by Danu Wijaya danuw | Jun 16, 2017 | Artikel, Berita, Internasional
NAZARET–Otoritas Israel melakukan kesepakatan dengan Kerajaan Aab Saudi terkait pembukaan jalur penerbangan udara untuk mengangkut umat Islam Palestina ke tanah suci Mekkah. Dalam sejarah, ini pertaman kalinya pesawat Israel akan mendarat di Saudi.
Dikutip dari Yediot Aharonot, Kamis (15/6/2017) kemarin, sebelumnya perundingan sudah dilakukan sebagai langkah simbolik normalisasi dengan Israel. Otoritas Palestina melakukan koordinasi dengan Amerika, Yordania, dan Israel soal pengangkutan jamaah haji dari Ben Gurion ke Saudi.
Hasil dari perundingan itu, karena tidak ada akses resmi antara dua negara, maka pesawat akan landing di Amman dan setelah itu ke Saudi.
Seorang pejabat Israel mengatakan, perundingan kini semakin berkembang dimana perjalanan udara melalui pesawat asing ke Saudi sehingga jamaah haji Palestina yang tinggal di Israel akan bisa berkunjung langsung dari Israel ke Saudi.
Langkah ini dinilai bagian dari normalisasi hubungan antara Saudi, negara-negara Arab dengan Israel dimana Amerika ingin memperkuatnya. Sehingga di masa mendatang akan membuka kemungkinan ada perjalanan udara Saudi ke Israel.
Menteri Transportasi dan Intelijen Israel Yesrael Cats menjelaskan kepada delegasi Amerika rencana jalur kereta api “perdamaian regional” yang menghubungkan antara Israel dan Yordania kemudian ke Saudi serta negara-negara Teluk sampai ke Laut Meditradia.
Sebelumnya, Saudi menolak segala bentuk normalisasi dengan Israel. Jamaah haji Palestina yang tinggal di wilayah jajahan Israel tahun 1948 berangkat ke Saudi melalui Yordania kemudian dari sana mereka ke Saudi baik melalui darat atau udara dengan menggunakan paspor Yordania.
Jika jalur udara Israel ke Saudi dibuka, maka peluang-peluang lain akan dibuka bagi Israel di negara-negara Arab sehingga isolasi terhadap Israel akan terpecahkan.
Sebagian analis mengkhawatirkan mata-mata Israel ke Arab Saudi, sebab dimana ada yahudi disitu ada kerusakan dan pengkhianatan. Dan menyayangkan kenapa tidak membuat bandara di negara Palestina wilayah Tepi Barat dan Gaza. Sehingga dapat terus mengisolasi Israel sebagai solidaritas sesama muslim.
Sumber: PIP
by Danu Wijaya danuw | Jun 15, 2017 | Artikel, Berita, Internasional
LONDON – Kebakaran yang menghanguskan Grenfell Tower di London, Rabu (14/6) dini hari mengakibatkan 12 orang tewas. Hunian vertikal yang terdiri dari 24 lantai dengan 120 flat itu diperkirakan dihuni oleh 400-600 orang.
Api berkobar saat sebagian besar penghuni sedang terlelap. Beruntung, ada warga lokal yang sedang makan sahur sehingga bisa mengurangi jumlah korban jiwa.
“Anak-anak muslim menyelamatkan nyawa orang-orang. Mereka berlarian menggedor pintu. Terima kasih Tuhan untuk Ramadan,” ujar warga lokal kepada Huffington Post.
Seorang warga lainnya menuturkan, andai remaja-remaja muslim yang sedang sahur tidak memberikan pertolongan, bisa jadi ceritanya akan lain. “Bakal lebih banyak orang meninggal,” tuturnya.
Remaja-remaja muslim di sekitar Grenfell Tower yang sedang makan sahur di masjid adalah orang yang datang pertama kali untuk memberi pertolongan. Selain berteriak mencari pertolongan, mereka juga datang dengan membawa kantong-kantong air.
“Mereka adalah yang pertama membawa kantong air membantu orang-orang. Mereka berlari mengabari orang-orang,” sambung warga.

Selama Ramadan, banyak muslim yang bangun dini hari untuk makan sahur. Batas makan sahur di London adalah pukul 02.39.
Khalid Suleman Ahmed, warga muslim yang tinggal di Grenfell Tower mengatakan, jika bukan Ramadan maka dia tak akan bangun bersamaan saat api berkobar. Saat sahur itulah dia mencium kebakaran.
