by Danu Wijaya danuw | Jun 5, 2017 | Artikel, Ramadhan
PADA zaman modern ini, industri farmasi banyak berdiri dan rumah sakit kian menjamur, namun anehnya manusia sehat menjadi langka. Saat ini kita hidup zaman yang tidak akan pernah luput dari yang namanya racun yang masuk dalam tubuh.
Saking banyaknya racun sehingga kita tidak sadar bahwa makanan yang kita berikan kepada anak-anak kita semenjak kecil, banyak sekali yang mengandung toksik, begitu banyak perasa pengawet, dan pewarna melebihi batas ambang toleransi.
Tidak heran jika usia kita yang sekarang ini sudah tak terhingga racun dalam tubuh; bagaimana mungkin kita bisa sehat sedangkan dalam tubuh kita terdapat banyak sekali toksik atau racun?
Ingat, semua penyakit, baik yang akut maupun yang sudah kronis berawal dari berkumpulnya racun dan sampah hasil metabolisme tubuh. Jika uang yang sedikit diakumulasikan akan menggunung jadi banyak. Nah, kalau racun diakumulasikan, apa jadinya? Ini pastinya akan menghabiskan tabungan yang merugikan.
Salah satu metode paling ampuh untuk mengusir zat-zat beracun dalam tubuh adalah ‘puasa.’
Puasa mampu memberikan kesempatan pada tubuh untuk beristirahat dari rutinitas mengolah makanan dan minuman. Energi yang biasa ada selalu digunakan tubuh mengolah makanan.
Nah, ketika kita berpuasa, kondisinya akan digunakan untuk melakukan perbaikan kerusakan tubuh. Itulah sebabnya kenapa puasa mampu mengobati berbagai penyakit kronis.
Saat berpuasa, tubuh mengalami detoksifikasi secara alamiah. Tidak adanya makanan yang biasa masuk dalam lambung, membuat organ-organ tubuh seperti hati dan limpa mulai “membersihkan diri.”
Racun yang dibuangpun 10 kali lebih banyak, karena racun yang dikeluarkan lebih banyak daripada biasanya, proses penuaan pun bisa dihambat untuk sementara.
Itulah sebabnya bila kita melakukan puasa dengan benar, wajah kita nampak lebih berseri, tubuh lebih sehat, dan jiwa pun lebih kuat. Ayo berpuasa!
Sumber : DetikHealth
by Danu Wijaya danuw | Jun 5, 2017 | Artikel, Ramadhan
Banyak orang yang keluhkan rasa kantuk saat melaksanakan shalat tarawih. Sehingga, dalam pelaksanaan shalatnya tidak bisa khusyuk. Alhasil, bukannya mendapat berkah, malah merasa lelah. Padahal, shalat tarawih ini hanya ada satu tahun sekali. Sayang banget kan, kalau kita lewati hanya dengan tertidur atau pun tidak sadar dalam pelaksanaan shalat tarawih.
Maka, kita harus segera bertindak nih. Jangan sampai rasa kantuk tersebut terus menghampiri di kala kita sedang ingin berkomunikasi dengan Allah SWT. Tapi, bagaimana cara mengatasi saat shalat tarawih ya?
1. Jauhi perbuatan dosa dan maksiat di siang hari
Meskipun bulan Ramadhan setan dibelenggu, namun kita tetap harus menjauhi perbuatan dosa. Ketika setan dibelenggu bukan berarti manusia terbebas dari godaan setan. Hal tersebut karena yang dibelenggu adalah para pentolan setan bukan seluruh setan. Adapun anak buahnya tetap saja berkeliaran menggoda manusia. Namun sayangnya kita masih kalah dengan setan yang kecil-kecil tersebut.
Menjaga diri dari perbuatan dosa di siang hari bulan Ramadhan akan membantu kita terjaga di waktu malam. Banyak ungkapan para salafus Sholih yang mengatakan bahwa perbuatan dosa di siang hari merupakan penghalang utama shalat malam.
