0878 8077 4762 [email protected]

Usaha Israel Gagal, Palestina Resmi Jadi Anggota Interpol

 
BEIJING – Palestina dilaporkan telah resmi menjadi anggota organisasi kepolisian internasional atau Interpol. Resminya Palestina menjadi anggota Interpol menjadi bukti gagalnya upaya Isreel untuk memblokir keanggotaan Palestina di organisasi itu.
Pemungutan suara mengenai keanggotaan Palestina di organisasi itu sejatinya sempat mengalami penundaaan. Namun, pada saat pemungutan suara, lebih dari separuh anggota Interpol menyetujui keanggotaan Palestina.
“Setelah penundaan pemilihan, Palestina dipilih oleh lebih dari 75 persen anggota negara di majelis umum organisasi itu yang berlangsung di China,” kata Otoritas Palestina dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Anadolu Agency pada Rabu (27/9).
Sebelum pemungutan berlangsung, Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan, mereka terus berusaha untuk mencegah Palestina menjadi anggota Interpol. “Kami terus berjuang,” kata kemlu Israel.
Mengenai hal ini, Otoritas Palestina menyatakan histeria Israel atas pencalonan Palestina menjadi anggota Interpol dikarenakan Israel takut hal ini akan memperkuat posisi Palestina di dunia internasional.
“Histeria Israel atas keanggotaan Palestina di Interpol hanya didasarkan pada kenyataan bahwa mereka tidak menerima status negara Palestina,” ujarnya.
Israel sendiri telah menyatakan keprihatinannya bahwa Palestina dapat menyalahgunakan keanggotaan mereka dan menggunakan Interpol sebagai platform untuk melemahkan negara Yahudi tersebut, termasuk tuntutan potensial untuk mengekstradisi pejabat Israel atau melakukan tindakan hukum lainnya terhadap mereka.
 
Sumber : SindoNews

Ahli Ibadah Diazab, Bagaimana Bisa?

SERINGKALI kita mendengar suatu kisah, bahwa ternyata yang memperoleh azab Allah Subhanahu wa Ta’ala itu bukan hanya orang-orang durhaka saja. Tetapi, ahli ibadah, yang kita kagumi dan hormati juga bisa memperolehnya.
Tapi, bagaimana bisa? Bukankah ia selalu beribadah kepada Allah?
Bahwa ternyata ada beberapa alasan yang menyebabkan ahli ibadah diazab oleh Allah. Apa sajakah itu?
1. Riya’
Sifat pertama yang ternyata mampu menjerumuskan seorang ahli ibadah tetap mendapatkan azab bahkan menjadi penghuni neraka adalah karena mereka riya’.
Jadi semua amalan shaleh yang dilakukannya selama di dunia itu bukan untuk mencari ridha Allah, melainkan dilakukan, karena ingin riya’ (pamer) dan mengharapkan pujian dari manusia.
2. Mengungkit-Ungkit Kebaikan
Sifat selanjutnya yang ternyata mampu menjerumuskan ahli ibadah mendapatkan azab Allah adalah mereka yang mengungkit-ungkit ibadah.
Bahkan orang yang gemar mengungkit-ungkit kebaikan yang telah dilakukannya akan dijauhkan dari surga dan tidak akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat.
Mengungkit kebaikan juga bisa menyakiti perasaan orang lain yang ditolong dan tentu saja hal ini tidak baik bagi hubungan persaudaraan terhadap sesama.
Oleh karena itu harus dihindari karena dapat menjadi sumber kebangkrutan di hari akhir. Sifat dan karakter ini juga termasuk golongan orang-orang yang munafik.
3. Munafik
Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka …” (QS. An Nisaa’ [4]: 142)
Takutlah akan sifat munafik, karena bisa jadi hati kita disusupi karakter munafik ini. Ibnu Abi Malikah pernah mengatakan, “Aku telah menjumpai tiga puluh sahabat Nabi, seluruhnya takut akan nifak.”
Orang munafik cukup sulit dideteksi di kalangan orang beriman, karena mereka ‘menyamar’ sebagai orang beriman, bahkan mereka pun mengerjakan shalat dan merasa diri mereka seorang muslim.
Padahal mereka banyak berbuat kerusakan di muka bumi dan membuat perpecahan di kalangan umat muslim itu sendiri.
 