Dia lantas melihat ke arah jendela dan melihat asap sudah mengepul dari lantai di bawah flat yang dia tempati. Dia mengaku tak mendengar alarm tanda bahaya.
“Saya membangunkan bibi saya, berpakaian dan mulai mengetuk pintu-pintu tetangga. Setiap flat membuka (pintu, red) kecuali dua,” tutur Ahmed.
Warga lainnya menuturkan, Ramadan membawa hikmah tersendiri. “Jika bukan Ramadan, akan ada lebih banyak korban,” katanya kepada Sky News.
Api diketahui muncul pada dini hari ketika banyak penghuni apartemen sedang terlelap tidur. Warga Muslim menjadi yang pertama melihat kobaran api yang melalap apartemen 27 lantai itu.
“Warga Muslim memainkan peran besar dalam mengajak banyak orang untuk keluar apartemen. Sebagian besar orang yang saya lihat adalah Muslim, mereka juga menyediakan makanan dan pakaian,” ujar warga setempat, Andre Barroso (33), kepada The Independent.
Sejumlah orang lainnya terlihat sedang membagikan botol air ke orang-orang yang sedang menunggu di luar apartemen.
“Semua orang mendapatkan bantuan. Sangat menyenangkan melihat semua orang berkumpul,” ungkapnya.
Sumber : JPNN
by Yayasan Telaga Insan Beriman (Al-Iman Center) | Jun 15, 2017 | Artikel, Ramadhan
Keutamaan Lailatur-Qadar
Lailatul-Qadar adalah malam paling mulia sepanjang tahun, berdasarkan firman Allah,
“Sesungguhnya, Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam qadar. Dan tahukah kamu apakah malam qadar itu? Malam qadar itu lebih baik daripada seribu bulan.” (Al-Qadr: 1-3)
Maksud pengertian “lebih baik” disini yaitu melakukan amal shalih seperti shalat, zikir, dan membaca Al-Qur’an yang didalamnya ada Lailatul Qadar di bulan ramadhan.
Dibanding amal shalih yang dikerjakan sangat lama seribu bulan, namun tidak memiliki malam Lailatul-Qadar. Sehingga umat muslim berusaha meraihnya dengan iktikaf dan ibadah malam dibulan Ramadhan.
Sunnah Mencari Lailatul-Qadar
Disunahkan mencari Lailatul-Qadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan. Nabi saw sangat giat mencari malam itu pada sepuluh hari terakhir.
Dan telah disebutkan sebelumnya, apabila datang sepuluh hari terakhir, Nabi menghidupkan malam, membangunkan keluarga dan mengencangkan ikat pinggangnya.
Di Malam ke Berapa?
Ada beberapa pendapat dari para ulama dalam menentukan malam ini :
- Ada yang mengatakan bahwa malam itu adalah malam kedua puluh satu.
- Ada yang mengatakan malam kedua puluh tiga.
- Ada yang berpendapat malam kedua puluh lima.
- Ada yang berpendapat malam kedua puluh sembilan.
- Ada yang mengatakan bahwa ia berpindah-pindah pada malam-malam ganjil dari sepuluh hari terakhir.
Akan tetapi, kebanyakan ulama berpendapat bahwa lailatul-qadar adalah malam ke dua puluh tujuh.
Ahmad meriwayatkan dengan sanad yang shahih dari Ibnu Umar ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda,
“Barangsiapa mencarinya, hendaklah mencari di malam kedua puluh tujuh.”
Dalam hadist Muslim, Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi (yang menyatakan keshahihannya) juga meriwayatkan bahwa Ubay bin Ka’ab berkata,
“Demi Allah yang tiada tuhan melainkan Dia. Sesungguhnya, ia terjadi di dalam bulan Ramadhan. Ia bersumpah dan menentukan kepastian tanpa mengucapkan, ‘insya Allah.’ Demi Allah, sesungguhnya, aku mengetahui malam apa terjadinya, yaitu malam ketika kita diperintahkan Nabi menghabiskannya untuk qiyamul-lail, yakni malam kedua puluh tujuh. Dan sebagai tandanya adalah pada pagi harinya matahari terbit dengan cahaya putih tidak silau.”
