0878 8077 4762 [email protected]

Perhiasan dan Islam

Oleh: Tim Konsultasi Al Iman
 
Assalamualaikum wr.wb. Ustad, mau bertanya : Apa kegunaan perhiasan yang dipakai oleh wanita? Dan bagaimana pandangan Islam tentang itu?
Jawaban :
Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatu
Perhiasan adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk mempercantik diri atau  menghias diri agar tampak indah dan elok dipandang.
Dalam pandangan Islam, perhiasan bagi wanita pada dasarnya adalah sesuatu yang tidak dilarang. Bahkan Islam menganjurkan kepada umatnya untuk tampil sebaik mungkin sesuai dengan kondisi dan tidak melanggar syariat.
Secara khusus perhiasan merupakan sifat umum yang dimiliki oleh kaum wanita. Hampir setiap wanita ingin mengenakan perhiasan baik berupa emas, perak dan lainnya. Dalam Islam mengenakan perhiasan bagi wanita hukumnya adalah halal, sebagaimana sabda Rasulullah saw:
Sesungguhnya keduanya (emas dan sutera) adalah haram bagi laki-laki dan halal bagi wanita.
Akan tetapi, seorang wanita juga harus memperhatikan, jangan sampai berlebihan dan melanggar batas syariah dalam menggunakan perhiasan.
Rasulullah saw bersabda: “Makanlah dan bersedekahlah serta berpakaianlah dengan tidak berlebihan dan tidak bermegah-megahan.”
Larangan agar tidak berlebihan ini ditujukan agar ia tidak jatuh pada kesombongan. Sekaligus juga agar tidak menjadi fitnah bagi orang lain. Oleh karena itu, para wanita hendaknya benar-benar bijak dalam mengenakan perhiasan yang ia miliki.

Muhasabah Kondisi Indonesia

Oleh : Ust. Farid Nu’man Hasan
Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah SWT”. (HR. Imam Turmudzi).
Rezimnya begini..
Dari ‘Aisyah Radhiallahu ‘Anha, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berdoa:

اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أمْرِ أُمَّتِي شَيْئاً فَشَقَّ عَلَيْهِمْ ، فاشْقُقْ عَلَيْهِ ، وَمَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئاً فَرَفَقَ بِهِمْ ، فَارفُقْ بِهِ

“Ya Allah, barang siapa yang diberikan amanah mengurus urusan umatku lalu dia mempersulit mereka maka persulitlah dia, dan barang siapa yang diberikan amanah mengurus urusan umatku lalu dia berlaku baik kepada mereka, maka, perlakukanlah dia dengan baik pula.”
(HR. Muslim No. 1828, Ahmad No. 24622, Ibnu Hibban No. 553, Abu ‘Uwanah No. 7025, dll)
Pejabatnya begini…
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi saw bersabda:

«سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ، يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ، وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ، وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ، وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ، وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ» ، قِيلَ: وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ؟ قَالَ: «الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ»

“Akan datang ke pada manusia tahun-tahun penuh kebohongan, saat itu pendusta dibenarkan, orang yang benar justru didustakan, pengkhianat diberikan amanah, orang yang dipercaya justru dikhianati, dan Ar-Ruwaibidhah berbicara.” Ditanyakan: “Apakah Ar-Ruwaibidhah?” Beliau bersabda: “Seorang laki-laki yang bodoh (Ar Rajul At Taafih) tetapi sok mengurusi urusan orang banyak.”
(HR. Ibnu Majah No. 4036. Ahmad No. 7912.  Dihasankan oleh Syaikh Syu’aib Al Arnauth dalam Ta’liq Musnad Ahmad No. 7912. Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan: sanadnya jayyid. Lihat Fathul Bari, 13/84)
Sebagian Polisinya begini…
Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“سَيَكُونُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ شَرَطَةٌ، يَغْدُونَ فِي غَضِبِ اللَّهِ، وَيَرُوحُونَ فِي سَخَطِ اللَّهِ، فَإِيَّاكَ أَنْ تَكُونَ مِنْ بِطَانَتِهِمْ”.