Sumber : Menjaga Hati, Al Malikiyah

Kelakar dan Canda Rasulullah

 
Suatu ketika melihat seorang sahabatnya sedang naik kuda, Nabi saw menegur, ”Hai, mengapa kaunaiki seekor anak kuda?
Sahabatnya itu terkejut dan menyanggah, “Bukan ya Rasulullah. Kuda saya sudah dewasa. Ini induk kuda, bukan anak  kuda.”
Nabi tertawa, “Bagaimana mungkin? Induk kuda pun anak kuda juga bukan? Apakah anak kucing?”
Sahabat itu terpingkal-pingkal setelah menyadari kebodohannya.
Pada hari yang berbeda beliau melihat seorang sahabat sedang makan kurma dalam keadaan matanya yang sebelah sakit. Nabi bertanya kaget, “Hai, sungguh mengherankan. Bagaimana caranya engkau memakan kurma, padahal matamu yang sebelah sedang sakit?”
Sahabat itu tahu Nabi sedang bercanda. Dengan nada yang sama ia menjawab, “Saya makan dengan mata yang sebelahnya lagi, ya Rasulullah.”
Nabi  memang suka berkelakar  untuk menghidupkan suasana ceria dengan para sahabatnya. Sehingga hubungan antara pemimpin dengan yang dipimpin berlangsung wajar dan tidak kaku.
Pernah Rasulullah terlambat tiba di masjid ketika para sahabat sudah ramai berkumpul. Biasanya Rasulullah sudah berada lebih dahulu di mesjid  sebelum para sahabat berdatangan.
Melihat  Nabi saw muncul di pintu mesjid, para sahabat langsung berdiri untuk menghormati kehadirannya.
Beliau segera mencegah seraya berkata, “Janganlah kalian berdiri menyambut kedatanganku. Aku bukan raja. Aku cuma seorang hamba Allah yang makan dan minum seperti kalian juga.” []
 
Sumber:  30 Kisah Teladan, Aburrahman Ar-Raisi, Penerbit Rosda Karya

Mengapa Syiah Mencambuk Diri di Hari Asyura?

Syiah menganggap bahwa melukai diri untuk mengenang Husain dengan melakukan niyahah, berpakaian hitam, adalah suatu ibadah mulia. Itulah yang didapati pada mereka di hari Asyura tanggal 10 Muharram yang dilakukan di masjid atau tempat ajaran Syiah.
Dalam kitab Syiah sendiri disebutkan,

إن اللطم والتطبير ولبس السواد في عاشوراء والنياحة من أعظم القربات للحسين بل هذه الأفعال من الأعمال الممدوحة

