0878 8077 4762 [email protected]

Masya Allah, Secara Medis, Ini Manfaat Shalat Dhuha

SHALAT dhuha dikerjakan ketika matahari mulai terbit. Umumnya orang-orang mengerjakan shalat ini sebelum menjalankan aktivitas yang padat. Sehingga shalat ini bisa dibilang sebagai persiapan awal seseorang melakukan kegiatan yang penuh tantangan.
Selain bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan rohani seseorang, ternyata shalat duha ini juga bermanfaat untuk kesehatan. Pasalnya, dalam sholat dhuha terdapat beberapa gerakan yang bisa dimanfaatkan sebagai salah satu kegiatan dalam berolahraga. Maka, manfaat sholat dhuha terlihat jelas sekali bagi kesehatan.
Dr. Ebrahim Kazim, seorang dokter peneliti, serta direktur dari Trinidad Islamic Academy menyatakan, “Repeated and regular movements of the body during prayers improve muscle tone and power, tendon strength, joint flexibility and the cardio-vascular reserve.”
Gerakan teratur dari shalat menguatkan otot berserta tendonnya, sendi serta berefek luar biasa terhadap sistem kardiovaskular.
Bedanya dengan olah raga biasa adalah memiliki pahala yang luar biasa jika dikerjakan. Seperti yang diriwayatkan Buraidah r.a. bahwa Rasulullah Saw. bersabda,
“Dalam tubuh manusia terdapat 360 persendian, dan ia wajib bersedekah untuk tiap persendiannya.” Para sahabat bertanya, “Siapa yang sanggup, wahai Rasulullah?”
Beliau menjawab, “Ludah dalam masjid yang dipendamnya atau sesuatu yang disingkirkannya dari jalan. Jika ia tidak mampu, maka dua rakaat Dhuha sudah mencukupinya.” (HR Ahmad dan Abu Dawud).
Shalat Dhuha tidak hanya berguna untuk mempersiapkan diri menghadapi hari dengan rangkaian gerakan teraturnya, tapi juga menangkal stress yang mungkin timbul dalam kegiatan sehari-hari.
Hal ini sesuai dengan keterangan dr. Ebrahim Kazim tentang shalat, yaitu, “Simultaneously, tension is relieved in the mind due to the spiritual component, assisted by the secretion of enkephalins, endorphins, dynorphins, and others.
Ada ketegangan yang lenyap karena tubuh secara fisiologis mengeluarkan zat-zat seperti enkefalin dan endorphin. Zat ini sejenis morfin, termasuk opiate. Efek keduanya juga tidak berbeda dengan opiate lainnya. Bedanya, zat ini alami, diproduksi sendiri oleh tubuh, sehingga lebih bermanfaat dan terkontrol.
Jika barang-barang terlarang macam morfin bisa memberi rasa senang, yang kemudian mengakibatkan ketagihan disertai segala efek negatifnya. Namun, endorphin dan enkefalin ini tidak. Ia memberi rasa bahagia, lega, tenang, rileks, secara alami.
Menjadikan seseorang tampak ebih optimis, hangat, menyenangkan, serta seolah menebarkan aura ini kepada lingkungan di sekelilingnya.
 
