan, kesulitan yang dihadapi bersama telah mempersatukan kita semua.
“Kami juga mengetahui kepedulian dukungan rakyat Aceh di saat upaya kudeta di Turki satu tahun lalu,” sebutnya.
“Kita seperti susunan bata, demi tercipta kedamaian, kita akan terus bekerjasama. Terima kasih atas sambutan hangat seluruh masyarakat Aceh dan Gubernur Aceh,” pungkasnya
Agenda Wakil PM Turki di Aceh
Wakil Perdana Menteri (PM) Turki, Fikri Isik, dijadwalkan akan mengunjungi Aceh, jumat (13/10/2017) sebagai kunjungan balasan atas kedatangan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf ke Turki akhir bulan lalu.
Fikri Isik dan rombongan tiba melalui Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang pada pukul 11.00 WIB yang dijemput langsung oleh gubernur Aceh.
“Beliau datang ke Aceh setelah melakukan permintaan khusus kepada Presiden RI, Joko Widodo untuk mengunjungi Aceh,” kata Mulyadi Nurdin.
Kemudian Fikri Isik dan rombongan menunaikan shalat Jumat di Masjid Raya Baiturrahman Aceh. “Usai shalat Jumat, Wakil PM Turki akan memberikan sambutan di hadapan para jamaah,” sebutnya.
Setelah itu, dijadwalkan, Fikri Isik bersama rombongan melakukan pertemuan dengan Gubernur Aceh di Pendopo.
“Kemudian mengunjungi Museum Tsunami Aceh, perumahan Turki, makam Tengku Salahuddin di Bitay, serta kompleks Istanbul Orphenage Complex,” pungkas Mulyadi Nurdin
Sumber : SerambiNews