by Danu Wijaya danuw | Jul 15, 2018 | Artikel, Berita, Internasional
Striker timnas Perancis dan mantan pemain Manchester United, Paul Pogba, dikenal sebagai salah satu pesepakbola muslim yang taat.
Bahkan tak segan-segan pemain termahal dunia itu menunjukkaan sisi keislamannya kepada publik.
Kemarin saat Ramadhan, Pogba sempat menjalani umroh di Mekkah. Hari pertama Ramadhan bahkan dilaluinya di kota suci umat Islam tersebut. Dirinya membagikan kesan sakral didepan Ka’bah.
Selain itu ia dan rekannya di timnas Perancis, Patrice Evra, mengunggah saat keduanya merayakan Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada tahun lalu.
Ternyata, peran sang ibu turut memberi andil kepada Pogba, hingga menjadikannya seorang muslim yang patuh terhadap nilai-nilai agama.
Sang ibu yang bernama Yeo Moriba merupakan imigran dari Guinea yang lama menetap di Perancis.
Dialah sosok yang memperkenalkan nilai-nilai Islam kepada Pogba yang kerap menunjukkan kepercayaannya, seperti saat dia berdoa sebelum menjalani pertandingan.
“Yeo selalu berusaha keras untuk membahagiakan ketiga putranya, dia sangat menyayangi ketiga putranya, dan tak peduli apakah orang lain mengetahui hal itu,” ungkap salah seorang yang pernah jadi tetangga Keluarga Pogba.
Sumber : Arah/Detik
by Danu Wijaya danuw | Jul 14, 2018 | Artikel, Berita, Internasional
Nama Harun Yahya sedang menjadi sorotan setelah dirinya ditangkap polisi Turki pada Rabu (11/7/2018). Penulis bernama asli Adnan Oktar itu sekaligus pemimpin sekte keagamaan ditangkap bersama dengan 235 pengikutnya yang disebut polisi sebagai “geng”.
Yahya dan gengnya disebut telah melakukan berbagai kejahatan, di antaranya adalah pelecehan seksual anak, hubungan seksual dengan anak di bawah umur, penculikan, penggelapan pajak, dan pelanggaran undang-undang terorisme Turki.
Di Indonesia, Harun Yahya mungkin lebih dikenal sebagai seorang ‘ilmuwan’ yang menulis berbagai buku dan memproduksi berbagai film yang menentang teori evolusi yang dicetuskan ilmuwan asal Inggris, Charles Darwin.
Namun di tempat asalnya, Turki, Harun Yahya ternyata bukan hanya terkenal karena pemikiran kreasionismenya, melainkan juga karena ia menciptakan kultus yang ia klaim berbasis kreasionisme Islam serta feminisme.
1. Ditegur Pertelevisian Turki

Harun Yahya bersama para perempuan Kitten (Harian Hurriyet)
Dilansir media Turki, Hurriyet Daily News, Rabu (11/7/2018), Harun Yahya punya saluran televisi sendiri bernama TV Channel A9. Dalam tayangan saluran televisi itulah perempuan-perempuan itu tampil ke muka publik.
Dalam talk show Adnan Oktar, perempuan-perempuan ini disebut sebagai ‘kittens’ atau ‘anak kucing’ sedangkan para laki-laki disebut ‘lions’ atau ‘singa’.
Kepala Direktorat Hubungan Agama Turki (Diyanet) yang mengecam acara TV kontroversial itu, pada 31 Januari 2018. Acara itu disebutnya mencampur-adukkan percakapan agama dengan perempuan-perempuan yang telah dioperasi plastik.
Penulis bernama pena Harun Yahya itu kena tegur pengawas pertelevisian Turki pada Februari lalu karena dinilai melanggar kesetaraan gender dan hak-hak perempuan.
2. Memiliki Wanita “Kittens” dan Pria “Lions”

Adnan Oktar yang menyelingi acara dengan tarian perempuan Kitten (cut pict)
Dalam program talk show yang dibawakannya, sering kali Harun Yahya membahas nilai-nilai Islam dan terkadang menari dengan wanita-wanita muda yang disebutnya ‘kittens’ alias anak kucing.