“Akan datang di akhir zaman adanya polisi yang di pagi hari di bawah kemurkaan Allah, dan sore harinya di bawah kebencian Allah. Hati-hatilah kamu menjadi bagian dari mereka.”
(HR. Ath Thabarani dalam Al Kabir No. 7616. Imam Al Munawi mengatakan: shahih. Lihat _At Taisir bi Syarh Al Jaami’ Ash Shaghiir,_ 2/192)
Orang yang dibelakang rezim begini…
Nabi saw bersabda :
تبغض العرب فتبغضني
“Engkau membenci Arab, maka kau telah membenciku.”
(HR. At Tirmidzi No. 3927, katanya: hasan. Ahmad No. 23731, Al Hakim dalam Al Mustadrak No. 6995, katanya: shahih)
Kondisi Sistem Ekonomi dan Pergaulannya begini..
Dari Ibnu ‘Abbas Radhiallahu ‘Anhuma, bahwa Nabi saw bersabda:

 إِذَا ظَهَرَ الزِّنَا وَالرِّبَا فِي قَرْيَةٍ فَقَدْ حَلُّوا بِأَنْفُسِهِمْ كِتَابَ اللهِ

“Jika zina dan riba sudah muncul di sebuah negeri maka mereka telah menghalalkan azab Allah swt.”
(HR. Al Baihaqi, Syu’abul Iman No. 5416. Al Hakim, Al Mustadrak No. 2261, kata Al Hakim: shahihul isnad. Syaikh Al Albani menshahihkan dalam Shahihul Jami’ No. 679)
Kondisi Sebagian Ulama dan Tokoh Islamnya begini…
Rasulullah saw bersabda:

 إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنْ الْعِبَادِ وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالًا فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا

“Sesungguhnya Allah tidaklah menghapuskan ilmu begitu saja dari manusia. Tapi dihapuskannya dengan mewafatkan ulama, sampai ulama tidak tersisa. Manusia pun mengambil tokoh-tokoh bodoh, lalu mereka ditanya, dan berfatwa tanpa ilmu sehingga mereka sesat dan menyesatkan.” (HR. Al Bukhari)
Kondisi umatnya begini…
Rasulullah saw bersabda:

يوشك الأمم أن تداعى عليكم، كما تداعى الأكلة إلى قصعتها. فقال قائل: ومِن قلَّةٍ نحن يومئذ؟ قال: بل أنتم يومئذٍ كثير، ولكنكم غثاء كغثاء السَّيل، ولينزعنَّ الله مِن صدور عدوِّكم المهابة منكم، وليقذفنَّ الله في قلوبكم الوَهَن. فقال قائل: يا رسول الله، وما الوَهْن؟ قال: حبُّ الدُّنيا، وكراهية الموت

“Hampir-hampir bangsa-bangsa memperebutkan kalian (umat Islam), layaknya memperebutkan makanan yang berada di mangkuk.” Seorang laki-laki berkata, “Apakah kami waktu itu berjumlah sedikit?” beliau menjawab: “Bahkan jumlah kalian pada waktu itu sangat banyak, namun kalian seperti buih di genangan air. Sungguh Allah akan mencabut rasa takut kepada kalian, dan akan menanamkan ke dalam hati kalian Al wahn.” Seseorang lalu berkata, “Wahai Rasulullah, apa itu Al wahn?” beliau menjawab: “Cinta dunia dan takut mati.”
(HR. Abu Daud No. 3745. Syaikh Bin Baaz mengatakan: hasan. Lihat Majmu’ Al Fatawa, 5/106)
Tapi …
Kita tidak berputus asa, harapan kebangkitan masih ada, sebab masih ada umat Islam yang seperti ini …
Koordinasi Antar Gerakan Islam
Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا خُذُوا حِذْرَكُمْ فَانْفِرُوا ثُبَاتٍ أَوِ انْفِرُوا جَمِيعًا

“Hai orang-orang yang beriman, bersiap siagalah kamu, dan majulah (ke medan pertempuran) berkelompok-kelompok, atau majulah bersama-sama.” (Qs. An Nisa: 71)
Masih ada para pemuda yang beriman kepada Allah Ta’ala

نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَأَهُمْ بِالْحَقِّ ۚ إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ آمَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى

“Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk.” (Qs. Al Kahfi: 13)
Kelompok umat Islam yang istiqamah
Dari Tsauban Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah saw bersabda:

لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي ظَاهِرِينَ عَلَى الْحَقِّ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ كَذَلِكَ

“Ada segolongan (thaifah) umatku yang senantiasa di atas kebenaran, tidaklah memudharatkan mereka orang-orang yang memusuhi mereka, sampai Allah datangkan urusannya (kiamat), dan mereka tetap demikian.”
(HR. Muslim No. 1920, At Tirmidzi No. 2229, Ibnu Majah No. 6)
Ulama dan umat yang berani menasihati pemimpin zalim
Dari Abu Sa’id Al Khudri Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi saw bersabda:
إِنَّ مِنْ أَعْظَمِ الْجِهَادِ كَلِمَةَ عَدْلٍ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ
“Sesungguhnya jihad yang paling agung adalah mengutarakan perkataan yang benar dihadapan pemimpin yang zalim.”
(HR. At Tirmidzi No.  2329, katanya: hasan)
 
Wallahul Musta’an wa Lillahil ‘Izzah wa Lil Rasul wal Mu’minin
Join Channel ust Farid Nu’man : bit.ly/1Tu7OaC