Sumber : IslamMedical

Usai Bikin Video Rohingya, Gelar Ratu Kecantikan Myanmar Dicabut

Seorang ratu kecantikan Myanmar harus kehilangan gelarnya setelah mengunggah video yang menuduh militan muslim Rohingya telah melakukan kekerasan komunal di negara bagian Rakhine.
Dalam sebuah video yang diunggah di akun Facebook-nya pekan lalu, Miss Grand Myanmar, Shwe Eain Si menuduh militan Rohingya sengaja mengatur adanya kampanye media untuk mengelabui dunia agar beranggapan Rohingya adalah orang-orang tertindas.
Video tersebut menampilkan Swe Eain Si yang berbicara di depan kamera dengan diselingi gambar grafis orang-orang berlumuran darah di wajah mereka, dan bayi telanjang dalam video yang menampilkan kelompok militan Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA).
Diberitakan Straits Times, Rabu, 4 Oktober 2017, pada hari Minggu kemarin, firma di balik kontes kecantikan mengumumkan gelar kecantikan Shwe Eain dicabut, karena melanggar peraturan kontrak. Firma itu juga menilai bahwa Shwe Eain Si gagal memproyeksikan citra yang layak.
Dalam video yang diunggah Eain Si, ia menuturkan gerilyawan ARSA adalah “para perintis terorisme dan aksi kekerasan”.
Ia juga menyebut warga sipil pendukung ARSA melakukan kampanye besar-besaran di media massa sehingga gerombolan itu dianggap sebagai reaksi atas penindasan militer Myanmar.
“Pergerakan bergaya kekhalifahan oleh ARSA sudah melewati batas,” ungkapnya dalam video tersebut.
Namun, dalam video itu, Eain Si tak menyebut beragam aksi kekerasan militer Myanmar terhadap Rohingya.
Ia menegaskan, dirinya tak melangar kode etik atau peraturan apa pun ketika beropini melalui video tersebut.
“Aku membuat video yang menceritakan bagaimana gerombolan ARSA mengumbar teror di wilayah Rakhine. Itu memang benar terjadi, dan tak ada peraturan apa pun yang kulanggar,” terangnya.
Menurutnya, sebagai Miss Grand Myanmar, ia mempunyai tanggung jawab untuk mempromosikan kebenaran yang terjadi di negerinya.
“Dengan memanfaatkan kepopuleranku, aku mempunyai tanggung jawab kepada publik untuk menyiarkan kebenaran yang terjadi di negaraku sendiri,” tandasnya.
Namun dirinya serta manajer yang mengurusnya tampak menyesal ketika gelar Miss Grand Myanmar telah dicabut
 
Sumber : Viva/TRTWorld

Dulu Tampil Seksi, Sekarang Artis Ini Berhijab Syari Setelah Menikah

Ingat dengan artis cantik Poppy Bunga? Namanya sempat begitu dikenal di era tahun 2000an. Poppy merupakan artis berkebangsaan Indonesia kelahiran 26 Oktober 1991.
Poppy mengawali karirnya ketika ia menjadi finalis dari Cover Girl Aneka pada tahun 2004. Ia kemudian terjun ke dunia akting pada tahun yang sama. Semenjak itu, Poppy pun meraih kesuksesan dengan membintangi banyak sinetron.
Ia beberapa kali didapuk sebagai pemeran utama. Selain sukses di dunia akting, Poppy juga terkenal sebagai artis wanita yang kerap tampil berani. Poppy kerap tampil dengan warna rambut yang dicat terang dan baju-baju seksi yang terbuka.
Ia bahkan pernah membuat kulitnya dihiasi oleh tato, sebut saja di bagian punggung dan pinggulnya sebelah kiri. Poppy juga dikenal sempat berganti-ganti pasangan. Namun dari sekian banyak pria tersebut, tak ada satupun yang berhasil bertahan lama menjadi kekasih Poppy.
Hingga pada akhirnya di tahun 2013, Poppy resmi melepas masa lajangnya. Poppy menikah dengan seorang pria bernama Muhammad Fattah Riphat.
Semenjak menikah, Poppy mulai jarang terlihat lagi wira-wiri di layar kaca. Ia lebih memilih untuk sibuk mengurus rumah tangga dan keluarganya.
Penampilan Poppy pun mulai berubah ketika ia menjadi istri Fattah. Jika dulu ia kerap tampil seksi dengan baju-baju terbuka, kini Poppy lebih nyaman dengan busana tertutup dan menggunaka hijab dalam kesehariannya.
Perubahan drastis Poppy tersebut terjadi selepas ia melahirkan anak pertamanya pada 9 Juni 2014. Poppy dikarunia seorang putri cantik yang ia beri nama Khanza Aliyah Riphat.
Fattah suami Poppy merupakan seorang pengusaha dan juga pengacara, bekerja sampingan menjadi sopir taksi uber. Ia pun hanya mengambil penumpang yang kebetulan sejalur dengan tujuaanya ketika hendak berpergian.
Punya tiga mobil di rumah, Fattah mengaku mendaftarkan semuanya ke taksi online Uber. Sehari-hari, Riphat mengendarai sedan Mercedes yang juga difungsikan sebagai taksi Uber.
Poppy sendiri mengaku santai saja dengan pekerjaan sampingan suaminya tersebut, karena memang dilakukan hanya untuk seru-seruan saja.
Sementara itu, di akun Instagram miliknya, @poppybungariphat, kehidupan keluarga kecil Poppy terlihat amat bahagia.
Putri kecilnya sudah menjadi balita cantik yang menggemaskan. Ia pun sering kali membagikan momen-momen ketika ia bersama keluarga kecilnya.
 
