0878 8077 4762 [email protected]

Seuntai Syair Malam Untukmu

Untukmu, ya Untukmu….
Secuek apapun seorang lelaki dalam benak dan hatinya tersimpan gundah yang mampu menggetarkan Bumi.
Gelisahnya tak selalu terdengar desah rana.
Kemampuan dan kekuatan selalu dicoba untuk mendekatkan pada harapan.
Sehingga mampu untuk memberikan ketenangan.
Untukmu, ya Untukmu,
Terima Kasih telah mau berjuang dan bersabar.
Sekalipun air mata harus jatuh dan dibayar mahal dengan rasa yang belum tentu dapat dirasa olehku.
Hal ini kau lakukan demi cita bersama, yaitu melahirkan dan membangun bata-bata peradaban yang akan gemilang diakhir zaman.
Sekalipun ragamu dan ragaku lenyap dari peredaran….
Untukmu, ya Untukmu,
Terima kasih telah mau berpeluh dan bersusah payah.
Sekalipun ada semilir angin yang hampir membuatmu goyah, menggenggam erat tanganku agar kau tetap kuat.
Dan mendapatkan kekuatan untuk tetap melangkah, mengambil bagian dari estafet risalah nubuwah…
Untukmu, ya Untukmu,
Syukurku tidaklah sebanding dengan syukurmu.
Usahaku tidaklah sebanding denganmu tapi bukan perihal comparatif.
Tujuan kita hidup satu atap, berlayar dan nantinya berlabuh pada dermaga cita dan cinta.
Namun adanya nota kesepahaman yang tak tertulis
Terpatri dalam hati, bahwa Robbul Izzati adalah titik akhir dan tujuan kita untuk kembali.
Untukmu, ya Untukmu,
Segala kecemasanmu atas hari ini maupun esok seringkali tak mampu kutangkap.
Namun dari detik aku memetik, dari menit kudapat secelumit, dari jam beberapa asa kugenggam.
Dari hari ku pasrahkan setiap ikhtiar yang sudah kujalani dan terlewati, hanya mampu berdo’a.
Dan mendo’akan yang terbaik untukmu, untukku, untuknya (anak-anak kita) dan untuk mereka (orang tua, saudara, dan sahabat seperjuangan)
Untukmu, ya Untukmu
Aku hadir sebagai pendampingmu.
Dan Kau Hadir sebagai sayap kehidupan yang melengkapi hingga menjadi sepasang sayap untuk meraih mimpi dan harapan bersama.
Terima Kasih, Semoga Allah SWT senantiasa merahmati kita dengan kebaikan dan keistiqomahan dalam berbuat baik….
Uhibbuki Fillahi Yaa Zaujati
أحبُّك فِ اللّه يازوجتي
 

Tak Terliput Media, Jumat ini Aksi Bela Ulama dari Kriminalisasi di Masjid Istiqlal

Tak Terliput Media, Jumat ini Aksi Bela Ulama dari Kriminalisasi di Masjid Istiqlal

Umat Islam nampak mulai berdatangan ke Masjid Istiqlal Jakarta untuk mengikuti Aksi Bela Ulama 96 sekaligus Buka Puasa bersama Alumni Aksi Bela Islam 212.
Nampak dihalaman Masjid Istiqlal sebuah mobil komando yang digunakan untuk orasi oleh sejumlah ulama secara bergantian. “UKHUWAH ISLAMIYAH SAVE ULAMA” demikian kalimat yang tertulis pada spanduk yang tertulis di mobil komando.
aksi bela ulama 2
Selain tulisan seruan Ukhuwah Islamiyah, terdapat juga foto Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab dan Presiden Turki Receb Tayyib Erdogan.
 
Ketua Presidium Alumni 212 Ansufri Sambo mengatakan bahwa pihaknya sudah menyampaikan pemberitahuan ke Polda Metro Jaya untuk melaksanakan unjuk rasa damai.
Selain juga sudah meminta izin kepada pengurus Masjid Istiqlal, lantaran Aksi 96 akan dikemas dengan tabligh akbar.
“Kalau tidak dikasih izin tabligh akbar di dalam masjid, Insya Allah tetap kami laksanakan,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (8/6).
Massa yang didominasi pakaian serba putih nampak mendengarkan orasi dari para ulama dan tokoh diatas mobil komando.
PhotoGrid_1497017276800_1497017316544
Tak hanya pria, nampak terlihat pula sejumlah Muslimah mengikuti aksi tersebut.
Hingga berita ini dipublikasikan, jum’at (9/6/2017) sore, massa Aksi Bela Ulama terus berdatangan.
Sambo menambahkan, penggerak aksi telah menyiapkan sebanyak enam mobil komando di lingkungan Masjid Istiqlal. Saat tarawih, mobil komando akan menyambungkan suara takbir dan bacaan imam dari dalam masjid untuk jamaah yang ada di jalan raya.
 