Beberapa Kesalahan dalam Berwudhu

Wudhu memiliki kedudukan yang penting dalam agama kita. Tidak sahnya wudhu seseorang dapat menyebabkan sholat yang ia kerjakan menjadi tidak sah, sedangkan sholat adalah salah satu rukun Islam yang tidak dapat ditawar-tawar lagi.
Oleh karena itu merupakan suatu kewajiban bagi setiap muslim untuk memperhatikan bagaimana dia berwudhu. Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak diterima sholat yang dilakukan tanpa wudhu dan tidak diterima shodaqoh yang berasal dari harta yang didapat secara tidak halal.” (HR. Muslim)
Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oleh kaum muslimin pada tata cara berwudhu diantaranya:
1. Tidak membaca “Bismillah”
Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak sempurna wudhu’ sesorang yang tidak membaca basmallah.” (HR. Ahmad)
2. Hanya berkumur tanpa istinsyaq (memasukkan air ke hidung)
Padahal keduanya termasuk dalam membasuh wajah. Berkumur-kumur dangan beristinsyaq berdasarkan hadits Utsman bin Affan radhiyallohu ‘anhu tentang tata cara berwudhu. (HR. Bukhari, Muslim)
3. Tidak membasuh kedua tangan sampai siku.
Hal ini sering kita lihat pada orang yang berwudhu cepat bagaikan kilat sehingga tidak memperhatikan bahwa sikunya tidak terbasuh. Padahal Alloh Ta’ala berfirman, “Dan basuhlah kedua tanganmu hingga kedua siku.” (Al Maidah: 6)
5. Tidak memperhatikan kebagusan wudhunya, sehingga terkadang ada anggota wudhunya yang seharusnya terbasuh tetapi belum terkena air.
Rasulullah saw pernah melihat seorang yang sedang shalat sedangkan pada punggung telapak kakinya ada bagian seluas uang dirham yang belum terkena air, kemudian beliau memerintahkannya untuk mengulang wudhu dan sholatnya.
Tidak menyempurnakan wudhu’, seperti tumit tidak terkena air, kuku tidak terkena air, maka Rasulullah bersabda “ulangi lagi dan baguskan wudhu’mu”. (Hadits Riwayat Abu Daud).
6. Boros atau Berlebih lebihan dalam mengunakan air untuk Wudhu.
7. Mengobrol dan Berbicara ketika wudhu
8. Tidak membasuh sela sela jari tangan atau sela sela jari kaki saat berwudhu’.
9. Tidak membasuh semua permukaan muka dan meratakannya disaat berwudhu’.
10. Tidak membasuh jenggot dan kumis yang lebat.
11. Hanya mengusap rambut kepala bagian depan saja, hendaknya mengusap rambut kepala keseluruhan dengan sekali usap sambil membasuh telinga.
12. Membasuh berlebihan hingga lutut. Padahal cukup sampai mata kaki saja, dilebihkan sedikit.
13. Tidak melepas cincin, arloji ketika berwudhu sehingga tidak terkena air wudhu.
14. Mengenakan wewangian (parfum) beralkohol setelah berwudhu’, hendaknya memakai parfum tanpa alkohol.
15. Mengulangi wudhu tatkala pakaian terkena najis, hendaknya cukup dengan mencuci bagian yang terkena najis/ kencing (Fatwa Al lajnah ad Da’imah, 5/265)
16. Menyentuh kemaluan setelah wudhu. Sabda Rasulullah Shallallau alaihi wassalam, “Barangsiapa menyentuh kemaluannya,maka hendaklah wudhu’ (Riwayat Ahmad, Abu Dawud, at Tirmidzi, An Nasa’I dan Ibnu Majah).
17. Tertidur setelah wudhu’, dalam hal ini dibolehkan tidur posisi duduk bersila tanpa senderan saat mendengar khotib jum’at. Karena perasaan dan kesadarannya hilang dan berpotensi buang angin.
18. Tidak bersiwak ketika hendak wudhu’, sunnahnya bersiwak ketika hendak wudhu’.
19. Berkeyakinan wudhu menjadi batal karena memotong kuku atau mencukur rambut. Fatwa Al lajnah ad Da’imah : jika seorang sudah berwudhu, lalu ia membasuh sebagian anggota wudhunya dengan sabun, atau mencukur rambut atau memotong kuku maka wudhu’nya tidak batal ( Fatwa Al lajnah ad Da’imah no.5/284)
20. Tayammun, padahal ada air didekatnya. Hendaknya ia berwudhu dengan air.
21. Tidak menghilangkan cat atau minyak di anggota-anggota wudhu, sehingga air tidak bisa membasahi kulit.
22. Memakai kutek (cat kuku) tanpa membersihkannya sebelum wudhu’.
23. Orang berkeyakinan tentang tidak boleh mendirikan dua shalat fardhu dengan satu wudhu’. Padahal wudhu bisa dipakai untuk dua kali shalat fardhu selama ia tidak batal.
24. Wudhu’ dan mandi menggunakan bejana dari emas atau perak.
25. Orang berkeyakinan berendam di air sudah termasuk wudhu. Sejatinya wudhu ada membasuh, mengusap, dan membersihkan kotoran tubuh.
26. Tidak menghindari percikan air kencing atau membersihkan percikan air kencing pada saat akan berwudhu’.
27. Mengulangi wudhu’ berkali-kali atau was-was dalam berwudhu’.
28. Mengulangi wudhu setelah makan minum. Padahal cukup berkumur dan bersiwak untuk membersihkan mulut saja.
29. Wudhu dibeberapa negara Timur tengah dan China dilakukan sambil duduk agar lebih khusyu
30. Menggunakan air suci mensucikan (air mutlaq) seperti air hujan, embun, salju, sungai, sumur, dan laut.
Demikianlah sedikit paparan mengenai sekelumit kesalahan dalam berwudhu yang banyak kita jumpai pada kaum Muslimin khususnya di negeri kita ini, semoga bermanfaat dan menjadikan kita lebih memperhatikannya lagi. Wallohu a’lam bish showab.
***
Disalin dan diringkas kembali dari buku Mukhalafah fith Thaharah, Penerbit Dar Islamiyah, 1414 H
 