Sumber : Tribunnews

Inilah Pandangan Islam Tentang Arisan

Arisan. Budaya yang sepertinya sudah sangat akrab dalam kehidupan sehari-hari terutama di kalangan ibu-ibu.
Namun, seiring berjalannya waktu, arisanpun kini telah banyak bergeser dari makna awalnya.
Dari yang tadinya hanya perkumpulan untuk mengumpulkan uang, menjadi ajang untuk memamerkan barang branded yang dibawanya, terutama di arisan para sosialita.
Dilansir oleh Daily Muslim, dalam Islam, memberikan piutang dengan pengembalian yang dilebihkan diharamkan dan dikenal dengan nama riba.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam,
كُلُّ قَرْضٍ جَرَّ مَنْفَعَةً فَهُوَ رِبًا
“Setiap piutang yang menarik suatu manfaat, hal itu adalah riba,”1 (Lihat kitab Asna al-Mathalib hlm. 240, al- Ghammaz ‘ala al-Lammaz hlm. 173, dan Tamyiz al-Khabits min ath-Thayyib hlm. 124).
Sedangkan dalam arisan, sama saja kita dipinjami uang oleh ibu-ibu yang lain yang belum mendapat giliran untuk menang, namun tidak terdapat unsur riba. Karena kita tetap membayar jumlah yang sama untuk piutang tersebut dan tidak ada yang dilebihkan.
Berikut ini adalah fatwa Ibnu Baz bersama Haiat Kibar al-‘Ulama (Dewan Ulama Besar Kerajaan Arab Saudi) yang dipimpinnya dan Ibnu ‘Utsaimin. Berikut kutipan fatwa mereka:
Al-Imam Ibnu Baz rahimahumullah ditanya mengenai hukum arisan. Menurutnya, Arisan adalah piutang yang tidak mengandung syarat memberi tambahan manfaat kepada siapa pun.
Majelis Haiat Kibar al-‘Ulama telah mempelajari masalah ini dan mayoritas mereka membolehkannya mengingat adanya maslahat untuk seluruh peserta arisan tanpa mengandung mudarat. Hanya Allah Subhaanahu wa ta’ala yang memberi taufik.
Dari pemaparan di atas, dapat kita simpulkan bahwa dalam sistem arisan tidak ditemukan adanya riba, sehingga arisan dibolehkan, karena setiap orang tidak menarik manfaat atau keuntungan dari uang yang dikumpulkannya dalam arisan tersebut.
Yang menjadi mudharat dari arisan ini adalah ketika arisan menjadi ajang pamer, pertemuan dengan para wanita lainnya seringkali dianggap sebagai ajang untuk menunjukkan status sosial. Misalnya dengan membawa barang branded ataupun mengenakan perhiasan berlebihan saat berkumpul arisan untuk mendapat pujian dari ibu-ibu lainnya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya:
“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri,” (QS. Luqman:18).
Selain kesombongan, perilaku demikian juga akan menyebabkan kita menjadi kufur nikmat, ketika kita melihat orang lain dengan banyak perhiasan dan barang bermerek.
Pada akhirnya, kita ingin juga memiliki benda-benda tersebut meski tidak sungguh-sungguh membutuhkannya, dan hanya akan membuat kita lupa bahwa sebenarnya kehidupan kita sudah tercukupi meski tidak membeli barang-barang tersebut. Kita jadi lupa untuk bersyukur. Naudzubillah. Mari niatkan kembali arisan sebagai kebaikan silaturahim.
 