Sumber : Ummatuna/Islamedia

Tetap Dukung Hamas dan IM, Qatar tak Akan Ubah Kebijakan Luar Negerinya

Menteri Luar Negeri (Menlu) Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani mengungkapkan bahwa kehadiran para pemimpin politik Hamas di Doha bertujuan untuk memfasilitasi persatuan Palestina.
“Kehadiran Hamas di Doha dikoordinasikan dengan Amerika Serikat (AS) dan negara-negara di kawasan ini, dan ini merupakan bagian dari usaha kita untuk menengahi faksi Palestina agar mencapai rekonsiliasi,” ujar Al Thani kepada laman Aljazeera, Jumat (9/6).
Pernyataan tersebut muncul empat hari setelah negara-negara teluk memutuskan hubungan diplomatik dan  trasnportasi dengan Qatar.
Menurut analis politik, Modallal, peran Qatar di Palestina memang telah mengakomodasi dan mendukung dua sayap politik utama Palestina, yakni Hamas di Gaza dan Otoritas Palestina – Fatah di Tepi Barat.
Sementara dukungan kepada Ikhwanul Muslimin (IM) bersifat menghormati mereka yang moderat. Berjuang dengan adil melalui kotak suara tanpa senjata, walaupun akhirnya dikudeta militer Mesir. Tuduhan kepada IM menurutnya hanya disebabkan kebencian saja.
Qatar Tidak Akan Menyerah
Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani menegaskan bahwa negaranya tidak pernah menyerah pada tekanan yang dilakukan oleh negara-negara tetangga Arabnya.
“Negara ini juga tak akan mengubah kebijakan luar negerinya dalam menyelesaikan perselisihan antar Arab.” kata Sheikh Mohammed Al Thani kepada Aljazeera.
Dengan demikian, berarti Qatar tak akan mengubah kebijakan luar negerinya terkait tekanan agar menghentikan dukungannya terhadap Hamas Palestina dan Ikhwanul Muslimin (IM).
Hal itu disampaikan Sheikh Mohammed Al Thani kepada Aljazeera, Jumat (9/6), menyusul sejumlah tuntutan yang diajukan Arab Saudi.
Mereka menuduh Qatar mendukung kelompok bersenjata dan saingan regional mereka, Iran. Qatar mengatakan tuduhan tersebut tidak berdasar.
“Kami belum siap untuk menyerah, dan tidak akan pernah siap untuk menyerah, merdeka dari kebijakan luar negeri kami,” kata Sheikh Mohammed bin Abdulrahman.
Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bersikap menantang bahwa Qatar dapat hidup dalam embargo untuk waktu yang lama.
Dukungan Internasional untuk Qatar
“Dia mengatakan Qatar mendapat dukungan dari masyarakat internasional dan bahwa mereka akan berhasil mengurangi konsekuensi krisis ini,” lapor koresponden Aljazeera itu.
 
Sheikh Mohammed Abdulrahman lebih lanjut mengatakan bahwa tentara Turki yang akan dikirim ke Qatar adalah demi menjaga keamanan seluruh wilayah.
Sementara itu, Qatar akan menghormati kesepakatan gas LNG yang dibuatnya dengan UEA meski negara itu telah memutuskan hubungan dengan Doha, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman mengatakan.
 