Dia juga bernyanyi dengan pria-pria muda yang disebutnya ‘lions’ alias singa. Pengikut pria ini juga yang dituduh melakukan bisnis kriminal.
Mariana sebagai Komnas Perempuan Turki menganggap perilaku Yahya ini benar-benar ‘ngaco’. Dengan memanggil para perempuan tersebut kitten, ia menganggap Yahya telah menjadikan perempuan tersebut peliharaan, dan bukan bentuk penghargaan sama sekali.
3. Dikecam Warga Turki termasuk Ibu-ibu

Banyak warga Turki menilai perilaku Harun Yahya bersama dengan para kitten tidak pantas dan menyimpang dari Islam.
“Kalau ke rumah jangan bicara soal Adnan Oktar (Harun Yahya), ibu saya tidak suka mendengarnya. Dia adalah orang tidak berakhlak,” komentar Yusuf Pak, insinyur listrik berusia 27 tahun asal kota Kahramanmaras, kota di bagian selatan Turki saat dia diwawancarai kumparanSAINS, Kamis (12/7).
“Menurut saya, dia itu seperti komedian yang tidak lucu. Menurut saya, meski dia bicara soal Islam, yang dia ajarkan itu bukan Islam,” ujar Ahmet Elma, pria berusia 26 tahun asal kota Bursa, salah satu kota terbesar di Turki.
Tidak hanya dipandang miring, Harun Yahya juga disebut pernah melakukan pelecehan seksual pada kitten-nya.
“Organisasi ini sangat kotor di bagian dalamnya. Anak-anak usia tujuh hingga 17 tahun jadi korban pelecehan seksual. Beberapa wanita diperkosa berkali-kali,” kata Ceylan Ozgul, perempuan yang pernah menjadi kitten Harun Yahya.
Kemudian kepala Diyanet (Keagamaan Turki), Ali Erbas mengatakan
“Ada referensi keagamaan tertentu yang dicampur aduk Harun Yahya dan dia menampilkan penari perut. Apa yang seperti itu boleh dilakukan dalam agama? Dia sepertinya kehilangan keseimbangan mental.”
Sumber disadur : Kumparan
by Danu Wijaya danuw | Jul 11, 2018 | Artikel, Berita, Internasional, Sejarah
Solidaritas antara Muslim Rohingya sudah lama terjalin. Merujuk kepada sebuah dokumen yang dirilis oleh Wakil Perdana Menteri Turki, Fikri Isik pada hari Jum’at (08/09), Muslim Rohingya pernah memberikan bantuan dalam bentuk materi kepada Khilafah Turki Utsmani saat perang dunia pertama.
Menurut dokumen dari arsip Turki Utsmani tersebut, orang-orang Rohingya mengirim 1.391 pound untuk Turki Utsmani pada tahun 1913 untuk menolong orang-orang Turki yang terluka dalam perang Balkan yang berlangsung antara tahun 1912 hingga 1913.
Dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Menteri Hilmi Pasha, berisi ucapan selamat kepada Turki Utsmani atas kemenangan yang diperoleh dalam perang Balkan.
“Saya menggunakan kesempatan ini untuk mengucapkan selamat kepada Yang Mulia, seluruh anggota kabinet serta semua rekan Turki saya atas perayaan mengagumkan dan menakjubkan merebut kembali Adrianople dan beberapa kawasan yang pernah lepas dan mengembalikan martabat Imperium Turki Utsmani.” tulis Kepala Dana Bantuan Turki Utsmani di Ragoon, Ahmed Mawla Dawood, dalam suratnya.

Tulisan tangan kerajaan Rohingya di Arakan Myanmar
Ahmed juga menyebutkan dalam suratnya bahwa orang-orang di Rohingya merayakan kemenangan saudara Muslim mereka dan berdoa di masjid-masjid.

Tulisan ketikan ulang arsip Turki Ustmani
Wakil Perdana Menteri, Fikri Isik menulis dalam twitternya bahwa surat tersebut menunjukkan solidaritas yang sangat mendalam antara rakyat Rohingya dengan rakyat Turki.
