0878 8077 4762 [email protected]

Para Buruh Muslimah Swedia Menuntut Hak Berjilbab di Peringatan Mayday

Stockholm – Di Hari Buruh Internasional, Senin (01/05/2017) kemarin para muslimah di Swedia turun ke jalan, menuntut hak berjilbab di tempat kerja.
Aksi dilakukan setelah Hakim Pengadilan Uni Eropa, mengizinkan perusahaan swasta untuk melarang karyawan mengenakan simbol-simbol keagamaan.
Secara tidak langsung, keputusan itu merupakan serangan langsung terhadap wanita-wanita yang mengenakan jilbab di tempat kerja mereka. Keputusan diambil setelah seorang wanita Belgia dan seorang wanita Perancis mengajukan tuntutan hukum karena diberhentikan dari pekerjaan mereka karena mengenakan jilbab.
Aksi ini tidak hanya dilakukan di ibukota Stockholm, tetapi juga di kota-kota Malmo, Gothenburg, Vasteras, Sala dan Umea. Mereka meneriakkan slogan-slogan seperti “Hancurkan Rasisme!”, “Jilbab Saya Bukanlah Urusan Anda” dan “Pekerjaan adalah Hak Kita”.
Pesan para demonstran
“Wanita Muslim di sini (Gothenburg) biasanya tidak pergi untuk demonstrasi pada May Day. Aksi ini menunjukkan begitu banyak orang dari berbagai latar belakang yang memperjuangkan hak-hak buruh,” kata Maimuna Abdullahi, salah satu penyelenggara acara tersebut kepada Al Jazeera.
“Saya keluar karena ini adalah tanggung jawab masyarakat kita untuk membela kita semua,” kata Gabrielle Guastad, seorang peserta aksi dari jaringan aktivis Swedia di Gothenburg, The Right Our Bodies.
“Tidak ada kritik keras terhadap keputusan tersebut, terutama di Swedia, sebuah negara yang dipuji karena hak asasi manusia,” kata Abdullahi.
Untuk mempromosikan pawai tersebut, Aftab Soltani, salah satu panitia, mengungkapkan bahwa Muslimah adalah sosok yang kuat. Dia mengatakan bahwa tujuan aksi untuk membalikkan citra Muslimah sebagai korban diskriminasi.
Sementara itu, para netizen langsung menyebarkan postingan-postingan terkait aksi itu, sembati menyematkan hastag #Muslimwomenban.
“Kata-kata pengadilan tentang netralitas di sebuah perusahaan juga menunjukkan bahwa hijab dianggap abnormal,” kata Hajar El Jahidi dari Forum Eropa untuk Wanita Muslim.
“Keputusan pengadilan tersebut juga menyebabkan beberapa pengusaha sektor swasta memasukkan klausul netralitas dalam kebijakan mereka sebagai dasar untuk menghapus atau melarang pekerja yang mengenakan jilbab,” pungkasnya.
 
Sumber: Al-Jazeera

Zinedine Zidane: Jangan Sampai Le Pen Menang Pilpres Prancis!

Legenda sepakbola Prancis, Zinedine Yazid Zidane, menyerukan agar warga Negeri Mode harus melakukan upaya terbaik untuk menghentikan langkah calon presiden (capres) Marine Le Pen. Ia menyatakan dengan terbuka berseberangan dengan semua ide yang diusung capres dari Partai Front Nasional itu.
“Sama seperti Pilpres 2002, bahwa saya sangat jauh dari ide-ide perjuangan Front Nasional. Kita harus menghentikannya sebisa mungkin,” tutur Zidane usai memimpin latihan klub sepakbola Spanyol, Real Madrid, mengutip dariReuters, Sabtu (29/4/2017).
Pria berusia 44 tahun itu merujuk pada Pilpres Prancis 2002 di mana ayah Marine, Jean-Marie Le Pen, mengejutkan semua pihak dengan melaju ke putaran kedua. Sama seperti ayahnya, perempuan berusia 48 itu memiliki pandangan keras terhadap imigran, sebuah isu sensitif di Prancis.
Marine Le Pen dalam beberapa kampanyenya sering menyudutkan kaum imigran dan Muslim Prancis. Bahkan menyebut kaum Islam seperti Nazi yang extrem. Sehingga mendapat kecaman luas di negara Prancis karena sikap rasisme tersebut.
Sebagaimana diketahui, Zinedine Zidane adalah seorang Muslim Prancis keturunan imigran asal Aljazair yang lahir dan besar di Marseille. Kepopuleran Zidane tidak perlu diragukan lagi di Prancis.
Zinedine Zidane membawa tim nasional Prancis memenangkan Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000 secara berturutan. Perannya sangat krusial di dalam tim yang didominasi oleh keturunan imigran tersebut. Ia tidak hanya berperan sebagai pengatur irama permainan, tetapi juga sebagai pemimpin tim.
Sebagaimana diketahui, Marine Le Pen bersama Emmanuel Macron melaju ke putaran kedua Pilpres Prancis 2017. Keduanya tengah gencar dalam merebut hati warga Prancis demi memenangkan Pilpres putaran kedua pada 7 Mei mendatang.
 
