0878 8077 4762 [email protected]

Menlu Qatar: Hamas Bukan Teroris, Melainkan Gerakan Melawan Penjajah

QATAR– Menteri Luar Negeri (Menlu) Qatar Syaikh Mohammed bin Abdulrahmah al-Thani kemarin (12/6/2017) kemarin menyatakan bahwa Hamas adalah gerakan perlawanan yang berupaya menyatukan barisan rakyat Palestina, bukan organisasi teroris.
Dalam konferensi pers dengan Menlu Perancis, menteri Qatar itu menjelaskan bahwa keberadaan Hamas di Qatar bertujuan untuk mendorong perundingan perdamaian dengan Fatah. Ia juga menegaskan bahwa kepemimpinan biro politik Hamas berkedudukan di Gaza bukan Doha.
Ia menambahkan, upaya Qatar dalam merekonstruksi Gaza jelas dan transparan, serta diimplementasikan melalui mekanisme internasional. Ia juga menegaskan bahwa Qatar mendukung rakyat Palestina dan rekonsiliasi nasional, serta tidak berpihak pada salah satu faksi tertentu.
Ia menyatakan, “Hamas tidak masuk dalam daftar teroris negara-negara Teluk, lantas kenapa menentang keberadaan mereka sebagai tamu? Hamas adalah gerakan perlawanan dan kami memperlakukannya sebagai sebuah faksi politik.”
Menteri Qatar itu menyatakan keheranannya kenapa hubungan dengan Hamas menjadi sebuah tuduhan.
Qatar baru-baru ini menjadi sasaran kampanye hasutan dan tekanan. Sejumlah sumber mengungkap bahwa salah satu alasan utama kampanye tersebut adalah karena dukungan Qatar untuk Palestina dan membiarkan para pemimpin Hamas ada di Qatar.
Hal itu diperkuat dengan pernyataan Menteri Luar Negeri Saudi Adel Al-Jubeir dan para tokoh Teluk lainnya yang secara terbuka menuntut Qatar untuk menghentikan dukungannya terhadap Hamas.
 
Sumber : SahabatAlaqsha/PIC

Ini Pertama Kalinya Pesawat Israel Mendarat Di Bandara Saudi

 
NAZARET–Otoritas Israel melakukan kesepakatan dengan Kerajaan Aab Saudi terkait pembukaan jalur penerbangan udara untuk mengangkut umat Islam Palestina ke tanah suci Mekkah. Dalam sejarah, ini pertaman kalinya pesawat Israel akan mendarat di Saudi.
Dikutip dari Yediot Aharonot, Kamis (15/6/2017) kemarin, sebelumnya perundingan sudah dilakukan sebagai langkah simbolik normalisasi dengan Israel. Otoritas Palestina melakukan koordinasi dengan Amerika, Yordania, dan Israel soal pengangkutan jamaah haji dari Ben Gurion ke Saudi.
Hasil dari perundingan itu, karena tidak ada akses resmi antara dua negara, maka pesawat akan landing di Amman dan setelah itu ke Saudi.
Seorang pejabat Israel mengatakan, perundingan kini semakin berkembang dimana perjalanan udara melalui pesawat asing ke Saudi sehingga jamaah haji Palestina yang tinggal di Israel akan bisa berkunjung langsung dari Israel ke Saudi.
Langkah ini dinilai bagian dari normalisasi hubungan antara Saudi, negara-negara Arab dengan Israel dimana Amerika ingin memperkuatnya. Sehingga di masa mendatang akan membuka kemungkinan ada perjalanan udara Saudi ke Israel.
Menteri Transportasi dan Intelijen Israel Yesrael Cats menjelaskan kepada delegasi Amerika rencana jalur kereta api “perdamaian regional” yang menghubungkan antara Israel dan Yordania kemudian ke Saudi serta negara-negara Teluk sampai ke Laut Meditradia.
Sebelumnya, Saudi menolak segala bentuk normalisasi dengan Israel. Jamaah haji Palestina yang tinggal di wilayah jajahan Israel tahun 1948 berangkat ke Saudi melalui Yordania kemudian dari sana mereka ke Saudi baik melalui darat atau udara dengan menggunakan paspor Yordania.
Jika jalur udara Israel ke Saudi dibuka, maka peluang-peluang lain akan dibuka bagi Israel di negara-negara Arab sehingga isolasi terhadap Israel akan terpecahkan.
Sebagian analis mengkhawatirkan mata-mata Israel ke Arab Saudi, sebab dimana ada yahudi disitu ada kerusakan dan pengkhianatan. Dan menyayangkan kenapa tidak membuat bandara di negara Palestina wilayah Tepi Barat dan Gaza. Sehingga dapat terus mengisolasi Israel sebagai solidaritas sesama muslim.
 