“Bangsa kami selalu berdiri bersama orang-orang tertindas dan orang-orang yang tidak bersalah dan telah memberikan harapan kepada orang-orang yang membutuhkan.” Kata Isik.
Isik juga menyebutkan bahwa Turki di bawah kepemimpinan Presiden Recep Thayyeb Erdogan akan terus melanjutkan bantuan kepada setiap orang yang membutuhkan.
Pemerintah Ankara telag mendesak masyarakat internasional untuk bertindak melawan kejatahan atas Muslim Rohingya di Rakhine.
Menteri Luar Negeri Turki, Mevlüt Cavusoglu juga telah membahas persoalan Rohingya dengan berbagai pemimpin dunia agar mereka mengambil tindakan.
Hari Kamis, Ibu Negara Turki beserta delegasi telah berkunjung ke Bangladesh untuk meninjau keadaan pengungsi serta memberikan bantuan di Cox’s Bazar.
Kekerasan kembali meletus di negara bagian Rakhine setelah militer Myanmar melancarkan operasi terhadap Muslim Rohingya, yang memaksa setidaknya 120.000 orang mengungsi ke negara tetangga, Bangladesh, sejak 25 Agustus.
Militer Myanmar diyakini menggunakan kekuatan berlebihan serta menghancurkan perumahan penduduk.
Dokumen PBB menyebutkan telah terjadinya pemerkosaan massal, pembunuhan (termasuk bayi dan anak kecil), penyiksaan serta penculikan. Perwakilan Rohingya menyebutkan setidaknya 400 orang telah terbunuh sejak 25 Agustus.
Sumber : Turkinesia/Daily Sabah
by Danu Wijaya danuw | Jul 7, 2018 | Artikel, Berita, Internasional
Prestasi dan perilaku Mohamed Salah yang kini menjadi bintang sepak bola di klub Liverpool dan Liga Inggris, menjadi contoh teladan bagi para pemuda Islam. Berkat dirinya pula timnas Mesir bisa ikut piala dunia 2018.
Atas reputasi itu, pemerintah Kota Mekkah, Arab Saudi akan memberikan hadiah kepada Mo Salah berupa sebidang tanah di tanah suci Mekkah.
Mo Salah dinobatkan sebagai pemain terbaik liga Inggris musim ini dalam PFA Player of The Year.
Berita gembira bagi salah tentang hadiah tanah tersebut, dimunculkan oleh media Arab Saudi, Sabq, dan dilansir oleh Mysalaam.
Disebutkan, rencana pemberian hadiah spesial diungkapkan langsung oleh Wakil Wali Kota Mekkah, Syeikh Fahd Al-Rowky.
“Ada beberapa pilihan terkait pemberian lahan ini. Beberapa pilihan itu tergantung pada Mo Salah sendiri serta sistem pertanahan di Arab Saudi. Jika sistem Saudi memungkinkan tanah untuk dimiliki Salah, maka ia akan diberi sebidang tanah di Kota Suci Mekkah, tetapi di luar batas Al Haram,” jelas Al Rowky seperti dikutip dari Sabq.
Al Rowky juga memberikan opsi, mewakafkan tanah hibah tersebut untuk pembangunan masjid atas nama Salah atau menjual tanah itu.
Pemain timnas Mesir itu yang identik dengan selebrasi gol sujud syukur tersebut dianggap layak meraih hadiah tanah di kota suci, karena kemuliaan akhlak dan keluhuran budi pekertinya.
Hadiah ini merupakan bentuk dukungan kepada para pemuda muslim teladan. “Dia merupakan sosok terbaik yang menampilkan wajah Islam yang toleran di Inggris dan teladan,” kata Rowky.
“Dia duta umat Islam di Inggris. Semua penduduk Mekkah Mukarramah menjunjung tinggi dirinya dan memuliakan semua teladan-teladan di dunia Islam,” lanjut Al Rowky.
Salah juga merupakan muslim yang taat. Fans beberapa kali bertemu dengannya di Masjid kota Liverpool. Hal itu yang menjadi latarbelakang pemerintah kota Mekkah mengapresiasi Mohamed Salah.