Qiyamul-Lail dan Berdoa di Malam Qadar
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda,
“Barangsiapa yang beribadah pada malam Qadar karena iman dan mengharapkan keridhaan Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
Aisyah ra. meriwayatkan,
“Aku bertanya, ‘Ya Rasulullah, bagaimana pendapatmu seandainya aku tahu malam jatuhnya Lailatul-Qadar itu, apa yang harus aku ucapkan waktu itu?’
Maka Nabi bersabda, ‘berdoalah,
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى
Allahumma innaka ‘afuwwun, tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni
“Ya Allah, sesungguhnya, Engkau Maha Pemaaf dan suka memaafkan, maka maafkanlah diriku ini.” (H.R. Ahmad, Ibnu Majah, dan Tirmidzi yang menshahihkannya)
Sumber : Kitab Fiqih Sunah Jilid I karya Sayyid Sabiq
Penerbit : Al-I’tishom Cahaya Umat
Ed : M. Asfiroyan
by Danu Wijaya danuw | Jun 14, 2017 | Artikel, Berita, Nasional
Bapak Izhar (58 tahun) menjadi viral videonya ketika meninggal dunia dalam posisi sujud saat menunaikan salat isya di Masjid Al-Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan. Sang istri, Aida Khairati, mengatakan suaminya memang dikenal rajin salat berjemaah di masjid.
“Beliau memang nggak pernah ninggalin salat jemaah di masjid. Selalu disiplin jemaah orangnya,” kata Aida dikutip Detik di Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (14/6/2017).
Padahal Izhar beserta istri Aida berencana pergi umrah hari ini. Rencana itu kandas dan Aida mengaku ikhlas atas kepergian Izhar.
“Nggak ada firasat apa-apa pas kemarin. Kita berangkat dari Bandung, sampai Jakarta istirahat sebentar, terus bapak langsung salat di masjid. Saya berdoa semoga bapak husnul khatimah,” ucap Aida.
Izhar mengembuskan napas terakhir dalam posisi sujud saat menunaikan salat isya berjemaah di Masjid Al-Ittihad pada Selasa (13/6).
Ia sempat dibawa ke Rumah Sakit Tebet untuk diperiksa, tapi ternyata nyawanya telah tiada.
Kematian Izhar jadi viral di media sosial berkat rekaman video CCTV yang beredar. Banyak netizen yang terharu oleh kondisi Izhar yang meninggal dalam husnul khatimah.

Ucapan duka dari KPI dan kenalan
Ustadz Yusuf Mansur pun ikut berkomentar dan mendoakan Izhar beserta keluarga.
“Ya Allah, ampuni beliau, dan keluarganya, dan jadikan kehidupan dan kematian kami bisa lebih baik darinya,” ujar Yusuf Mansur lewat akun Instagram-nya.
Jenazah Izhar disalatkan di Masjid Al Ittihad. Para keluarga dan kerabat serta jemaah masjid berkumpul. Mereka mendoakan Izhar. Sambutan juga disampaikan keluarga, yakni Gamawan Fauzi, mantan Mendagri yang ternyata kakak ipar Izhar.
“Minggu lalu, kami punya grup keluarga, di situ di-share video seseorang meninggal saat sujud. Saat itu Izhar juga melihat, dia bilang kalau bisa saya meninggal seperti itu,” jelas Gamawan.
“Tiga hari kemudian apa yang dimintanya itu terwujud,” tutur Gamawan lagi. Almarhum Izhar rencananya akan dikuburkan di TPU Jeruk Purut.
Sumber : Detik/Kumparan
by Danu Wijaya danuw | Jun 14, 2017 | Artikel, Berita, Internasional
BEIJING – Polisi Xinjiang menyerang warga Muslim Uighur di selatan Kota Kashgar, Rabu (24/6). Serangan ini dilakukan sebagai balas dendam atas klaim serangan bom di pos pemeriksaan. Tersangka diklaim membunuh sejumlah polisi dengan pisau dan bom di pos pemeriksaan.
Polisi menewaskan setidaknya 15 Muslim Uighur. Balas dendam ini dilakukan pada awal bulan suci Ramadhan.
Seperti diketahui, kekerasan pada Muslim Uighur terus terjadi selama beberapa tahun terakhir. Insiden ini sering diberitakan sejumlah media. Namun, Pemerintah Cina tak pernah merespons insiden ini. Kelompok Muslim Uighur dan Aktivis HAM mengatakan, kerusuhan di Xinjiang ini dipicu karena pembatasan terlalu ketat terhadap ibadah umat Islam di sana.