Trump Umumkan "Muslim Ban", Masjid di Texas Dibakar

Trump Umumkan "Muslim Ban", Masjid di Texas Dibakar

Sebuah kebakaran terjadi pada Sabtu (28/1/2017) pagi dan menghanguskan sebuah masjid di Texas. Kebakaran di mesjid yang bernama Islamic Center of Victoria itu ditenggarai sebagai aksi dari kebencian sejumlah pendukung Presiden Donald Trump yang seolah mendapat restu dari presidennya.
Kejadian itu terjadi setelah Trump mengumumkan kebijakan Muslim Ban yang melarang masuknya muslim ke Amerika beberapa waktu yang lalu. Padahal mesjid tersebut juga mengalami peristiwa perampokan seminggu yang lalu.
Sejumlah pemilik toko yang tinggal berdekatan dengan mesjid tersebut melihat asap dan api yang mengepul sekitar pukul 2:00 dini hari. Beberapa saat kemudian mobil pemadam kebakaran tiba di tempat kejadian.
“Sangat menyedihkan melihat mesjid yang telah berdiri sekian lama di sana dan sekarang saya harus menontonnya runtuh ke bawah. Apinya sangat besar, mesjidnya benar-benar hancur,” ujar Shahid Hashmi, yang menjabat sebagai Ketua Islamic Center of Victoria.
Ketua Dinas Pemadam Kebakaran Victoria Marsekal Tom Legler meminta bantuan dari Badan Federal Biro Pemerintah untuk menentukan penyebab kebakaran tersebut. Hashmi sendiri mengatakan bahwa pihak berwenang mengatakan kepadanya bahwa terlalu dini untuk berspekulasi tentang penyebabnya.
“Semua sudah habis terbakar. Kami tidak menyimpan bahan atau barang yang menjadi penyebab kebakaran. Jadi saya yakin mereka akan menemukan penyebabnya dalam beberapa hari ini,” ujar Hashmi kepada awak media pada Sabtu (28/1).
Saat kejadian, Imam mesjid terjaga di shubuh hari dan sempat memeriksa sistem pengawasan mesjid secara online dan ternyata alarm dimatikan dan pintu didobrak. Keamanan mesjid mudah dibobol karena pada 21 Januari lalu, seorang pencuri masuk dan mencuri sejumlah elektronik, termasuk laptop,” lanjutnya.
Tidak ada korban luka dalam peristiwa kebakaran mesjid yang dibangun pada tahun 2000 tersebut. Butuh waktu sekitar empat jam bagi petugas pemadam untuk memadamkan api.
Hashmi, yang telah tinggal di kota Victoria selama 32 tahun, mengatakan bahwa jamaahnya yang berjumlah sekitar 140 orang mulai terancam keselamatannya. Mereka mendapat dukungan dari jamaah lain di kota yang berjarak sekitar 115 mil arah barat daya dari kota Houston. Dia pun sudah menerima tawaran bangunan sementara bagi jamaah untuk beribadah.
“Ketika kejadian 9/11 terjadi, Muslim dan non-Muslim semua berkumpul. Tentu saja, kami akan membangun kembali mesjid ini,” jelasnya.
Badan hukum Victoria pada hari Sabtu (28/1) melaporkan bahwa pada bulan Juli tahun 2013 lalu seorang pria menulis pesan kebencian bertuliskan “H8” yaitu singkatan yang berarti “kebencian” di dinding luar mesjid.
Pada tanggal 7 Januari lalu, sebuah masjid yang sedang dibangun yang terletak di dekat Danau Travis Austin juga dibakar hingga habis, diduga juga akibat kebencian terhadap minoritas muslim di sana.
Perintah Pelarangan Muslim atau “Muslim Ban” oleh Trump