Sumber : Inspiradata/DailyMuslim

10 Sahabat Yang Dijamin Masuk Surga

Rasulullah shalallahu alaihi wassalam mempunyai sahabat-sahabat terbaik yang dijamin masuk surga yang abadi karena keistimewaan dan perjuangan mereka. Dijuluki Asratul Kiraam. Dan itu semua menambah kemuliaan mereka. Dalam firman-Nya dijelaskan,
Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridho kepada mereka dengan mereka dan mereka ridho kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung.” (Qs At-Taubah : 100)
Berikut ini 10 orang sahabat Rasul yang dijamin masuk surga
1. Abu Bakar Siddiq ra.
Beliau adalah khalifah pertama sesudah wafatnya Rasulullah Saw (632-634) selama 2 tahun. Selain itu Abu bakar juga merupakan laki-laki pertama yang masuk Islam, pengorbanan dan keberanian beliau tercatat dalam sejarah, bahkan juga didalam Quran (Surah At-Taubah ayat ke-40)
Abu Bakar adalah ayah dari Aisyah, istri Nabi Muhammad saw. Rasulullah memberinya gelar Ash-Shiddiq (artinya ‘yang berkata benar’) setelah Abu Bakar membenarkan peristiwa Isra Miraj, sehingga lebih dikenal “Abu Bakar ash-Shiddiq”. Abu Bakar Shiddiq dikenal selalu dekat dan menemani perjuangan Rasulullah termasuk ketika menemani Hijrah ke Madinah. Beliau meninggal dalam umur 63 tahun, dikuburkan disamping Rasulullah. Dari beliau diriwayatkan 142 hadits.
2. Umar Bin Khatab ra.
Beliau adalah khalifah kedua sesudah Abu Bakar (634-644) selama 10 tahun. Umar termasuk salah seorang yang sangat dikasihi oleh Nabi Muhammad Saw semasa hidupnya. Sebelum memeluk Islam, Beliau merupakan musuh yang paling ditakuti oleh kaum Muslimin. Namun semenjak ia bersyahadat dihadapan Rasul (tahun keenam sesudah Muhammad diangkat sebagai Nabi Allah), ia menjadi salah satu benteng Islam yang mampu menyurutkan perlawanan kaum Quraish terhadap diri Nabi dan sahabat.
Dizaman kekhalifahannya, Islam berkembang seluas-luasnya dari Timur hingga ke Barat, kerajaan Persia dan Romawi Timur dapat ditaklukkannya dalam waktu hanya satu tahun. Islam mengambil alih Mesopotamia dan sebagian Persia dari tangan dinasti Sassanid dari Persia (yang mengakhiri masa kekaisaran sassanid) serta mengambil alih Mesir, Palestina, Syria, Afrika Utara dan Armenia dari kekaisaran Romawi (Byzantium).
Umar memiliki julukan yang diberikan oleh Muhammad yaitu Al-Faruk (berarti orang yang bisa memisahkan antara kebenaran dan kebatilan). Beliau meninggal dalam umur 64 tahun, karena dibunuh orang majusi, dikuburkan berdekatan dengan Abu Bakar dan Rasulullah dibekas rumah Aisyah yang sekarang terletak didalam masjid Nabawi di Madinah.
3. Usman Bin Affan ra.
Beliau adalah khalifah ketiga sesudah Umar bin Khattab (644-656) selama 12 tahun. Pada masa kekhalifahannya berhasil membukukan Al Qur’an yang dinamakan Mushaf Ustmani.
Utsman bin Affan adalah seorang yang saudagar yang kaya dan dermawan. Selain itu sahabat nabi yang satu ini memiliki sifat yang sangat pemalu.
Ia mendapat julukan Dzunnurain, (yang berarti yang memiliki dua cahaya). Julukan ini didapat karena Utsman telah menikahi puteri kedua dan ketiga dari Rasullah Saw yaitu Ruqayah dan Ummu Kaltsum. Beliau meninggal dalam umur 82 tahun (ada yang meriwayatkan 88 tahun) dan dikuburkan di Baqi’.