Suatu hari seorang laki-laki berkata kepada Ibrahim bin Adham rahimahullah, “Sesungguhnya aku tidak mampu melakukan shalat malam, maka berilah aku obatnya?”
Maka dia berkata, “Janganlah engkau bermaksiat kepada Allah Ta’ala di siang hari, maka Dia akan membangunkanmu di hadapan-Nya di malam hari. Sesungguhnya engkau berdiri di hadapan-Nya di malam hari merupakan kemulian terbesar. Adapun pendosa tidak berhak mendapatkan kemulian tersebut.”
2. Sempatkanlah untuk qoilulah sejenak (istirahat atau tidur siang)
Al-Fayumi di dalam al-Misbah al-Munir berkata bahwa qoilulah maknanya (نَامَ نِصْفُ النَّهَارِ/tidur di pertengahan siang). Adapun Imam as-Son’ani di dalam kitab Subulus Salam berkata Qoilulah yaitu, “Istirahat di tengah siang walaupun tidak dengan tidur.”
Dari pengertian di atas dapat kita simpulkan bahwa qoilulah baik dengan tidur atau tidak realitanya sangat membantu dalam shalat malam. Adapun waktunya bisa sebelum atau sesudah Zuhur/Jumat.
Mayoritas ulama menghukumi qoilulah sebagai amalan sunah atas dasar hadits berikut, “Ber-qoilulah–lah kalian. Karena setan itu tidak ber-qoilulah,” (HR. Thabrani).
Berkata Ishaq bin Abdillah bin Abi Farwah rahimahullah, “Qoilulah merupakan amalan pencinta kebaikan. Di dalamnya terkumpul banyak faidah sekaligus faktor penguat untuk shalat malam.”
Memang qoilulah adalah sunah tapi harus ingat jangan disalahgunakan sebagai alasan memperbanyak tidur siang di bulan Ramadhan. Qoilulah ada kadar dan batasannya. Jangan sampai seorang berasalan dengan qoilulah menjadi malas bekerja dan beramal. Amalkan sunah pada kadar, waktu dan tempatnya.
3. Atur porsi makan dan minum ketika berbuka
Porsi makan yang tidak terkontrol saat berbuka menyebabkan perut kita bekerja terlalu payah. Dampak dari hal tersebut tubuh kita lelah, otak sulit berkonsentrasi dan mata mengantuk. Akhirnya shalat tarawih sambil ngantuk.
Tepat sekali sabda Nabi saw, “Tidak ada wadah yang lebih buruk untuk dipenuhi oleh manusia kecuali perutnya. Cukuplah bagi manusia beberapa suap makanan untuk menegakkan tulang sulbinya. Jika dia harus makan lebih dari beberapa suap untuk menegakkan sulbinya tersebut, maka sepertiga hendaknya untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiga lagi untuk nafas/udara,” (HR. Ahmad).
Berkata Wahb bin Munabbih, “Tidak ada manusia yang lebih dicintai oleh setan selain orang yang gemar makan dan tidur.”
Sufyan ats-Tsauri berkata, “Hendaknya kalian menyedikitkan makan maka kalian akan mudah shalat malam.”
4. Jangan lupa bersiwak
Siwak merupakan sunnah Nabi saw yang banyak ditinggalkan kaum muslimin, bahkan mereka yang mengaku sebagai aktivis Islam. Jika kita telaah kehidupan Nabi saw maka kita dapati siwak adalah sunnah yang senantiasa beliau lazimi baik di rumah, masjid, atau bahkan ketika safar.
Nabi saw bersabda, “Siwak itu membersihkan mulut dan mendapatkan keridhoan dari Rabb,” (HR. Ahmad).
Dengan bersiwak mulut menjadi bersih dan tidak bau. Oleh karena itu, siwak membantu kekhusyu’an shalat Anda. Ketika kita khusyu’ insya Allah Ta’ala kita tidak akan gampang letih.