Mengutip ibtimes, jumlah korban tewas serangan polisi Xinjiang dapat mencapai lebih dari 28 orang termasuk pejalan kaki.
“Ketika salah seorang polisi di pos pemeriksaan berlari keluar, tersangka memundurkan mobil lalu menabrak dan mematahkan kakinya. Dua tersangka lainnya kemudian bergegas keluar dari mobil menggunakan pisau untuk menyerang dan membunuh dua polisi yang akan menyelamatkan rekannya,” ujar Turghun Memet, polisi di Distrik Heyhag.
Penyebab Serangan
Serangan ini sebagai protes pembatasan aktivitas agama Muslim Uighur di Cina yang berlangsung sejak lama. Pembatasan paling baru adalah larangan bagi umat Muslim untuk berpuasa Ramadhan.
Pemerintah Cina memberikan pemberitahuan resmi bahwa anggota partai, PNS, siswa, dan guru dilarang berpuasa. Larangan ini berlaku sejak tahun lalu.
Mereka juga memerintahkan restoran halal tetap buka pada siang hari. Juru Bicara Muslim Uighur, Dilxat Raxit, mengatakan perintah ini merupakan bentuk politisasi pemerintah.
Pemerintahan Cina yang Komunis
Dilansir dari The Guardian, Presiden Xi Jinping menilai agama yang ada di Cina tidak boleh dipengaruhi asing. Seluruh warga dan agama mana pun harus berjanji hanya setia untuk negara.
Cina dengan mayoritas ateis berusaha mengendalikan berbagai agama dan penyebarannya. “Kita harus mengelola urusan agama sesuai dengan hukum dan sesuai dengan keinginan kami,” ujar Xi Jinping.
Xi beralasan, pasukan asing menggunakan agama untuk menyusup pada masyarakat Cina. Sehingga dapat menguasai warga dan menjatuhkan partai yang berkuasa saat ini.
Seorang sarjana agama Cina di Universitas Purdue, Yang Fenggang, mengatakan aturan pemerintah ini dinilai bias. Pasukan asing tak jelas mengacu pada individu asing, kelompok nonpemerintah asing, tradisi budaya asing, atau pemerintah asing.
Kebijakan ini sulit diterapkan pada era globalisasi ini saat Cina ingin mempromosikan budaya Cina di luar negeri. “Bagaimana anda bisa mempengaruhi asing, tetapi tidak dipengaruhi oleh asing?”
Source : Reuters/Republika
by Danu Wijaya danuw | Jun 14, 2017 | Artikel, Berita, Internasional
Bagi para remaja penggemar drama Korea tentu kisah cinta ala Korea selalu menarik. Namun, bagaimana bila kisah cinta ala korea itu dipadukan dengan keindahan Islam? Adalah Fadhilah, Muslimah cantik asal Malaysia yang dipersunting oleh Kim Jeyoung atau Aiman Kim, seorang muallaf asal Korea.
Jeyoung & Dhila ini bisa dijadikan semacam pembuktian bahwa “tidak perlu kenal bertahun-tahun, orang yang mencintai Allah, maka dia akan dengan mudah mencintai orang yang juga mencintai Allah”. Fadhila mengaku tidak kenal lama dengan Jeyoung, sebelum menikah ia baru kenal dengan jyeoung selama tiga bulan.
Di bulan pertama perkenalannya Jeyoung sudah mengutarakan keinginannya untuk menikahi Fadhila. Lucunya saat Jeyoung mengutarakan perasaannya pada Fadhila, seperti di ceritakan di blog pribadi Fadhila [email protected]. Fadhila berkata “WHAT THE.. You must be kidding? You’re Korean.” Dengan santainya Jeyoung menjawab “So? I’m a human too.”
Akhirnya tiga bulan kemudian Fadhila menikah dengan Jeyoung. Walaupun saat mengutarakan niatnya orang tua Fadhila masih tidak percaya. Pasangan ini benar-benar menginspirasi.
Bahkan dalam beberapa postingannya Fadhila dan Jeyoung mengaku saling mencintai karena Allah. Dan Allah yang sudah sangat baik mempertemukan pasangan berbeda negara tersebut. Kebersamaan keduanya dapat dijumpai di akun instagram Fadhila, @snfad_diela.
Itulah bukti kekuasaan Allah, karena tidak ada hal yang tidak mungkin di dunia ini.
Sumber : ruangmuslimah