4. Ali Bin Abi Thalib ra.
Merupakan khalifah keempat sesudah Ustman (656-661) yang memerintah selama 6 tahun. Beliau terkenal dengan siasat perang dan ilmu pengetahuan yang tinggi.
Ali bin Abi Thalib merupakan keponakan Rasulullah yang masuk islam sejak usia 8 tahun. Beliau sudah mengikuti Rasulullah sejak kecil sampai diangkat menjadi Rasulullah. Ali menikahi puteri Rasul bernama Fatimah Az Zahra. Ali bin Abi Thalib meninggal dalam umur 64 tahun dan dikuburkan di Koufah, Irak sekarang.
5. Thalhah Bin Abdullah ra.
Masuk Islam dengan perantaraan Abu Bakar Siddiq ra, Ia selalu aktif disetiap peperangan selain Perang Badar. Didalam perang Uhud, beliaulah yang gagah mempertahankan keselamatan Rasulullah Saw sehingga terhindar dari mata pedang musuh, sehingga putus jari-jari beliau.
Thalhah Bin Abdullah gugur dalam Perang Jamal dimasa pemerintahan Ali Bin Abi Thalib dalam usia 64 tahun, dan dimakamkan di Basrah.
6. Zubair Bin Awaam
Memeluk Islam juga karena Abu Bakar Siddiq ra, ikut berhijrah sebanyak dua kali ke Habasyah dan mengikuti semua peperangan. Ia adalah orang yang pertama kali menghunus pedangnya di perang fi sabilillah ketika pertamakali Rasulullah diganggu.
Zubair disebut Hawaryy Rasulullah saw (Teman setia Rasulullah), karena selalu merespon lebih dahulu setiap peperangan yang Rasulullah tanyakan. Beliau pun gugur dalam perang Jamal dimasa Ali dan dikuburkan di Basrah pada umur 64 tahun.
7. Sa’ad bin Abi Waqqas
Mengikuti Islam sejak umur 17 tahun dan mengikuti seluruh peperangan, pernah ditawan musuh, lalu ditebus oleh Rasulullah sewaktu perang Uhud. Saad masih termasuk sepupu Rasulullah dari keturunan pihak Ibu Rasulullah.
Sosoknya tidak terlalu tinggi namun bertubuh tegap dengan potongan rambut pendek. Orang-orang selalu membandingkannya dengan singa muda. Ia berasal dari keluarga bangsawan yang kaya raya dan sangat disayangi kedua orangtuanya, terutama ibunya. Meski berasal dari Makkah, ia sangat benci pada agamanya dan cara hidup yang dianut masyarakatnya. Ia membenci praktik penyembahan berhala yang membudaya di Makkah saat itu.
Penolakan kaisar Persia membuat air mata Sa’ad bercucuran. Berat baginya melakukan peperangan yang harus mengorbankan banyak nyawa. Kepahlawanan Sa’ad bin Abi Waqqas tertulis dengan tinta emas saat berhasil memenangkan pertempuran memimpin pasukan Islam melawan tentara Persia di Qadissyah. Peperangan ini merupakan salah satu peperangan terbesar umat Islam.
8. Sa’id Bin Zaid
Sa’id bin Zaid adalah salah satu sahabat penting Nabi Muhammad. Sudah Islam sejak kecilnya, mengikuti semua peperangan kecuali Perang Badar.
Ia juga dijuluki “Abu al-Aawar”. Ia lahir merupakan beberapa orang pertama yang awal masuk Islam. Said bin Zaid adalah sepupu Umar bin Khatthab ra, dan menikah dengan saudara Umar, Ummu Jamil binti Khattab.