Sumber : bola.com
by Danu Wijaya danuw | Jul 5, 2018 | Artikel, Berita, Internasional
Apa yang dibayangkan ketika mendengar kata dosen? Kebanyakan dari kita pasti membayangkan dosen itu menggunakan jas, sepatu dan jam tangan yang mahal dan umumnya dengan kendaraan yang bagus. Ditambah dosen yang sulit ditemui oleh mahasiswa untuk bimbingan.
Namun bayangan diatas tidak tepat jika kita alamatkan kepada para dosen dan Professor di Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir. Sebab jika kamu pergi melihat langsung bagaimana para dosen dan professor Universitas Al-Azhar itu, kamu pasti akan geleng-geleng kepala tidak percaya. Kenapa?
Universitas Al Azhar termasuk Top Universitas didunia Islam. Banyak santri/cendikiawan muslim Indonesia yang berkeinginan kuliah disana.
Ternyata dosen Al-Azhar memiliki Style tersendiri yang membuat kita terkagum-kagum, bahkan heran karena para dosen yang mengajar di salah satu Universitas populer di dunia ini tidak seperti apa yang dibayangkan oleh kebanyakan orang.
Penasaran bagaimana fakta unik dari dosen Al-Azhar yang mendunia Itu?
1. Sederhana Berpakaian
Kesederhanaan adalah pakaian para dosen Al-Azhar, hampir seluruh aspek kehidupan mereka baik di kampus dan di luar kampus diliputi dengan kesederhanaan.
Hal ini bisa dilihat dari gaya berpakaian para dosen nya, para dosen Al-Azhar sangat jarang memakai jas apalagi Tuxedo yang mahal, kebanyakan dari dosen ini memakai baju “Jalabiyah” atau baju gamis yang kita kenal, lalu di kepala para dosen ini ada semacam peci yang dinamakan “Turbus Al-Azhar”
Turbus dan Jalabiyah inilah pakaian kebanggaan para dosen Al-Azhar, walaupun terlihat sederhana namun bagi mereka, pakaian itu jauh lebih berwibawa daripada memakai jas atau tuxedo.
Pakaian ini juga digunakan Para dosen untuk menghadiri acara-acara resmi Universitas ataupun pemerintah.
Kadang ada juga Dosen Al-Azhar yang datang menggunakan baju Kemeja dan celana dasar biasa, padahal mereka sudah bergelar Profesor dan Doktor, di Universitas yang bergengsi lagi.
Namun dari kesederhanaan berpakaian ini sehingga mereka tidak kelihatan berbeda dengan orang kebanyakan biasa ketika di luar Universitas.
Sehingga banyak para mahasiswa yang tidak menyadari kehadiran para Doktor dan Dosen ini ketika di luar Universitas seperti di Pasar ataupun ketika diatas bus.
2. Sederhana Berkendara
Ketika anda masuk ke Universitas Al-Azhar di Kairo, anda tidak akan melihat banyak mobil terparkir di halaman parkir universitas
Sebab tidak banyak Dosen yang menggunakan Mobil ke Universitas, bahkan sebagian diantara para Dosen dan Profesor Al-Azhar tidak memiliki kendaraan pribadi!
Mereka menggunakan angkutan umum untuk datang ke Universitas setiap hari nya, beberapa dosen terlihat menggunakan Vespa dan sepeda Motor di Universitas, sungguh mengherankan bukan?
Jujur, banyak yang merasa heran melihat para dosen yang datang menggunakan mobil Bus dan ikut-ikutan berdesak-desakan dengan mahasiswa diatas bus.
Namun karena para dosen ini memiliki akhlak yang mulia, mereka pun tidak merasa malu, apalagi merasa gengsi untuk naik bus bersama mahasiswa.
Bahkan seorang teman pernah bercerita, kalau dia pernah naik taksi pergi ke sebuah tempat, dan diperjalanan, sopir taksi itu selalu bercerita mengenai agama, politik dan berbagai hal ilmiah lain nya, sehingga teman saya ini pun menjadi penasaran.