Presiden Donald Trump hari Jumat (27/1/2017) menandatangani surat perintah berisi larangan masuk bagi pengungsi Suriah dan warga dari 7 negara mayoritas Muslim ke wilayah Amerika Serikat. Berikut isi surat perintah itu, yang dikecam oleh kelompok-kelompok pembela hak sipil dan sudah menimbulkan kekacauan di sejumlah tempat, seperti dilansir Reuters.
Larangan itu dikenai atas tujuh negara mayoritas Muslim: Suriah, Iran, Sudan, Libya, Somalia, Yaman dan Iraq.
Perintah itu meminta penghentian sementara penerimaan semua pengungsi terutama pengungsi dari Suriah, selama 4 bulan.
Dalam surat perintah itu mengizinkan negara bagian atau kota menolak pemukiman kembali para pengungsi di wilayah mereka. Aparat hukum setempat juga diberikan wewenang untuk memutuskan apakah orang boleh/tidak tinggal di daerah mereka.
Unjuk Rasa Penolakan Muslim Ban
16402901_1228216343932212_2673431196559396485_o
Masyarakat kota Los Angeles, Amerika Serikat (AS), memprotes kebijakan Presiden AS Donald Trump yang melarang Muslim dari sejumlah negara dan pengungsi memasuki negerinya. Trump mengeluarkan kebijakan itu pada Jumat (27/1/2017) yang langsung menyulut gelombang protes di AS maupun masyarakat dunia.
Sebanyak 300 pemrotes berkumpul di Bandar Udara Internasional Los Angeles (LAX) pada Sabtu malam (28/1) untuk memperlihatkan solidaritas kepada pengungsi dan migran Muslim yang ditahan berdasarkan instruksi “melarang Muslim” (Muslim Ban) dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Sambil meneriakkan “Trump harus pergi”, “Tidak Trump, Tidak KKK, Tidak Ada Fasisme di USA”, dan slogan lain, kerumunan orang itu menyeru rakyat agar membangkang terhadap perintah eksekutif dari Presiden Donald Trump pada Jumat (27/1), yang memberlakukan larangan bepergian 90 hari ke negeri itu oleh warga negara tujuh negara yang mayoritas warga mereka adalah Muslim dan pembekuan 120 hari program pengungsi AS.
Tuntutan pemrotes juga dikumandangkan oleh Wali Kota Los Angeles Eric Garcetti, yang pada Sabtu malam melalui akun twitter miliknya bercuit, “Los Angeles akan selalu menjadi tempat buat pengungsi.”
Protes serupa telah meletus di bandar udara di banyak kota besar lain. Di Chicago ada lebih dari 1.000 orang berkumpul di Bandar Udara OHare. Di Denver, Colorado, puluhan pemrotes berkumpul di luar bandar udara internasional untuk memperlihatkan dukungan buat pengungsi.
Perdana Menteri Kanada Nyatakan Terbuka Menerima Pengungsi Suriah
Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, mengatakan Kanada siap menyambut pengungsi Muslim yang ditolak memasuki Amerika Serikat (AS) oleh Presiden Donald Trump.
16299494_1228005933953253_2484958331142052106_n.png
Trudeau juga mengunggah sebuah gambar di akun Twitter pribadinya, yang menunjukkan ia sedang menyapa anak Suriah pada 2015 di Bandara Toronto. “Untuk orang-orang yang melarikan diri dari penganiayaan, teror, dan perang, Kanada akan menyambut Anda, terlepas dari apapun iman Anda. Keanekaragaman adalah kekuatan kami #WelcomeToCanada,” ujar Trudeau, Sabtu (28/1), dilansir dari Fox News.
Trudeau juga berencana membahas keberhasilan kebijakan pengungsi Kanada dengan Trump. Trudeau mengaku, ia telah menerima kedatangan lebih dari 39 ribu pengungsi Suriah sejak ia terpilih menjadi perdana menteri.