Sumber : Okezone

Menguak 4 Fakta Keberadaan Islam di Korea Utara

Menguak 4 Fakta Keberadaan Islam di Korea Utara

Korea Utara adalah negara yang ‘tertutup’ terhadap berbagai macam akses informasi dan pengaruh dari luar. Termasuk soal agama. Namun kabarnya pengaruh Islam juga sampai di negeri komunis itu.
Tidak diketahui pasti bagaimana Islam menyebar dan masuk ke Korea Utara. Namun laporan PEW Research Center menyebutkan bahwa jumlah komunitas Muslim yang ada di sana hanya sekitar 2.000 jiwa, kurang dari 0,1 persen dari keseluruhan penduduk.
1. Islam hanya dari diplomat Kedutaan Asing saja

Kegiatan-keislaman-di-Korut

Suasana didalam masjid di Korut yang kebanyakan diisi wajah Kedutaan Asing


Dilansir dari laman nknews.org, Islam di Korea Utara hanya dipeluk oleh para staf kedutaan ataupun para pekerja organisasi internasional.
Rata-rata penduduk Korea Utara adalah Ateis/komunis. Sehingga pemeluk agama seperti Islam maupun Nasrani bersatu di bawah federasi agama Korea.
2. Hanya memiliki Satu Masjid di Kedubes Iran
inilah-pyongyang-mosque-satu-satunya-masjid-di-korea-utara-150807a (1)
Islam di Korea Utara ditopang oleh sebuah masjid bernama Pyongyang Mosque. Pyongyang Mosque merupakan satu-satunya masjid yang dimiliki negara komunis itu.
Masjid ini berlokasi di dalam Komplek Kedutaan Besar Iran, di Kota Pyongyang, tepat di sebelah Kantor Kedubes Rumania.
Meski begitu, sejauh ini tak ada yang tahu pasti seperti apa aktivitas rutin muslim Korea Utara di masjid tersebut.
3. Kemungkinan 0% warga asli Korea Utara memeluk Islam dan agama lain
Korea Utara dengan Islam mungkin bukan padanan yang pas. Tapi pada kenyataannya Islam berpotensi berkembang di sana, meskipun sangat lambat.
Pada data agamanya tercatat beberapa nama Islam di sana. Jumlahnya memang sedikit, tidak sampai 1%.
Menurut data yang ada, dipastikan 0% warga Korea Utara memeluk Islam. Tidak ada seorang pun masyarakat asli yang menjadi muslim.
Agama ini sendiri dibawa oleh diplomat-diplomat dari negara Islam, serta duta besar di sana.
4. Perayaan Keislaman di Korut Dilakukan oleh Kedutaan Indonesia
Perayaan-Idul-Adha-di-Pyongyang

Perayaan idul adha di masjid dgn papan nama Rouhani, terlihat paling kanan orang malaysia-indonesia


Kedutaan RI ternyata sudah bolak-balik melakukan berbagai macam acaara keislaman. Mulai dari Nuzulul Qur’an saat bulan Ramadhan hingga dengan Idul Fitri.
Tak ada masalah, pemerintah sana baik-baik saja dengan itu. Makanya, ini jadi bukti jika Korut sebenarnya membolehkan kegiatan Islam di masjid tertentu.

Abbas : Inggris Harusnya Minta Maaf, Bukan Rayakan Deklarasi Balfour Israel

Deklarasi Balfour yang dideklarasikan oleh Inggris pada 1917 silam menjadi permulaan terbentuknya negara Israel di Palestina.
Presiden Palestina Mahmoud Abbas meminta negara kerajaan Inggris untuk meminta maaf kepada rakyat Palestina.
Bukannya meminta maaf, Inggris malah berencana mengadakan perayaan bersama dengan pejabat Israel untuk menandai 100 tahun kelahiran deklarasi Balfour.
Pidato Abbas di PBB dan KTT
Dalam sebuah pidato di hadapan Majelis Umum PBB, September 2016 lalu, Abbas meminta Inggris menyatakan permohonan maaf kepada rakyat Palestina karena telah ikut menyengsarakan mereka.
Kemudian Abbas juga mengulang permintaannya itu dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Liga Arab di Yordania pada Maret lalu.
“Inggris tidak harus merayakan ulang tahun ke-100 Deklarasi Balfour, yang jadi pendukung utama lahirnya Tanah Air Yahudi di tanah Palestina. Sebaliknya, Inggris wajib meminta maaf kepada rakyat Palestina,” kata Mahmoud Abbas dalam sebuah pernyataan, dilansir Reuters, Selasa (26/4/2017).
Surat dari Inggris kepada Palestina
Sementara itu, Duta Besar Palestina untuk Inggris Manuel Hassassian menjelaskan, Inggris telah melayangkan sebuah surat yang ditujukan kepada pemerintah Palestina.
“Jawabannya datang dalam sebuah surat tertulis kepada Kementerian Luar Negeri Palestina, yang menyebut seruan permintaan maaf tersebut ditolak,” kata Hassassian.
Menurut Hassassian, berarti Ratu dan pemerintah Inggris tidak akan meminta maaf kepada orang-orang Palestina dan perayaan untuk menandai 100 tahun sejak perjanjian Balfour akan tetap digelar tepat waktu.
Petisi Online Agar Inggris Meminta Maaf
Sebelumnya, The Balfour Apology Campaign (BAC) sebuah organisasi Kampanye Permintaan Maaf Balfour, membuat petiisi online yang mendesak Inggris agar meminta maaf.
“Itu adalah surat yang bertanggung jawab untuk fakta Palestina tidak memiliki negara Palestina merdeka sampai hari ini,” menurut salah satu anggota BAC.
Sejauh ini diketahui sudah 12.000 orang yang menandatangi petisi tersebut.
Di Inggris, petisi yang dengan lebih dari 10.000 tanda tangan, harus menerima tanggapan resmi dari pemerintah Inggris. Kita bisa bantu ikut petisi dengan klik di change dengan judul tersebut.
 