Karena sopir takai ini bukan lah sopir biasa, karena ilmu dan wawasan nya yang luas, maka iseng temanku ini bertanya, selain nyupir taksi kerjaan nya bapak itu apa, lalu sopir itu menjawab
“Saya Profesor di Universitas Al-Azhar, dan saya juga ngajar di kelas Pasca sarjana Univ. Al-Azhar” sontak temanku itu kaget dan bertakbir krn kagum dengan sopir taksi yang luar biasa itu.
Pasti sangat heran jika kita melihat seorang yang sudah sekelas professor pun masih tidak segan untuk menjadi sopir taksi untuk memenuhi kehidupan nya, walau sebenarnya gaji yang didapat sudah lebih dari cukup untuk menghidupinya. Luar biasa!
Padahal mereka adalah dosen-dosen terbaik yang dimiliki oleh Al-Azhar dan Mesir! Tidak hanya Mesir saja, Namun juga Negara Arab.
Banyak dari dosen Al-Azhar menjadi dosen terbang di beberapa Universitas di Negara-Negara arab lain nya seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Qatar serta dibeberapa negara Eropa.
Agak nya kita memang harus banyak belajar dari kehidupan para Dosen Al-Azhar ini, bukan nya mereka miskin atau kekurangan gaji yang didapatkan dari Universitas sekelas Al-Azhar, namun memang gaya hidup sederhana itu sudah menjadi bagian dari hidup mereka.
3. Tetap Mengajar walaupun hanya Dihadiri oleh satu atau dua orang Mahasiswa saja
Ini fakta unik lainnya dari para dosen ini, karena mereka tidak terlalu mempedulikan jumlah mahasiswa ketika dosen ini akan mengajar.
Bagi para dosen itu ilmu ini harus disampaikan kepada mahasiswa walaupun jumlah mahasiswa yang hadir kadang sangat sedikit.
Seperti yang pernah saya rasakan ketika belajar tentang “Sejarah Perkembangan Umat Islam”, ketika itu hanya hadir 2 orang mahasiswa saja ketika beliau akan memulai pelajaran, namun dosen itu tetap melanjutkan pelajaran seperti biasa nya, tidak ada raut wajah kecewa sedikitpun terlihat dari wajah beliau.
Bukannya marah, beliau malah berpesan kepada yang hadir untuk mengajarkan mahasiswa yang tidak hadir mengenai pelajaran hari ini.
Tidak hanya itu saja, pernah ketika saya belajar bahasa inggris yang ketika itu hanya dihadiri oleh beberapa orang mahasiswa saja, namun pelajaran tetap dilanjutkan seperti biasa tanpa ada rasa kekecewaan sedikitpun di wajah dosen itu.
Karena memang niat mereka sangat tulus untuk mengajarkan para mahasiswanya, sehingga walaupun hanya sedikit mahasiswa yang hadir, beliau tetap menghormati mahasiswa yang hadir ini lalu memberi pesan kepada mereka untuk mengajari yang tidak hadir, tanpa mengancam akan mengurangi nilai mereka yang tidak hadir.
Hal ini patut kita contoh karena kadang kita malas untuk mengajari para anak murid disebabkan hanya sedikit yang hadir, kadang kita merasa tidak dihargai dan lain sebagainya.
Coba lihat para dosen ini, padahal pangkat dan jabatan mereka sangat dihargai oleh orang, namun tidak merasa rendah diri jika banyak mahasiswa yang tidak hadir oleh sebab tertentu.
4. Tidak ada istilah Pensiun untuk Memberikan Ilmu
Ini fakta lainnya, yaitu tidak ada istilah pensiun bagi para dosen Al-Azhar, mereka tetap akan mengajar selagi mereka masih sanggup.
Oleh karena itu kita bakal banyak melihat para dosen yang sudah tua namun masih tetap enerjik dalam mengajar di kelas.
Contoh nya saja salah seorang dosen senior yang bernama Syekh Thoha Hibisyi yang sudah berumur 80 tahun lebih, namun masih aktif mengajar di Universitas Al-Azhar tak kalah dengan dosen-dosen muda lainnya.