Trump Umumkan "Muslim Ban", Masjid di Texas Dibakar

Mengenang Semangat Islam Fatahillah di Jakarta

Jakarta bermula dari sebuah bandar kecil di muara Sungai Ciliwung sekitar 500 tahun silam. Bahkan boleh jadi lebih jauh lagi dari 500 tahun yang lalu.
Di beberapa tempat di Jakarta seperti Pasar Minggu, Pasar Rebo, Jatinegara, Karet, Kebayoran, Kebon Sirih, Kebon Nanas, Cawang, Kebon Pala, Rawa Belong, Rawa Lefe, Rawa Bangke, ditemukan benda-benda pra sejarah seperti kapak, beliung, gurdi, dan pahat dari batu. Alat-alat tersebut berasal dari zaman batu atau zaman neolitikum antara tahun 1000 SM. Jadi, pada masa itu sudah ada kehidupan manusia di Jakarta.
Di Jakarta juga ditemukan Prasasti Tugu ditemukan di Cilincing, Jakarta Utara Prasasti itu sarat informasi tentang Kerajaan Tarumanegara dengan Raja Purnawarman. Menurut prasasti itu, Jakarta merupakan wilayah Kerajaan Tarumanegara, kerajaan tertua di Pulau Jawa, di samping Bogor, Banten, Bekasi sampai Citarum di sebelah timur dan Ciaruten.
Setelah Tarumanegara hancur oleh Sriwijaya, menurut sejarah, pada abad ke 14, Jakarta menjadi bagian dari kerajaan Pajajaran. Sebuah kerajaan Hindu yang pusatnya terletak di Bogor.
Sunda Kelapa dipimpin oleh Sanghyang Surawisesa yang setahun sebelumnya pernah diutus oleh ayahandanya, Sri Baduga (Ratu Jayadewata) Raja Pakuan Pajajaran, untuk pergi ke Malaka meminta bantuan Portugis, Alfonso d Albuquerque menghadapi pengaruh kerajaan Islam Demak dan Cirebon.
Menurut Pires, saat itu hanya sedikit pedagang Muslim yang diperbolehkan masuk ke Sunda Kelapa. Ekspedisi Portugis kedua pada 1522 dipimpin oleh Enrique Leme yang menjalin perjanjian persahabatan dan monopoli perdagangan lada dengan Surawisesa pemimpin Sunda Kelapa.
Koalisi Sunda-Portugis ini ditandai dengan prasasti batu Padrao tertanggal 21 Agustus 1522 yang ditanam di tepi pantai. Batu Padrao ditemukan di Jalan Cengkeh persis di samping rel kereta api pada 1918, dan kini disimpan di Museum Nasional. Isi perjanjian Padrao berupa persahabatan militer dan ekonomi antara Portugis dan Kerajaan Pajajaran.
Sunda Kelapa merupakan pelabuhan yang memiliki nilai strategis secara ekonomi dan politik dari Kerajaan Hindu Pajajaran. Bandar ini menjadi pelabuhan perantara paling ramai dikunjungi para pedagang Arab, India, Cina, dan para pedagang Nusantara setelah Malaka.
Ekspansi Islam Kerajaan Demak
kerajaan-demak-1-638
Kawasan Jawa Barat sampai tahun 1526 yang dikuasai Pajajaran menjadi fokus politik ekspansi Kerajaan Demak dengan tujuan melakukan islamisasi di wilayah itu. Menancapkan pengaruh secara politis dan mengontrol kegiatan perdagangan di pantai Utara Jawa bagian Barat dan Selat Sunda merupakan tujuan utamanya.
Politik ekspansi ini berarti berhadapan dengan Kerajaan Pajajaran yang sejak tahun 1522 telah menjalin persekutuan dengan Portugis, yang merupakan musuh besar Demak.
Disamping itu, Portugis dan Demak berpacu dengan waktu untuk segera menduduki Sunda Kelapa. Pada tahun 1526, Alfonso d’Albuquerque mengirim enam kapal perang dibawah pimpinan Francisco de Sa menuju Sunda Kelapa. Kapal yang dikirim adalah jenis galleon yang berbobot hingga 800 ton dan memiliki 21-24 pucuk meriam. Armada itu diperkirakan membawa prajurit bersenjata lengkap sebanyak 600 orang.
Pada tahun yang sama, Sultan Trenggono dari kerajaan Islam Demak mengirimkan 20 kapal perang bersama 1.500 prajurit dibawah pimpinan Fatahillah menuju Sunda Kelapa.
Fatahillah sendiri memiliki nama kebesaran. Portugis menyebut nama Fatahillah dengan “Falatehan”. Sultan Demak menggelarnya “Orang agung dari Pase”. Dalam versi yang lain orang Portugis memanggilnya Fatahillah Khan. Masyarakat jawa yang hidup semasanya memanggilnya “Ki Fatahillah”, yang berarti orang terhormat karena kealiman dan ketokohan dalam masyarakat Jawa. Dalam versi lain Fatahillah adalah menantu Sunan Gunung Jati yang dikawinkan oleh Sultan Demak.