Sumber: PIP

Muslim London yang Sahur Jadi Penyelamat Pertama Kebakaran Apartemen

Muslim London yang Sahur Jadi Penyelamat Pertama Kebakaran Apartemen

LONDON – Kebakaran yang menghanguskan Grenfell Tower di London, Rabu (14/6) dini hari mengakibatkan 12 orang tewas. Hunian vertikal yang terdiri dari 24 lantai dengan 120 flat itu diperkirakan dihuni oleh 400-600 orang.
Api berkobar saat sebagian besar penghuni sedang terlelap. Beruntung, ada warga lokal yang sedang makan sahur sehingga bisa mengurangi jumlah korban jiwa.
Anak-anak muslim menyelamatkan nyawa orang-orang. Mereka berlarian menggedor pintu. Terima kasih Tuhan untuk Ramadan,” ujar warga lokal kepada Huffington Post.
Seorang warga lainnya menuturkan, andai remaja-remaja muslim yang sedang sahur tidak memberikan pertolongan, bisa jadi ceritanya akan lain. “Bakal lebih banyak orang meninggal,” tuturnya.
Remaja-remaja muslim di sekitar Grenfell Tower yang sedang makan sahur di masjid adalah orang yang datang pertama kali untuk memberi pertolongan. Selain berteriak mencari pertolongan, mereka juga datang dengan membawa kantong-kantong air.
“Mereka adalah yang pertama membawa kantong air membantu orang-orang. Mereka berlari mengabari orang-orang,” sambung warga.
nintchdbpict000331409254_1497496757151
Selama Ramadan, banyak muslim yang bangun dini hari untuk makan sahur. Batas makan sahur di London adalah pukul 02.39.
 
Khalid Suleman Ahmed, warga muslim yang tinggal di Grenfell Tower mengatakan, jika bukan Ramadan maka dia tak akan bangun bersamaan saat api berkobar. Saat sahur itulah dia mencium kebakaran.
Dia lantas melihat ke arah jendela dan melihat asap sudah mengepul dari lantai di bawah flat yang dia tempati. Dia mengaku tak mendengar alarm tanda bahaya.
Saya membangunkan bibi saya, berpakaian dan mulai mengetuk pintu-pintu tetangga. Setiap flat membuka (pintu, red) kecuali dua,” tutur Ahmed.
Warga lainnya menuturkan, Ramadan membawa hikmah tersendiri. “Jika bukan Ramadan, akan ada lebih banyak korban,” katanya kepada Sky News.
Api diketahui muncul pada dini hari ketika banyak penghuni apartemen sedang terlelap tidur. Warga Muslim menjadi yang pertama melihat kobaran api yang melalap apartemen 27 lantai itu.
Warga Muslim memainkan peran besar dalam mengajak banyak orang untuk keluar apartemen. Sebagian besar orang yang saya lihat adalah Muslim, mereka juga menyediakan makanan dan pakaian,” ujar warga setempat, Andre Barroso (33), kepada The Independent.
Sejumlah orang lainnya terlihat sedang membagikan botol air ke orang-orang yang sedang menunggu di luar apartemen.
“Semua orang mendapatkan bantuan. Sangat menyenangkan melihat semua orang berkumpul,” ungkapnya.
 
Sumber : JPNN

Protes Larangan Berpuasa, 28 Muslim Uighur Terbunuh

BEIJING – Polisi Xinjiang menyerang warga Muslim Uighur di selatan Kota Kashgar, Rabu (24/6). Serangan ini dilakukan sebagai balas dendam atas klaim serangan bom di pos pemeriksaan. Tersangka diklaim membunuh sejumlah polisi dengan pisau dan bom di pos pemeriksaan.
Polisi menewaskan setidaknya 15 Muslim Uighur. Balas dendam ini dilakukan pada awal bulan suci Ramadhan.
Seperti diketahui, kekerasan pada Muslim Uighur terus terjadi selama beberapa tahun terakhir. Insiden ini sering diberitakan sejumlah media. Namun, Pemerintah Cina tak pernah merespons insiden ini. Kelompok Muslim Uighur dan Aktivis HAM mengatakan, kerusuhan di Xinjiang ini dipicu karena pembatasan terlalu ketat terhadap ibadah umat Islam di sana.
Mengutip ibtimes, jumlah korban tewas serangan polisi Xinjiang dapat mencapai lebih dari 28 orang termasuk pejalan kaki.
“Ketika salah seorang polisi di pos pemeriksaan berlari keluar, tersangka memundurkan mobil lalu menabrak dan mematahkan kakinya. Dua tersangka lainnya kemudian bergegas keluar dari mobil menggunakan pisau untuk menyerang dan membunuh dua polisi yang akan menyelamatkan rekannya,” ujar Turghun Memet, polisi di Distrik Heyhag.
Penyebab Serangan
Serangan ini sebagai protes pembatasan aktivitas agama Muslim Uighur di Cina yang berlangsung sejak lama. Pembatasan paling baru adalah larangan bagi umat Muslim untuk berpuasa Ramadhan.
Pemerintah Cina memberikan pemberitahuan resmi bahwa anggota partai, PNS, siswa, dan guru dilarang berpuasa. Larangan ini berlaku sejak tahun lalu.
Mereka juga memerintahkan restoran halal tetap buka pada siang hari. Juru Bicara Muslim Uighur, Dilxat Raxit, mengatakan perintah ini merupakan bentuk politisasi pemerintah.
Pemerintahan Cina yang Komunis
Dilansir dari The Guardian, Presiden Xi Jinping menilai agama yang ada di Cina tidak boleh dipengaruhi asing. Seluruh warga dan agama mana pun harus berjanji hanya setia untuk negara.
Cina dengan mayoritas ateis berusaha mengendalikan berbagai agama dan penyebarannya. “Kita harus mengelola urusan agama sesuai dengan hukum dan sesuai dengan keinginan kami,” ujar Xi Jinping.
Xi beralasan, pasukan asing menggunakan agama untuk menyusup pada masyarakat Cina. Sehingga dapat menguasai warga dan menjatuhkan partai yang berkuasa saat ini.
Seorang sarjana agama Cina di Universitas Purdue, Yang Fenggang, mengatakan aturan pemerintah ini dinilai bias. Pasukan asing tak jelas mengacu pada individu asing, kelompok nonpemerintah asing, tradisi budaya asing, atau pemerintah asing.
Kebijakan ini sulit diterapkan pada era globalisasi ini saat Cina ingin mempromosikan budaya Cina di luar negeri. “Bagaimana anda bisa mempengaruhi asing, tetapi tidak dipengaruhi oleh asing?”
 