“Sesungguhnya menampar, memainkan pisau ke badan, dan mengenakan pakaian hitam di hari Asyura, juga bentuk niyahah bersedih hati saat itu merupakan di antara bentuk ibadah dalam rangka mengenang Husain.
Bahkan amalan seperti ini termasuk amalan terpuji.” (Lihat: Fatawa Muhammad Kasyif Al Ghitho war Ruhaani wat Tibriziy wa Ghoirihim min Maroji’il Imamiyah)
Syiah Kecewa atas Pembunuhan di Hari Asyura
Al Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah berkata,
“Setiap muslim seharusnya bersedih atas terbunuhnya Husain radhiyallahu ‘anhu karena ia adalah sayyid-nya (penghulunya) kaum muslimin, ulamanya para sahabat dan anak dari putri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu Fathimah yang merupakan puteri terbaik beliau. Husain adalah seorang ahli ibadah, pemberani dan orang yang murah hati.
Akan tetapi kesedihan yang ada janganlah dipertontokan seperti yang dilakukan oleh Syi’ah dengan tidak sabar dan bersedih yang semata-mata dibuat-buat dan dengan tujuan riya’ (cari pujian, tidak ikhlas).
Padahal ‘Ali bin Abi Tholib lebih utama dari Husain. ‘Ali pun mati terbunuh, namun ia tidak diperlakukan dengan dibuatkan ma’tam (hari duka) sebagaimana hari kematian Husain. ‘Ali terbunuh pada hari Jum’at ketika akan pergi shalat Shubuh pada hari ke-17 Ramadhan tahun 40 H.
Begitu pula ‘Utsman, ia lebih utama daripada ‘Ali bin Abi Tholib menurut Ahlus Sunnah wal Jama’ah. ‘Utsman terbunuh ketika ia dikepung di rumahnya pada hari tasyriq dari bulan Dzulhijjah pada tahun 36 H. Walaupun demikian, kematian ‘Utsman tidak dijadikan ma’tam (hari duka).
Begitu pula ‘Umar bin Al Khottob, ia lebih utama daripada ‘Utsman dan ‘Ali. Ia mati terbunuh ketika ia sedang shalat Shubuh di mihrab ketika sedang membaca Al Qur’an. Namun, tidak ada yang mengenang hari kematian beliau dengan ma’tam (hari duka).
Begitu pula Abu Bakar Ash Shiddiq, ia lebih utama daripada ‘Umar. Kematiannya tidaklah dijadikan ma’tam (hari duka). Kuat dugaan karena Husain menikah dengan wanita persia Iran. Sehingga lebih dimuliakan oleh ajaran Syiah yang berpusat di Iran.
Hadits berikut pun menjelaskan bahwa yang dilakukan orang Syiah di hari Asyura termasuk kesesatan.
Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَطَمَ الْخُدُودَ وَشَقَّ الْجُيُوبَ وَدَعَا بِدَعْوَى الْجَاهِلِيَّة
“Tidak termasuk golongan kami siapa saja yang menampar pipi (wajah), merobek saku, dan melakukan amalan Jahiliyah.” (HR. Bukhari no. 1294 dan Muslim no. 103).
Semoga kita dijauhi dari paham sesat yang melenceng dari ajaran Islam. Sejatinya ritual syiah ini tidak diajarkan Rasulullah dan bukan dalam ajaran Islam. Dan diberikan hidayah bahwa syiah bukanlah termasuk Islam yang benar.

Massa Aksi 299 Kibarkan Bendera Raksasa Gaungkan Khilafah

JAKARTA – Massa Aksi 299 yang sebagian besar dari ormas HTI mengusung dua agenda, yaitu : menolak Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang Ormas dan menolak kebangkitan PKI berlangsung (jumat, 2/9/17) hingga sore hari.