Ekspansi armada perang Kerajaan Demak terdiri dari kapal tradisional jenis Lancaran dan Pangajawa yang ukurannya jauh lebih kecil dari galleon. Kapal-kapal ini digerakkan oleh layar dan dayung serta dilengkapi paling banyak delapan pucuk meriam buatan lokal yang jangkauannya tidak sejauh meriam Portugis.
Berbeda dengan pasukan yang pernah dikirim ke Malaka, prajurit Demak kali ini dipimpin oleh Fatahillah yang merupakan prajurit yang terlatih. Sejumlah perwiranya merupakan veteran pasukan Pati Unus yang terkenal memiliki pengalaman perang laut untuk bagaimana menghadapi kapal-kapal Portugis.
Setelah Cirebon menggabungkan diri dengan Demak, maka Fatahillah tidak langsung menggempur Sunda Kelapa, melainkan mengarahkan armadanya ke Banten yang tidak dipertahankan secara kuat oleh tentara prajurit Kerajaan Pajajaran.
Sehingga, Banten dapat diduduki oleh gabungan pasukan Kerajaan Islam Demak dan Cirebon pada akhir tahun 1526. Penguasa Banten kemudian dipegang oleh Maulana Hasanudin, tokoh penyebar Islam dari Cirebon.
Pada awal januari tahun 1527, Fatahillah menggerakkan armadanya ke Sunda Kelapa, sementara pasukan Banten pimpinan Maulana Hasanudin secara bertahap menduduki wilayah demi wilayah Pajajaran dari arah Barat. Sedangkan pasukan Cirebon bergerak menguasai wilayah Pajajaran bagian Timur Jawa Barat.
Dalam kondisi itu, Sunda Kelapa masih dipertahankan oleh Kerajaan Pajajaran secara kuat, baik di darat maupun laut. Pada akhir bulan Februari 1527, armada Fatahillah memasuki perairan Sunda Kelapa dan dihadang oleh kapal-kapal Pajajaran yang dari segi teknologi persenjataan dan pengalaman masih dibawah armada Demak. Kapal-kapal Demak melakukan taktik bombardemen jarak jauh dengan meriam, kemudian diikuti lontaran bola api dan anak panah ke arah kapal-kapal Kerajaan Pajajaran.
Kemudian dituntaskan oleh penguasaan prajurit yang berayun dari kapal sendiri ke kapal musuh. Armada Demak dengan mudah melumpukan armada kapal perang Kerajaan Pajajaran, yang kemudian segera merapat ke pelabuhan dibawah hujan peluru meriam dari pantai yang selalu meleset karena kurangnya keterampilan prajurit pengawaknya.
Seluruh pasukan Demak dan Cirebon dibawah pimpinan Adipati Keling dan Adipati Cangkuang dari Cirebon berhasil didaratkan dan langsung berhadapan dengan pasukan darat Kerajaan Pajajaran yang dipimpin Sri Baduga Maharaja.
Dalam waktu sehari Sunda Kelapa dapat dikuasai oleh pasukan Fatahillah. Oleh karena itu, Sultan Trenggono mempercayakan Fatahillah sebagai penguasa Sunda Kelapa yang baru.
Kapal-kapal dan prajurit Kerajaan Demak yang disertakan dalam ekspedisi itu tetap dipertahankan di Sunda Kelapa untuk mendukung gerakan pasukan Islam yang sedang bergerak ke kawasan Pakuan (daerah Bogor) yang menjadi ibu kota Pajajaran. Selain itu, disiapkan untuk menghadapi kedatangan armada Portugis yang diketahui sedang bergerak ke arah Jawa bagian barat.
Kemenangan Maritim Fatahillah, Munculnya Nama Jayakarta
Perkembangan politik di Sunda Kelapa ternyata tidak diketahui oleh armada Portugis. Pada bulan Juni 1527 kapal-kapal Portugis sudah terlanjur berada di Teluk Sunda Kelapa.
Dimana sebuah kapal Portugis sedang ditugaskan merapat di pelabuhan dan menurunkan pasukan bersenjata lengkap untuk merealisasikan perjanjian membangun loji (perkantoran dan perumahan yang dilengkapi benteng pertahanan) antara Portugis dengan Kerajaan Pajajaran pada tahun 21 Agustus 1522.
Dalam perjanjian itu, Sunda Kelapa akan menerima barang-barang yang diperlukan. Raja Pajajaran akan memberikan Portugis seribu keranjang lada sebagai tanda persahabatan.
Fatahillah sebagai penguasa baru Sunda Kelapa tentu saja menolak maksud Portugis itu yang berakhir dengan pertempuran di Kota Sunda Kelapa. Kekuatan yang tidak seimbang membuat pasukan Portugis mundur kembali ke kapalnya.