Ia menjadi wasilah masuk Islamnya Umar bin Khattab ketika dilabrak sedang baca Al Qur’an. Said termasuk sahabat generasi terakhir yang menyaksikan penuh fitnah dimasa Bani Ummayah. Said meninggal tahun 51 H saat kekhalifahan Muawiyah bin Abi Sufyan. Saat itu ia tengah berusia lebih dari 70 tahun.
9. Abdurrahman Bin Auf
Abdurrahman bin Auf adalah sahabat yang dikenal paling kaya dan dermawan. Ia tak segan-segan mengeluarkan hartanya untuk jihad di jalan Allah. Pada waktu Perang Tabuk, Rasulullah memerintahkan kaum Muslimin untuk mengorbankan harta benda mereka. Dengan patuh Abdurrahman bin Auf memelopori dengan menyerahkan dua ratus uqiyah emas.
Ketika hijrah ke Madinah, Abdurahman bin Auf meninggalkan semua kekayaannya. Ia dipersaudarakan dengan Anshar bernama Saad bin Rabi, yang menawarkan bantuan harta serta istri. Namun semua itu ditolak, Abdurahman hanya berkata, “Tunjukkan aku letak pasar.”
Dalam waktu singkat ia berhasil memperoleh kekayaannya kembali. Bahkan sampai menyingkirkan pedagang Yahudi demi ekonomi umat Islam. Ia dijuluki ‘Sahabat Bertangan Emas’, sebab segala sesuatu yang disentuhnya menjadi kekayaan. Bahkan saking kayanya, semua penduduk Madinah sudah pernah mendapat harta Abdurahman bin Auf.
Pada saat Perang Badar meletus, Abdurrahman bin Auf turut berjihad fi sabilillah. Dalam perang itu ia berhasil menewaskan musuh-musuh Allah, di antaranya Umar bin Utsman bin Ka’ab At-Taimy. Begitu juga dalam Perang Uhud, dia tetap bertahan di samping Rasulullah ketika tentara Muslimin banyak yang meninggalkan medan perang.
Sebelumnya turut berhijrah ke Habasyah sebanyak 2 kali. Meninggal pada umur 72 tahun (ada yang meriwayatkan 75 tahun), dimakamkan di baqi’.
10. Abu Ubaidillah Bin Jarrah
Masuk Islam bersama Usman bin Math’uun. Dirinya turut berhijrah ke Habasyah pada periode kedua. Ia mengikuti semua peperangan bersama Rasulullah Saw.
Pada saat perang Uhud, ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terkena lemparan sehingga dua bulatan besi menancap di dahinya, Abu Ubaidah cepat-cepat menuju Rasulullah untuk mencabutnya dari wajah Rasulullah.
Ubaidah mengambil dengan gigi serinya salah satu bulatan besi itu, lalu mencabutnya dan jatuh ke tanah, gigi serinya pun jatuh bersamanya. Kemudian ia mengambil sepotong besi lainnya dengan gigi serinya yang lain sampai jatuh. Sejak saat itu, Abu Ubaidah di tengah khalayak dijuluki dengan Atsram (yang terpecah giginya, atau jatuh dari akarnya).
Setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat, Abu Ubaidah radhiallahu ‘anhu berjalan di bawah panji Islam. Sekali waktu ia bersama para pasukan biasa, dan pada kesempatan yang lain bersama para panglima. Sampai datanglah masa Umar radhiallahu ‘anhu, ia menjabat sebagai panglima pasukan Islam di salah satu peperangan besar di Syam. Ia mendapatkan kemenangan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam peperangan ini, hingga ia menjadi hakim dan gubernur negeri Syam, dan perintahnya ditaati.
Meninggal pada tahun 18 H di urdun (Syam) karena penyakit pes, dan dimakamkan di Urdun, Yordania yang telah dibersihkan dari paham majusi dan romawi. Sampai saat ini masih sering diziarahi oleh kaum Muslimin.
 