Referensi: mimbarhadits.wordpress.com yang disusun oleh Ustadz Abu Azzam Hawari, Lc., M.E.I.
by Danu Wijaya danuw | Jun 4, 2017 | Artikel, Berita, Internasional
NEW YORK—Sebanyak 100 orang Muslim Amerika menggelar shalat maghrib berjamaah dan buka puasa bersama di depan Trump Tower, New York, AS, dalam sebuah aksi damai menentang retorika Islamofobia ala Donald Trump.
Aksi damai yang digagas oleh kelompok pembela imigran tersebut, juga dihadiri oleh sejumlah warga NonMuslim New York.
Selepas shalat maghrib berjamaah, para peserta aksi duduk dan berbagi makanan yang termasuk nasi, ayam dan pizza di tepi jalan Fifth Avenue 56th & 57th Street di Midtown, depan Trump Tower.
Fatoumata Waggeh, seorang Muslimah berusia 26 tahun keturunan Gambia, mengatakan bahwa dia datang untuk menentang “retorika negatif tentang Islam yang menyebar di sekitar umat Muslim Amerika,” serta untuk menunjukkan solidaritas.
Maggie Glass, seorang warga New York berusia 31 tahun yang aktif di sebuah asosiasi pengungsi Yahudi, mengatakan bahwa dia ada di sana untuk mendukung semua tetangga dan teman Muslimnya.
“Saya berpikir bahwa ini adalah kesempatan bagi kita untuk berkumpul sebagai sebuah komunitas, untuk menunjukkan bahwa kita bersatu,” Kata Maggie lansir Hindustan Times, Jumat (2/6/2017).

Muslim AS shalat dijalan depan Trump Center diliput banyak media
Penggagas acara, Linda Sarsour mengatakan bahwa dia puas dengan jumlah aksi tersebut.
Linda merasa tidak keberatan bahwa Trump, bertolak belakang dengan presiden AS sebelumnya, tidak mengundang warga Muslim Amerika ke Gedung Putih untuk melakukan Iftar.
“Mereka tidak mengundang (iftar-red) kita, tapi kita tidak mau datang ke sana.”
“Sejujurnya, walaupun mereka melakukannya, saya akan meminta umat Islam untuk tidak melakukan hal tersebut,” katanya.
Selama unjuk rasa berlangsung, sekelompok kecil pendukung Trump di sisi lain jalan meneriakkan “AS, AS!” dan “Kami tidak menginginkan hukum syariah!”
Sementara itu polisi memantau aksi damai itu dengan ketat.
Seperti diketahui, Trump Tower di Manhattan merupakan rumah bagi Trump Organization, jantung kerajaan bisnis Presiden Donald Trump. Ibu Negara Melania Trump tinggal di sana bersama putra bungsu pasangannya, Baron.
Sumber : Islampos
by Danu Wijaya danuw | Jun 4, 2017 | Artikel, Berita, Internasional
Kemenangan juara Final Liga Champion antara 4-1 Real Madrid vs Juventus Minggu dini hari, maka ramailah pembicaraan tentang tokoh-tokoh bola yang berperan pada pertandingan besar tersebut. Salah satunya penunjukan Zinedine Zidane sebagai arsitek Real Madrid menggantikan Rafa Benitez sebagai pretasi besar.
Kepiawaian melatih Madrid
Pada saat ditunjuk sebagai pelatih Madrid menggantikan Rafael benitez, sebagai umat Islam, tentunya kita bersyukur bahwa ini tradisi baru di Real Madrid. Mengingat sejarah kejayaan Islam selama abad ke-8 sampai abad ke-15 di Spanyol, Islam sebenarnya sudah memiliki hubungan sejarah panjang di Negeri Matador ini.