Sumber : Muslim Daily

Puluhan Masjid di Suriah yang Rusak akan Direnovasi oleh Pemerintah Turki

Sebuah yayasan yang dikelola oleh pemerintah Turki berjanji memperbaiki puluhan masjid yang rusak akibat perang Suriah.
Yayasan Diyanet Turki dilaporkan siap merenovasi puluhan masjid Suriah yang rusak parah akibat konflik berkepanjangan.
Menurut kepala yayasan Diyanet Turki, Mustafa Tutkun, yayasannya berencana untuk bekerja sama dengan Perdana Menteri Ankara guna membangun dan memperbaiki 66 masjid di Suriah.
“Kami berencana membangun dan memperbaiki 66 masjid dan bekerja sama dengan Perdana Menteri,” ungkap Kepala Yayasan, Mustafa Tutkun kepada AA, Ahad (23/4/2017).
Tutkun juga menegaskan bahwa proyek yayasannya akan dilakukan di beberapa tempat seperti di Cobanbey, Azaz, dan Jarablus. Beberapa masjid juga telah dibuka kembali setelah diperbaiki.
“Kami menyelesaikan perbaikan masjid Kebir, Nur dan Hasan di Jarablus dan telah dibuka kembali ke publik untuk tempat ibadah,” pungkas Tutkun.
Untuk proyek ini, Tutkun menyampaikan bahwa pihaknya akan menjalankannya di wilayah Cobanbey, Azaz dan Jarabulus. Bahkan, beberapa masjid telah berhasil dibuka kembali setelah menjalani beberapa perbaikan.
“Kami telah menyelesaikan perbaikan masjid Kabir, Nur dan Hasan di Jarabulus dan telah membuka kembali untuk digunakan sholat,” katanya pada Minggu (23/04/2017) kemarin.
Selain itu, Tutkun menambahkan bahwa yayasan tersebut telah memulihkan dan membuka kembali 127 masjid bersama Direktorat Agama yang telah dirusak oleh kelompok teror PKK di timur dan tenggara Turki.
Suriah telah dikepung dalam perang sipil sejak awal 2011, ketika rezim Bashar Al-Assad menindak warga pendukung kebebasan yang mayoritas adalah Sunni yang meletus sebagai bagian dari pemberontakan Revolusi Arab, dengan keganasan diktator yang tak terduga banyak membunuh warga sipil dan melanggar HAM Internasional.
 
Sumber: Anadolu Agency

Menguak 4 Fakta Keberadaan Islam di Korea Utara

Tersebar Foto Aamir Khan Pergi Haji Dengan Mendorong Kursi Roda Ibunya

Semarak tersebar foto Aamir Khan yang berangkat haji dengan mendorong kursi roda ibunya, Zeenat Hussain pada tanggal 19 Oktober 2012, yang terlihat di Mekkah, Arab Saudi.
Menurut laporan, Aamir mendorong kursi roda ibunya di setiap langkah untuk membuatnya nyaman.
17990779_1632089486819214_4651752567766111310_n
Kegiatan haji Aamir Khan saat itu diliput banyak media India, mulai dari IndiaToday, HindustanTimes, dan lainnya.
Bentuk bakti kepada orang tua, dan wujud kasih sayang dari anak kepada ibunya telah dicontohkan Aamir Khan dengan melayani ibunya saat haji di Mekkah.
Ziarah haji tersebut terjadi di antara jadwal sibuk promosi film thriller kejahatan Tunaash yang sedang booming saat itu.
Sebagai salah satu dari lima pilar Islam, haji diperintahkan pada semua Muslim yang secara fisik dapat melaksanakannya. Masjid-masjid besar di Mekkah dan Madinah, dua agama tersuci dalam Islam, menarik jutaan peziarah setiap tahunnya.
Aktor India yang terkenal secara internasional setelah memerankan film Three Idiot ini, memang berasal dari keturunan keluarga muslim “khan” di India.
Aamir Khan menikahi Kiran Rao yang beragama hindu pada tahun 2005. Pasangan beda keyakinan ini bertemu di lokasi syuting Dhobi Gat. Pasangan aktor dan sutradara ini, kini telah dikaruniai seorang anak bernama Azad.