Karena bagi mereka tidak ada istilah Pensiun dalam mengajarkan Ilmu, bahkan ketika mereka sudah sakit-sakitan pun masih tetap mengajar di rumah mereka, itulah bukti kecintaan mereka kepada ilmu.
5. Disabilitas tidak Menghalangi Dosen untuk Tetap Mengajar.
Inilah yang paling kita kagumi dari para dosen Al-Azhar, karena saking cintanya kepada ilmu pengetahuan, kekurangan yang mereka miliki malah menjadi penyemangat mereka dalam menuntut ilmu.
Kekurangan fisik yang paling banyak dimiliki oleh para dosen ini adala Kebutaan sejak lahir.
Banyak dari dosen dan professor Al-Azhar yang memiliki keterbatasan fisik dari lahir, seperti buta atau tidak melihat, namun karena kedalaman dan kehebatan ilmu yang mereka miliki, maka para dosen ini tetap diperbolehkan mengajar para mahasiswa dan ditemani oleh seorang asisten untuk membantu mereka.
Dosen-dosen disabilitas ini kadang menjadi motivasi tersendiri bagi kami para Mahasiswa, karena dengan fisik kami yang sempurna ini harusnya kami bisa menjadi orang yang lebih luar biasa lagi
Sebab dosen yang memiliki kekurangan fisik saja mampu untuk menuntaskan gelar mereka hingga professor.
Seperti seorang dosen yang bernama Dr. Jamal Afifi, beliau seorang dosen ilmu Filsafat yang hampir Buta, namun beliau tetap semangat dalam mengajar bahkan jauh lebih semangat dari dosen yang tidak memiliki cacat fisik.
Beliau tidak mampu untuk melihat, namun beliau adalah salah satu dosen yang paling rajin yang ada di Universitas ini.
Itulah fakta menarik seputar dosen di kampus bergengsi universitas Al Azhar Kairo. Semoga kita terinspirasi.
Sumber : hipwee
by Danu Wijaya danuw | Jul 2, 2018 | Artikel, Berita, Internasional
TURKI sekuler lahir dari jatuhnya kesultanan Ottoman, yang menyebabkan penghapusan kekhalifahan Islam.
Kemal Ataturk sebagai pendiri Turki Modern, memperkenalkan sejumlah reformasi yang mengurangi peranan Islam di negara itu.
Madrasah ditutup, jilbab dan pakaian keagamaan dilarang, adzan dirubah dari bahasa arab ke bahasa turki, dan penerapan undang-undang sekuler lainnya.
Disarikan dari ilmfeed, Turki menjadi negara sekuler untuk beberapa dekade, dan berlanjut hingga dewasa ini.
Namun berkuasanya Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) dibawah pimpinan Recep Tayyip Erdogan, mantan perdana menteri yang sekarang menjadi Presiden Turki, memutarbalik berbagai undang-undang yang di terapkan oleh Ataturk. Erdogan kembali membumikan Islam di Turki.
Berikut 8 langkah Erdogan mengembalikan kejayaan Islam di Turki:
1. Pembangunan Ribuan Masjid
Menurut (The Atlantic), sekitar 30 ribu masjid baru telah dibangun oleh pemerintah Turki antara tahun 2002 hingga tahun 2017.
Selain itu banyak masjid lainnya yang saat ini sedang dikembangkan di seluruh Turki, sejumlah masjid peninggalan era Ottoman juga tengah diperbaiki.
2. Larangan Pemakaian Hijab Dihapuskan
Hijab dilarang digunakan di sektor publik. Para guru, pengacara, anggota parlemen dan setiap perempuan yang bekerja di lembaga-lembaga negara, dilarang memakainya.
Dalam beberapa tahun terakhir, Erdogan bersama partai AKP menghapuskan larangan pemakaian hijab di sekolah-sekolah dan berbagai lembaga negara.
Pada bulan November 2015, seorang hakim perempuan menggunakan hijab untuk pertama kalinya sepanjang sejarah (Al Arabiya).
Pada bulan Agustus 2015, Aysen Gurcan menjadi menteri yang pertama kali menggunakan hijab (Al Arabiya).