Memang benar Zizou adalah legenda hidup sepak bola Prancis. Tapi, buat Real Madrid, dia sesungguhnya layak disebut sebagai khalifah di klub itu. Ia adalah sosok yang juga pernah memengaruhi kebijakan merekrut pemain muslim Madrid seperti Nuri Sahin, Karim Benzema, Mesut Ozil, dan Sami Khedira.
Mereka semua telah memberikan warna Islam yang luar biasa buat Real Madrid. Tak heran jika kehadiran sosok-sosok pemain Muslim dan pamor Zidane pada akhirnya menjadi jalan untuk mengundang sponsor raksasa Emirates Air Line sebagai sponsor.
Muslim yang Taat
Meski capaiannya di lapangan luar biasa, namun Zidane tidak lupa untuk memposisikan dirinya sebagai seorang Muslim. Ia disebut-sebut sebagai atlet dunia yang taat menjalankan kewajiban shalat lima waktu. Pemain Terbaik Dunia tiga kali tersebut termasuk Muslim yang memiliki keimanan baik
Diberitakan oleh Hollowverse, Zidane yang kala itu masih aktif menjadi pemain sepak bola tetap menjalankan kewajibannya sebagai muslim, yakni sholat, serta puasa di bulan Ramadan walau serangkaian pertandingan harus dihadapi. Karena bagi Zidane, Islam adalah salah satu aspek yang membentuk identitas dirinya.
Liga Champions Merupakan Incaran Zidane di Real Madrid
Real Madrid mengambil langkah besar ketika memutuskan untuk memecat Rafa Benitez dari kursi kepelatihan. Anehnya, Madrid malah memilih Zinedine Zidane yang belum pernah melatih di klub profesional sebagai pelatih pengganti.
Namun tampaknya pilihan Madrid tersebut tepat karena akhirnya, Zidane mampu membawa tim kembali bersaing dengan Barcelona dalam perebutan gelar juara La Liga. Tak hanya itu, dirinya juga membantu Madrid meraih gelar Liga Champions musim ini.
Menurut pemain bertahan Madrid, Pepe, Zidane memang sudah memiliki ambisi besar sejak pertama kali melatih. Pepe mengungkapkan bahwa Zidane sudah membagi-bagi tugas kepada pemain demi raihan gelar Liga Champions.
“Ketika Zidane datang untuk melatih, ia mengadakan pertemuan dengan Sergio Ramos, Marcelo, Cristiano Ronaldo, dan saya. Ia lalu membagikan daftar tanggung jawab yang harus kami lakukan,” ujar Pepe.
Sumber : NusantaraKini/OkeZone
by Danu Wijaya danuw | Jun 3, 2017 | Artikel, Berita, Nasional
JAKARTA–Setiap profesi pasti memiliki cara dan cerita sendiri dalam menjalani puasa di bulan Ramadan. Tak terkecuali untuk Sarah Widyanti Kusuma, pilot wanita cantik dari maskapai penerbangan Garuda Indonesia Airlines.
Di sela-sela kesibukannya, Sarah bercerita bagaimana Ia harus menjalani puasa dari balik kokpit dan harus berpindah-pindah dari satu negara ke negara lain. Hal itu dirinya rasakan mulai awal Ramadan tiba, di mana Ia harus rela saum jauh dari keluarga.
“Awal Ramadan kebetulan lagi di Chengdu menuju Indonesia,” ujar Sarah.
Mantan kontestan Indonesia Idol ini menuturkan, menjalani puasa sebagai penerbang memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya, dibutuhkan kekuatan fisik dan konsentrasi yang harus tetap terjaga selama menjalani tugas sembari berpuasa.
“Tantangannya harus tetap fokus di mana selama terbang kita lebih cepat kehilangan cairan dan oksigen,” ujarnya.
Oleh karenanya, ibu satu anak ini rutin berolahraga serta memperhatikan betul makanan dan vitamin yang dikonsumsi ketika sahur.