Kapal Portugis yang naas itu gagal meninggalkan perairan Sunda Kelapa dan tenggelam karena dihujani tembakan meriam dari pantai dan dikepung kapal-kapal armada Kerajaan Demak yang ternyata lebih lincah untuk pertempuran pantai.
Kapal-kapal Portugis lainnya membentuk formasi di perairan terbuka untuk menghadang kedatangan armada Kerajaan Demak yang diperkirakan akan muncul dari Teluk Sunda Kelapa. Fatahillah sengaja menahan armadanya untuk tetap bertahan di teluk lantaran mempertahankan Sunda Kelapa menjadi tujuan utamanya.
Hal ini didasarkan pada dua perkiraan, yaitu Pertama kapal-kapal Kerajaan Demak akan sulit menghadapi armada Portugis di laut terbuka karena ketertinggalan teknologi senjata dalam hal jangkauan meriam dan menggiring Portugis untuk memaksakan pertempuran pantai yang memang menjadi spesialisasi kapal dan prajurit Demak.
Kedua, pada saat itu sedang terjadi badai di perairan terbuka yang membahayakan pelayaran kapal-kapal Demak karena tonase dan ukurannya relatif kecil. Namun juga akan menjadi kerugian pasukan Portugis.
Dalam suasana yang serba mencekam dan tidak pasti itu, sebuah kapal perang Portugis mencoba memasuki teluk untuk menghindari badai. Namun, kehadiran kapal itu segera dikepung dan ditenggelamkan oleh kapal-kapal Kerajaan Demak yang mampu mengarahkan meriam dan bola api tepat di lambung dan geladak kapal yang naas itu.
Demak-1
Empat kapal Portugis lainnya tidak berani memasuki Teluk Sunda Kelapa dan memilih menghadapi badai. Tenggelamnya dua kapal ini membuat Fransisco de Sa memerintahkan armadanya kembali ke Malaka.
Kemenangan pertempuran ini menunjukkan kehebatan pasukan kerajaan Demak yang dipimpin oleh Fatahillah. Atas kemenangan ini, kemudian Fatahillah diangkat sebagai Gubernur di Sunda Kelapa.
Untuk memperingati kemenangan armada Kerajaan Demak dalam merebut Sunda Kelapa dari kekuasaan Kerajaan Pajajaran, dan mempertahankannya dari Portugis.
Maka pada tanggal 22 Juni 1527, Fatahillah mengubah nama pelabuhan ini menjadi Jayakarta yang berarti Kota Kemenangan. Sehingga, setiap tanggal 22 juni diperingati sebagai ulang tahun kota Jakarta, yang sekarang menjadi ibu kota Republik Indonesia.
Fatahillah mengganti nama Sunda Kelapa dengan nama yang diambil dari Al-Qur’an, yaitu Fatham Mubina yang artinya Jayakarta. Kemudian disingkat menjadi Jakarta. Walau sempat diubah Belanda menjadi nama Batavia, yang berasal dari wilayah nenek moyang Belanda. Jepang yang membenci nama Eropa, juga andil mengubah nama Batavia menjadi nama Jakarta kembali. Saat itu dinamakan “Jakarta Tokubetshu Shi”, yang artinya Daerah Khusus Ibukota Jakarta.
*Yang perlu dicatat :
Kemenangan Fatahillah itu karena pandai memainkan strategi maritim dalam menguasai kondisi dan geografis Sunda Kelapa. Meskipun peralatannya terbatas tetapi semangat pasukan Demak yang dijiwai dengan semangat jihad fi sabililliah, mampu mengalahkan kekuatan Portugis yang juga menggunakan strategi maritim.
Selain itu tidak dipungkiri kemenangan itu juga ditopang oleh keberpihakan alam, di mana saat itu Teluk Sunda Kelapa sedang dirundung badai sehingga banyak kapal Portugis yang hancur akibat badai itu.
Tentu semua karena izin Allah Swt, Tuhan Semesta Alam yang memberikan setiap kemenangan bagi umatnya yang berperang di atas jalan-Nya. Dengan kemenangan itu, maka Jayakarta menjadi pusat penyebaran Islam untuk daerah Jawa Barat dan Sumatera bagian selatan.
 
Sumber : Jurnal Maritim, Sunda Andy, Babat Caruban Cirebon (1720 M), Saifuddin Zuhri dalam Sejarah Kebangkitan Islam Indonesia (1980), H.M. Zainuddin dalam Tariekh Aceh dan Nusantara, Strategi Maritim dalam Perang Laut Nusantara oleh Laksada Hery Setianegara terbitan Pusjarah TNI.