Sumber : Salam Online/ Aljazeera

Tak Terliput Media, Jumat ini Aksi Bela Ulama dari Kriminalisasi di Masjid Istiqlal

Usai Bertemu Syekh Sudais, Anies Bersilaturahim dengan Walikota Mekkah dan Imam Masjid Quba

Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan tak hanya bertemu dengan Imam Besar Masjidil Haram Syekh Abdurrahman as Sudais.
Seusai berbuka bersama petinggi Masjidil Haram, Anies juga berkesempatan bertemu dengan Wali Kota Mekkah Osama al Bar (tengah berkacamata), Rabu malam (7/6/2017) waktu setempat.‎
Juru bicara Anies-Sandi, Naufal Firman Yursak mengatakan, seusai bertemu Syekh Sudais dan Syekh Khalid al Humady, Anies diundang untuk iftar atau berbuka puasa di Masjidil Haram. Ruangan berbuka puasa itu adalah tempat khusus para imam, ulama, dan pengurus Masjidil Haram berbuka.
“Jarang ada undangan yang bisa berbuka di ruangan tersebut,” ujarnya, Kamis (8/6/2017).
Anies dan Istri Diantar Mencium Hajar Aswad
Usai berbuka dan salat maghrib, ‎Anies dan istri, Fery Farhati Ganis diantar untuk mencium hajar aswad. Anies dan Fery dikawal oleh sejumlah askar (satuan pengaman) untuk bisa mencium hajar aswad.
19030455_1323304431039873_6495952041102477130_n
Tak hanya itu, Anies dan Fery juga diberi kesempatan untuk bisa shalat sunat dua rakaat tepat di samping kakbah. ‎
“Pak Anies bahkan tiga kali mencium hajar aswad,” tambahnya‎.

Anies kemudian diajak untuk menuju ke salah satu area di Masjidil Haram untuk melaksanakan salat tarawih.‎ Area itu merupakan area khusus keluarga kerajaan, pejabat negara, dan ulama.
“Tempatnya tidak jauh dari area sai,” ujar Naufal.
Walikota Mekkah berdarah Palembang
Saat di area itu, Anies kemudian bertemu dengan Wali Kota Mekkah Osama al Bar.
Kepada Anies, Osama mengaku kalau kakeknya adalah orang Indonesia dari Palembang. Bahkan ibunya pun masih mengaku dari Palembang.
“Kepada Pak Anies, Wali Kota bercerita kalau keluarganya masih banyak di Palembang,” terangnya.
Anies kemudian mengikuti salat tarawih dari pukul 20.30 hingga 23.30 waktu setempat. Sebanyak 23 rakaat. Saat berbicara, diketahui ada sekitar muktamirin (jamaah umrah) yang datang mencapai 8,1 juta. Jauh lebih banyak dari masa haji yang normalnya 4 juta orang.
Anies merasa beruntung dari 8,1 juta orang yang datang mendapatkan banyak kesempatan. Bahkan bisa bertemu tiga imam besar di Masjid Quba, Nabawi, dan Masjidil Haram.
“Padahal Pak Anies hanya datang untuk niat umrah dan tidak menyangka disambut meriah,” ujar dia.
Anies Umrah hingga 11 Juni
Hingga hari kedua, Anies dan istri sudah melakukan beberapa hal dan mengunjungi sejumlah tempat.
Seperti misalnya berbuka puasa di Masjid Nabawi dan berziarah ke bukit pemanah perang Uhud, ke makam para syuhada di Jabal Uhud, ke Masjid Quba, dan Masjid Qiblatain.
Bahkan, Anies juga menyempatkan diri untuk salat dan berdoa di area Raudah (tempat Rasullullah beribadah)
Anies rencananya akan menjalani ibadah umrah hingga 11 Juni mendatang.
Naufal meminta doa dari masyarakat agar Anies bisa dengan lancar beribadah. Juga bisa tiba kembali ke Jakarta dengan selamat.

Tak Terliput Media, Jumat ini Aksi Bela Ulama dari Kriminalisasi di Masjid Istiqlal

Anies Bertemu Imam Besar Masjidil Haram Syaikh As Sudais Dihadiahi Cinderamata dan Mushaf

Setelah mendapatkan undangan kehormatan Imam Besar Masjid Nabawi, kini Anies Baswedan kembali mendapat kehormatan untuk menghadiri undangan khusus Imam Besar Masjidil Haram dan Pimpinan Pengurus Dua Masjid Suci, Syaikh Abdurrahman as Sudais, Rabu siang (6/6/2017) waktu Makkah.
Hadir dalam pertemuan tersebut Syaikh Khalid al Hamudy, ulama terkemuka Mekkah tersebut membahas banyak hal bersama Anies. Mulai dari perkembangan Islam, konflik dunia, dan Indonesia.