Peserta aksi dari berbagai ormas, termasuk mantan anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang menjadi ‘korban’ Perppu tersebut.
Juru Bicara HTI, Ismail Yusanto, sempat naik ke mobil untuk melakukan orasi. Dalam orasinya, Ismail menyerukan penolakan terhadap Perppu Ormas dan kebangkitan PKI.
“Tidak ada alasan yang bisa dibenarkan secara hukum untuk diterbitkan Perppu itu. Dinyatakan harus ada kepentingan memaksa. Kenyataannya tidak ada alasan memaksa itu,” kata Ismail Yusanto.
Dia mempermasalahkan pembubaran HTI baru dilaksanakan selama 10 hari setelah Perppu diterbitkan. Argumentasi yang diberikan pemerintah sangat rapuh.
Salah satu alasan memaksa yang digunakan untuk membubarkan HTI adalah pertemuan yang dilakukan pada 2014. Padahal, tidak ada teguran yang diberikan kepolisian saat itu. Polisi terkesan mendukung acara hingga selesai.
Sekelompok orang peserta aksi 299 di depan komplek gedung MPR/DPR RI bersama-sama mengangkat bendera raksasa, lalu, membawa mengelilingi kumpulan peserta aksi.
Mereka membawa dua bendera raksasa yang masing-masing berwarna putih dan hitam itu, mereka menyerukan kata khilafah berkali-kali. “Khilafah, khilafah!” teriak mereka.
Empat Fraksi yang Janji Perjuangkan Aspirasi Aksi 299
Wakil Ketua DPR Fadli Zon, langsung menyinggung perihal isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) kepada para perwakilan peserta aksi. Ia menyampaikan bahwa TAP MPRS nomor XXV tahun 1966 tentang Pembubaran PKI sudah final dan tidak dapat dicabut.
“Kita memang perlu menyampaikan kembali kepada masyarakat yang dilakukan PKI itu jelas karena penyelewengan. Jelas seperti pemberontakan Nazi di jerman,” katanya.
Fadli juga meyakinkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) nomor 20 tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) tidak sesuai dengan Undang-UU Dasar 1945. “Atas nama partai Gerindra kami menolak perpu ini,” tegasnya
Namun, ia tak yakin siapa saja anggota dewan yang setuju dan menolak upaya pencabutan Perppu tersebut. Akan dibahas pada masa sidang ini ada di Komisi II.
Anggota DPR lainnya yang menemui perwakilan massa berasal Partai amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Pendapat mereka hampir serupa dengan Gerindra dan Demokrat.
Soal PKI, Fraksi PKS bahkan secara khusus akan meminta agar film Penumpasan Penghianatan G30S/PKI diputar dalam momentum 30 September dan 1 Oktober mendatang.
Sementara terkait Perppu, “Kami menginstruksikam Pak Muzamil di Komisi II (untuk segera bahas), karena Perpu ini tidak susia dengan demokrasi,” ujar ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini.
Fraksi PAN yang diwakili Daeng Muhammad, setali tiga uang. “Saya akan sampaikan. Yakin betul, Ketua Umum PAN menolak kebangkitan PKI dan saya bilang jangan buat perpu sepeeti kacang goreng,” kata anggota komisi III tersebut.
 