3. Satu Juta Siswa Terdaftar di Sekolah Islam Imam Hatip

Imam Hatip Lisesi, atau sekolah Imam Hatip adalah sebuah lembaga pendidikan yang dirancang untuk memberikan pendidikan agama dan melatih calon imam-imam di Turki.
Pemerintah Turki menunjuk masjid-masjid agar mengirimkan calon imam-imamnya, untuk dilatih di sekolah itu. Sekolah Imam Hatip didirikan setelah keberadaan madrasah dilarang dibawah kepemimpinan reformasi Ataturk.
Pada tahun 2002, sejumlah 65 ribu siswa belajar di sekolah Imam Hatip. Jumlah tersebut meningkat menjadi 658 ribu pada tahun 2013.
Bilal Erdogan, anak ketiga dari Recep Tayip Erdogan, yang merupakan tokoh utama dibalik kemajuan sekolah itu, baru-baru ini mengumumkan bahwa jumlah siswa telah mencapai satu juta (The Turkey Analyst).
4. Wajib Belajar Pendidikan Agama Diperkenalkan
Pemerintah Turki telah mengintruksikan sekolah-sekolah untuk memperkenalkan wajib belajar pendidikan agama. Kursus mengenai “kehidupan Nabi Muhammad,” dan “Al-Qur’an” juga diperkenalkan (The Turkey Analyst).
Erdogan mengatakan:
“Kami hendak membangkitkan pemuda-pemudi religius,”
“Apakah Anda mengharapkan AKP akan meningkatkan generasi Ateis? Ya mungkin itu tujuan bisnis Anda, misi Anda, tetapi itu bukan tujuan Kami. Kami akan meningkatkan generasi konservatif dan demokratis yang merangkul nilai-nilai dan prinsip-prinsip bangsa.”
5. Batasan Usia untuk Belajar Al-Qur’an Dihapus
Turki menghapuskan peraturan dimana anak-anak harus berusia minimal 12 tahun, untuk mempelajari Al-Qur’an.
Pada tahun 2013 Turki meluncurkan sebuah program, dimana anak-anak pra sekolah diperkenalkan dan diajarkan Al-Qur’an (The Turkey Analyst).
6. Pembatasan Penjualan dan Iklan Alkohol
Turki Sekuler melegalkan penjualan alkohol di negara itu. Erdogan lewat partai AKP pada tahun 2013 mengintruksikan larangan iklan dan penjualan alkohol dengan jarak radius 100 meter dari masjid dan atau sekolah.
Setiap iklan, penggambaran maupun film yang terafiliasi dengan alkohol, wajib disamarkan penayangannya (Reuters).
Asrama mahasiswa, lembaga kesehatan, klub olahraga, lembaga pendidikan dan SPBU dilarang menjual alkohol, di tempat-tempat yang menjual alkohol dilarang untuk menjual produk tersebut diatas jam 10 malam (Hurriyet Daily News).
7. Perluasan Perbankan Islam (Bank Syariah)

Perbankan Islam mengalami pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Ziraat Islamic Bank, bank syariah milik pemerintah Turki memiliki rencana membuka cabang sebanyak 170 kantor cabang hingga tahun 2018 (Daily Sabah)
Dalam pidatonya baru-baru ini, Erdogan mengatakan bahwa sistem perbankan berbasis bunga sangat kejam. Ia kemudian berbicara banyak mengenai manfaat perbankan syariah:
“Perbankan syariah adalah sistem yang sama sekali berbeda dengan sistem perbankan saat ini. Saya percaya bahwa sistem ini akan menjadi kekuatan yang mendorong ekonomi Turki.”
8. Lembaga Kemanusiaan Turki Membantu Jutaan Pengungsi
Lembaga seperti IHH, TIKA, dan lainnya dari Turki telah banyak membantu pengungsi muslim mulai dari Afrika, Asia, dan termasuk Suriah. Turki dibawah pemimpin Erdogan telah menerima dan menampung 3 juta pengungsi Suriah di Turki, dengan tenda mukim yang layak dan tercukupinya kebutuhan makan minum. Turki menjadi mercusuar dalam membantu dunia Islam.
Sumber : Islamfeed