Screenshot_2017-06-09-16-42-47_com.android.chrome_1497001524477

Foto Syaikh As Sudais sedang menulis surat di mushaf dan memberi cinderamata


“Yang Mulia (Syaikh As Sudais) menerima Gubernur Jakarta.” tulis akun Reasah Alharmain
Di akhir pertemuan, Syaikkh Sudais memberikan sebuah Mushaf Al Quran dan di halaman depannya Beliau menuliskan sebuah surat yang berisi pesan dan harapan untuk Anies.
“Pesan ini ditulis tangan langsung oleh Syekh Sudais,” ujar Jurubicara Anies-Sandi, Naufal Firman Yursak seperti dilansir rmoljakarta.com, Kamis (7/6/2017).
 
Pesan-Imam-Besar-Masjidil-Haram-Syeikh-Abdurrahman-as-Sudais-kepada-Gubernur-DKI-Jakarta-terpilih-Anies-Baswedan-di-Arab-Saudi-by-@aniesbaswedan-768x477_1497002527855

Langka, Tulisan tangan Syaikh As Sudais


Berikut terjemahan surat yang ditulis di Mushaf itu;
Hadiah
Tanda cinta, sayang, terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya serta untaian doa yang tidak terputus-putus untuk Saudaraku Dr. Anies Baswedan (Semoga Allah selalu menjaga beliau).
Ucapan selamat teruntuk beliau atas apa yang Allah Subhaanahu Wa Ta’ala anugerahkan berupa menjadikan beliau Gubernur Jakarta.
Saya berwasiat kepada beliau agar senantiasa bertakwa (takut) kepada Allah Subhaanahu Wa Ta’ala dan berpegang teguh kepada Al Quran Yang Agung ini dalam setiap hal.
Saya memohon kepada Allah Subhaanahu Wa Ta’ala untuk beliau semoga senantiasa diberikan taufik dan bimbingan dengan doa yang tulus dari Negeri Haramain yang Mulia dan untuk Bangsa Indonesia Tercinta.
Yang mencintaimu karena Allah Taala
TTD
Dr. Abdul Rahman bin Abdul Aziz Al-Sudais
[islamedia]

Tamu Yang Sering Ditinggalkan

SAHABATKU tercinta …
Rasanya aku ingin segera pulang …
Sudah berjalan 13 hari aku bertamu …
Namun seringkali aku ditinggal sendirian …
Walau sering dikatakan tamu agung dengan sambutan Marhaban, namun perilakumu kepadaku tidak luar biasa.
Bahkan oleh-olehku yang aku bawa dari jauh, nyaris tak kausentuh…
Al-Quran hanya dibaca sekilas dan kalah dengan update status di HP yang isinya penuh canda lewat android smartphone dan tontonan televisi
Sholat Tarawih tidak lebih khusyu,
Kalah bersaing dengan shopping untuk penampilan pada hari lebaran …
Tak banyak kauminta ampunan dari dosamu yang bertumpuk, sebab sibuk dengan belanja dan bermain ..
Padahal aku membawa banyak maghfiroh (ampunan) buatmu…
Malam dan siang tidak banyak dipakai kebaikan, selain bikin acara dan buka bersama di hotel mewah atau restoran mahal…
Tidak pula perbanyak infaq dan sedekah, karena khawatir uang tidak cukup, buat mudik dan piknik liburan sehabis Lebaran…
Sahabatku, rasanya aku seperti tamu yang tak diharapkan?
Sepertinya engkau tidak akan merasa menyesal bila aku tinggalkan…
Padahal aku datang dengan kemuliaan, kebarokahan dan rahmat… yang seharusnya aku tidak pulang dengan hampa…
Percayalah, sahabatku…
Bila nanti aku pulang, belum tentu aku akan kembali bisa bertemu lagi
Karena jatah hidupmu bisa jadi keburu habis…
Sehingga nanti engkau akan menyesal telah membiarkan aku terlantar….
Masih tersisa 17 hari lagi buat kita bersama…
Semoga kau sadar sebelum aku benar-benar pamit pulang…
Karena umurmu hanyalah cerita singkat yang wajib engkau pertanggung jawabkan dalam waktu yang panjang…
Selamat muhasabah….
Wallahu A’lam bishawab.
 
Artikel ini viral di media sosial dan blog. Kami kesulitan menyertakan sumber pertama.