Source : Reuters/Republika

Kisah Taaruf Pria Korea Yang Nikahi Muslimah Malaysia

Bagi para remaja penggemar drama Korea tentu kisah cinta ala Korea selalu menarik. Namun,  bagaimana bila kisah cinta ala korea itu dipadukan dengan keindahan Islam? Adalah Fadhilah, Muslimah cantik asal Malaysia yang dipersunting oleh Kim Jeyoung atau Aiman Kim, seorang muallaf asal Korea.
Jeyoung & Dhila ini bisa dijadikan semacam pembuktian bahwa “tidak perlu kenal bertahun-tahun, orang yang mencintai Allah, maka dia akan dengan mudah mencintai orang yang juga mencintai Allah”.  Fadhila mengaku tidak kenal lama dengan Jeyoung, sebelum menikah ia baru kenal dengan jyeoung selama tiga bulan.
Di bulan pertama perkenalannya Jeyoung sudah mengutarakan keinginannya untuk menikahi Fadhila. Lucunya saat Jeyoung mengutarakan perasaannya pada Fadhila, seperti di ceritakan di blog pribadi Fadhila [email protected]. Fadhila berkata “WHAT THE.. You must be kidding? You’re Korean.” Dengan santainya Jeyoung menjawab “So? I’m a human too.”
Akhirnya tiga bulan kemudian Fadhila menikah dengan Jeyoung. Walaupun saat mengutarakan niatnya orang tua Fadhila masih tidak percaya. Pasangan ini benar-benar menginspirasi.
Bahkan dalam beberapa postingannya Fadhila dan Jeyoung mengaku saling mencintai karena Allah. Dan Allah yang sudah sangat baik mempertemukan pasangan berbeda negara tersebut. Kebersamaan keduanya dapat dijumpai di akun instagram Fadhila, @snfad_diela.
Itulah bukti kekuasaan Allah, karena tidak ada hal yang tidak mungkin di dunia ini.
 
Sumber : ruangmuslimah

Pemberontak Syiah Houthi Larang Shalat Tarawih di Ibukota Sana’a

Pemberontak Syiah Houthi Yaman yang diperangi Saudi cs dilaporkan melarang warga Yaman melaksanaan Shalat tarawih dan ceramah keagamaan sepanjang bulan suci Ramadhan di ibukota Sana’a, seperti dilansir Gulf News.
Tidak sampai disana, kelompok pemberontak dukungan Syiah Iran juga melarang para imam untuk ceramah di dalam masjid, serta memaksa mereka menandatangani sebuah janji terkait pelarang tersebut.
Pemyebab Syiah Membenci Tarawih
Sejumlah pengamat di ibukota Sana’a mengatakan bahwa larangan ini diberlakukan kelompok pemberontak untuk mencegah warga Yaman berdoa melawan kelompok Syiah Houthi dan pemerintahan mereka di wilayah ibukota Yaman.
Dalam keyakinan Syiah sendiri, shalat tarawih diharamkan karena dihidupkan amalanya disaat zaman khalifah Umar bin Khattab. Penyimpangan kesesatan ajaran Syiah dalam membenci sahabat Rasul juga merembet pada ibadah sunnah lainnya.
Ratusan dai dan pengkhotbah agama telah melarikan diri dari ibukota sejak kelompok Syiah Houthi menguasai Sana’a pada awal tahun 2015 lalu. Mereka yang masih berada di ibukota banyak ditangkap dan disiksa.
 
Sumber : Gulf News