Sumber : Sirah Sahabat Nabi saw

China Perintahkan Muslim Xinjiang Serahkan Alquran, Sajadah dan Simbol Islam

 
XINJIANG – Aparat polisi China dilaporkan memerintahkan warga muslim di wilayah barat laut Xinjiang menyerahkan Alquran dan peralatan Shalat. Semua semua materi yang berhubungan dengan Islam juga diminta diserahkan.
Perintah polisi itu diungkap Radio Free Asia (RFA). Sasaran polisi adalah masjid dan lingkungan minoritas etnis muslim Uyghur, Kazakh dan Kyrgyz di wilayah barat laut Xinjiang. Mereka diperintahkan menyerahkan materi-materi ibadah itu atau menghadapi hukuman berat jika materi itu ditemukan dalam razia.
Laporan radio yang mengutip sumber di barat laut Xinjiang menyatakan, tindakan aparat polisi China itu merupakan bagian dari kampanye di seluruh wilayah untuk melarang materi publikasi, aktivitas keagamaan dan ajaran “ilegal” yang dituding mengandung ”konten ekstremis” dan dapat digunakan untuk tujuan terorisme.
“Pejabat di tingkat desa, kota dan distrik menyita semua Alquran dan tikar khusus (sajadah) yang digunakan untuk namaaz (salat),” kata seorang sumber warga minoritas Kazakh di prefektur Altay, dekat perbatasan dengan Kazakhstan kepada RFA.”Hampir setiap rumah tangga memiliki Alquran, dan sajadah,” ujarnya.
Awal tahun ini, pihak berwenang Xinjiang mulai menyita semua surat kabar yang mulai terbit lebih dari lima tahun yang lalu, sebagai bagian dari kampanye tersebut.
Dilxat Raxit, juru bicara kelompok Kongres Uighur Dunia, mengatakan bahwa umat Islam diinstruksikan untuk menyerahkan Alquran dan item terkait. Perintah itu, kata dia, disiarkan polisi melalui platform media sosial WeChat.
”Pengumuman tersebut mengatakan bahwa orang harus menyerahkan setiap sajadah sesuai keinginan mereka kepada pihak berwenang, dan juga materi bacaan agama, termasuk apapun yang ada simbol bulan dan bintang di atasnya,” katanya kepada RFA,yang dikutip Jumat (29/9/2017).
”Mereka meminta orang untuk menyerahkan barang-barang ini atas kemauan mereka sendiri,” papar Raxit.
Dia mengatakan ada laporan bahwa minoritas di Kashgar, Hotan dan daerah lainnya juga diberi perintah yang sama pada minggu lalu.
”Kami menerima sebuah pemberitahuan yang mengatakan bahwa setiap etnis Uyghur harus menyerahkan barang-barang yang berhubungan dengan Islam dari rumah mereka sendiri, termasuk Alquran, (buku) doa dan hal lain yang mengandung simbol agama,” kata Raxit.
”Mereka harus menyerahkan secara sukarela. Jika mereka tidak diserahkan, dan ditemukan, maka akan ada hukuman keras,” imbuh Raxit.
 
Sumber : SindoNews