“Olahraga sama menu sahur dan buka yang benar, konsumsi vitamin juga. Kalau makan enggak benar dan enggak olahraga biasanya saya enggak akan kuat puasa saat kerja,” tutur wanita pemegang lisensi pesawat jenis Boeing dan Airbus ini.
“Kalau penumpang kan enggak puasa mungkin enggak apa-apa yah, karena cuma 1-2 hari aja flight-nya. Kalau crew kan setiap hari kerjaannya seperti itu jadi yah tetep harus dijaga staminanya.”
Sebagai muslim, Sarah selalu menyempatkan waktu untuk beribadah, termasuk ketika berada di udara dan negara lain. Kata dia, terbang selama berjam-jam bukan alasan untuk meninggalkan kewajiban sebagai muslim. Fotonya saat beribadah di ruang kokpit yang diabadikan rekan penerbangnya pun pernah viral di media sosial
“Alhamdulillah justru banyak yang bisa dilakukan saat terbang, saya bisa tadarusan saat di hotel, dibandingkan jalan-jalan keliling kota, saat mau buka puasa aja saya keluar hotel sambil ngabuburit cari makan untuk buka dan sahur,” ungkapnya.
Menjalani profesi sebagai pilot, Sarah juga tak pernah lupa perannya sebagai ibu dari satu anak. Menjalani Ramadan jauh dari keluarga, terkadang membuatnya rindu dengan keluarga.
“Kangen sama keluarga pasti. Tapi, saya tetap punya tanggung jawab di tempat lain selain di rumah, ya tetap harus profesional, saya titipkan anak kepada ibu saya atau kadang sama mertua, jadi saya tenang,” pungkasnya.
Sumber: Merdeka
by Danu Wijaya danuw | Jun 3, 2017 | Artikel, Dakwah
Saudaraku, janganlah kalian menetap di suatu negeri yang di dalamnya tak ada seorang ulama yang memberikan fatwa tentang agamamu, dan seorang dokter yang memberitahu penyakitmu.
Saudaraku,
Jika kau khawatir terjebak dalam ‘ujub
Maka lihatlah siapa yang engkau hadapi saat bersujud,
Pahalakah yang kaumaksud?
Azabkah yang kautakut?
Nikmat kesehatan mana yang kausyukuri?
Musibah apa yang kaukufuri?
Jika kau memikirkan salah satu dari hal-hal tersebut akan terlihat kerdil amalanmu.
Saudaraku,
Perdalamlah ilmu agama sebelum kau menjadi pemimpin, karena saat kau menjadi pemimpin maka tak ada lagi waktu untuk mendalami ilmu.
Saudaraku,
Cukuplah ilmu menjadi sebuah keutamaan saat orang yang tak memiliki mengaku-ngaku memilikinya dan merasa senang jika dipanggil dengan gelar ilmuwan.
Cukuplah kebodohan menjadi aib saat orang yang bodoh merasa terbebas darinya dan marah jika digelari dengannya.
Barangsiapa mempelajari Al Qur’an, akan naik harga dirinya.
Barangsiapa mendalami fikih, akan berkembang kemampuannya.
Barangsiapa menulis hadits, akan kuat argumentasinya.
Barangsiapa berkecimpung dalam ilmu Bahasa, akan lembut perasaannya.
Barangsiapa berkecimpung dalam ilmu Matematika, akan luas akalnya.
Barangsiapa tidak menjaga hawa nafsunya, takkan bermanfaat ilmunya.
Saudaraku,
Barangsiapa mengejar kekuasaan, ia akan lari darinya. Jika terjadi sesuatu ia akan lupa terhadap ilmu.
Saudaraku,
Dunia adalah batu yang licin dan kampung yang kumuh. Bangunannya kelak roboh, penduduknya adalah calon penghuni kubur, apa yang dikumpulkan akan ditinggalkan, apa yang dibanggakan akan disesalkan, mengejarnya sulit, tetapi meninggalkannya mudah.
Sumber: Diambil dari kitab Mawa’idh Imam Syafi’i