Sumber : Cnn/Tirto

Kisah Alma: dari Bergaul dengan Awkarin, Berhijrah, Hingga Dinikahi Taqy Malik Seorang Hafiz Quran

Kisah Alma: dari Bergaul dengan Awkarin, Berhijrah, Hingga Dinikahi Taqy Malik Seorang Hafiz Quran

Jodoh adalah sebuah misteri. Kalimat tersebut rasanya bukanlah sebuah pepatah belaka. Dengan siapa kita akan menikah hingga bagaimana proses awal bertemunya benar-benar sebuah misteri.
Hal itulah yang dialami oleh Taqiyuddin Malik (Taqy) dan Salmafina Khairunnisa Putri Sunan (Alma) yang baru saja menikah pada tanggal 16 September 2017 lalu.
Pasangan ini menjadi sorotan karena background mereka yang punya jalan cerita berbeda. Yang laki-laki seorang hafiz Quran, yang perempuan dulunya nggak berhijab, sering clubbing, dan juga teman main selebgramAwkarin.
Bagaimana sampai akhirnya mereka justru bisa menikah? Simak ulasan berikut ini.
Taqy dikenal sebagai hafiz Quran yang eksis di media sosial. Dia bahkan bisa meniru suara 40 syekh imam-imam besar.
Saat usianya 17 tahun, Taqy sudah merampungkan hafalan 30 juz Alquran. Selain itu, dia juga bisa menirukan sekitar 40 suara syekh yang merupakan imam-imam besar di Masjidil Haram Makkah dan Masjid Nabawi.
Screenshot_2017-09-30-16-59-48_com.android.chrome_1506765623533
Taqy juga tergabung dalam The Bros Team bersama dua hafiz Quran lainnya yakni Muzammil Hasbalah dan Ibrohim Elhaq. Suara merdunya dalam melantunkan ayat-ayat suci Alquran bisa dinikmati pada akun YouTube-nya.
Anak pengacara Sunan Kalijaga
Alma merupakan putri pengacara kondang Sunan Kalijaga. Awalnya dikenal sebagai teman main Awkarin, sering pergi clubbing dan tentunya nggak berhijab
Anak sulungnya, Alma, dikenal dengan kehidupannya yang glamor. Menjadi anak perempuan satu-satunya membuat dia selalu dimanjakan oleh sang ayah. Alma dikenal kerap mengenakan barang-barang branded. Selain itu, dia ternyata juga jadi salah satu sahabat Awkarin. Keluar masuk bar sudah jadi rutinitasnya tiap akhir pekan.
Mengaku lelah dengan kehidupannya selama ini, Alma akhirnya mantap mengenakan hijab dan menghapus semua foto-fotonya terdahulu
Tanggal 25 Juli 2017 menjadi momen di mana Alma untuk kali pertama mengunggah fotonya mengenakan hijab. Tentu ini jadi kabar yang lumayan mengejutkan jika menengok sepak terjang Alma ke belakang.
Namun katanya, hidayah Allah bisa datang kapan saja dan itulah yang dialaminya. Dia merasa lelah dengan kehidupan bebasnya selama ini. Setelah memutuskan berhijab, dia merasa lebih tenang.
“Dan akhirnya aku coba untuk balik ke Allah, akhirnya ya sudah mantap hijrah.” tutur Alma pada grid.id
Apa yang menjadi alasan Taqy hingga akhirnya bersedia meminang Alma menjadi istrinya?
hipwee-salma3-750x552
Ketika orang masa lalunya buruk dan dia berhijrah, itu sebenarnya fitrahnya dia, dia akan menjadi orang yang lebih suci lagi, asalkan dia salat tobat, minta ampun sama Allah. Sebesar apapun dosa manusia tapi ampunan Allah seluas samudra,”  ujar Taqy Malik,
Menurut Taqy, setiap orang pastilah punya masa lalu masing-masing, termasuk dengan apa yang Alma lalui di masa silam. Namun, baginya itu nggak jadi soal karena jika sudah mantap untuk berhijrah, ampunan Yang Maha yang kita terima akan lebih luas lagi.
Ternyata Alma duluan yang kirim sinyal pada Taqy untuk memulai proses taaruf, dengan kirim DM ke instagram Taqy.
Setelah berhijrah, Alma kerap berdoa untuk didekatkan dengan jodohnya. Melalui perantara mimpi, nggak disangka bahwa wajah Taqy-lah yang mendatanginya. Sudah lama memang Alma menjadi pengagum Taqy. Sayangnya, pesan awal lewat Direct Message (DM) ke Instagram Taqy nggak direspons. Untuk lebih meyakinkan lagi, dia kembali berdoa, dan jika benar Taqy jawabannya, Alma meminta untuk didatangkan lagi ke dalam mimpinya.
Sepertinya Tuhan benar-benar sedang sangat berbaik hati pada Alma. Untuk kali kedua, Taqy muncul lagi ke dalam mimpinya. Dari situ, dia makin yakin untuk kembali mengirim pesan pada Taqy dan kali ini mendapatkan balasan. Usut punya usut, ternyata Taqy mengakui bahwa banyak sekali pesan berupa CV dari perempuan yang masuk lewat akun sosial media Taqy yang meminta untuk dijadikan istri.
“Alma beda, dia langsung ngirim CV ke Allah. Insya Allah saya siap membimbing dia sampai dia menjadi orang yang mulia di mata manusia hingga mulia di mata Allah SWT,” kata Taqy Malik
Mereka akhirnya menikah di usia Alma yang baru 18 tahun dan Taqy 20 tahun. 
Dengan proses perkenalan yang begitu singkat, mereka akhirnya menikah di usia yang sangat muda, Alma 18 tahun dan Taqy 20 tahun. Mereka juga dikabarkan melakukan perjanjian pranikah yang isinya antara lain menunda memperoleh momongan hingga masa studi kuliah selesai dan juga menjalani pernikahan monogami.
Sedihnya, seminggu setelah menikah, Taqy harus terbang ke Cairo untuk kuliah, sehingga mau nggak mau mereka harus menjalani pernikahan jarak jauh.
Akhirnya, jodoh memang sebuah misteri yang sama sekali nggak bisa ditebak. Pun dengan melihat latar belakang seseorang bukan jadi jatah kita untuk menilai. Kalau memang ada orang yang berniat baik untuk mengubah jalan hidupnya, biasanya kebaikan yang lainnya akan mengikuti, termasuk urusan jodoh.
 
Sumber : Tribun/Dream/Hipwee