0878 8077 4762 [email protected]

Keistimewaan Ramadhan dan Beramal Didalamnya

Oleh: Fahmi Bahreisy, Lc
 
Ramadhan adalah bulan yang mulia. Bulan yang dipenuhi dengan berbagai macam keistimewaan dan kemuliaan yang telah Allah persiapkan bagi hamba-Nya. Kini ia kembali hadir bersama kita untuk mengantarkan kita menjadi hamba yang bertaqwa. Tentu saja, keistimewaan ini hanya akan dirasakan oleh mereka yang mau mempergunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Hanya mereka yang sadar akan kemuliaan ramadhan sajalah yang akan diantarkan olehnya untuk menjadi insan yang mulia.
Banyak sekali riwayat yang menyebutkan keistimewaan dan kemuliaan dari bulan suci ramadhan, yang mana hal ini menunjukkan bahwa beramal di dalamnya merupakan sebuah amalan yang agung dan mulia. Diantara keistimewaan tersebut ialah sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik ra bahwa Rasulullah saw bersabda,
Telah datang pada kalian bulan suci ramadhan. Allah mewajibkan puasa di dalamnya. Pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu pada bulan tersebut. Di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari pada seribu malam. Barang siapa yang terhalang dari keutamaan malam tersebut, maka sungguh ia benar-benar merugi.
Al-Qodhi ‘Iyadh mengatakan bahwa ada dua pelajaran yang bisa kita ambil dari hadits diatas.
Yang pertama, dibukanya pintu surga dan ditutupnya pintu neraka merupakan sebuah petunjuk bahwa Allah SWT membuka seluas-luasnya amal ibadah di bulan ramadhan. Allah memberikan kemudahan bagi hamba-hamba-Nya untuk melakukan berbagai macam aktivitas taqarrub kepada-Nya. Ini adalah salah satu bentuk kasih sayang dan kemurahan yang Allah berikan bagi manusia di  bulan suci ramadhan ini.
Yang kedua, dari hadits ini, Qodhi Iyadh mengatakan bahwa di bulan suci ramadhan Allah membuka pintu maaf dan ampunan yang luas bagi manusia. Oleh sebab itu, barang siapa yang diberikan kesempatan oleh Allah untuk merasakan ramadhan hingga hari terakhir, namun ia belum diampuni oleh-Nya, maka ini adalah sebuah kerugian yang amat besar.
(Baca juga: Menyambut Ramadhan, Harapan dan Kondisi Umat Islam)
Bahkan dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa suatu saat Rasulullah saw naik di atas mimbar. Pada saat itu, beliau mengucapkan amin sebanyak tiga kali. Lalu para sahabat bertanya-tanya maksud dari ucapan amin dari beliau. Hingga akhirnya ada yang bertanya kepada beliau, lalu dijawab olehnya bahwa Malaikat Jibril datang kepadanya dan berdoa dengan tiga hal, diantara doanya ialah; “Barang siapa yang telah datang kepadanya bulan ramadhan, kemudian ia tidak mendapatkan ampunan di dalamnya, maka ia akan dimasukkan ke dalam api neraka dan akan dijauhkan dari rahmat Allah. Dan beliaupun mengaminkan doa malaikat Jibril tersebut.”
Dengan demikian, jika kita ingin terhindar dari murka dan azab Allah, maka hendaknya kita memanfaatkan momentum ramadhan ini dengan sebaik mungkin. Banyak sekali amalan-amalan yang bisa kita lakukan di dalamnya, apalagi amal shalih di bulan ramadhan akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT. Diantara amalan penting yang bisa kita lakukan ialah, tilawah Al-Qur’an, Qiyamullail, melakukan munajat dan dzikir kepada Allah SWT, bersedekah, berdakwah, dan membantu fakir miskin.
(Tonton juga: Video Bekal Terbaik Menyambut Ramadhan)
Selain itu, amal ibadah yang kita lakukan di bulan suci ramadhan yang disertai dengan usaha kita untuk menjaga rambu-rambu didalamnya, hal itu dapat menggugurkan dosa-dosa kita. Sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abu Sa’id al-Khudri bahwa Rasulullah saw bersabda,
Barang siapa yang berpuasa di bulan ramadhan, dan ia mengetahui hukum-hukumnya kemudian ia menjaga hal-hal yang memang seharusnya dijaga di dalamnya, maka Allah akan menghapuskan dosa-dosanya yang telah lalu.”
Inilah beberapa keterangan hadits yang menyebutkan akan keistimewaan bulan suci ramadhan. Masih banyak riwayat-riwayat yang lainnya yang menegaskan akan mulianya bulan ini. Maka, tidakkah kita ingin ambil bagian di dalamnya? Tidakkah kita ingin menjadi hamba-Nya yang kembali suci? Tidakkah kita ingin menjadi hamba-Nya yang masuk ke dalam surga dari pintu ar-Rayyan? Maka itu, marilah kita sama-sama mempergunakan kesempatan dan peluang yang besar ini dengan optimal, sebab tidak jaminan bahwa kita akan sampai kepada ramadhan yang akan datang. Wallahu a’lam bisshawab.
Sumber :
Artikel Utama Buletin Al Iman.
Edisi 335 – 26 Juni 2015. Tahun ke-8
*****
Buletin Al Iman terbit tiap Jumat. Tersebar di masjid, perkantoran, majelis ta’lim dan kantor pemerintahan.
Menerima pesanan dalam dan luar Jakarta.
Hubungi 0897.904.6692
Email: [email protected]
Dakwah semakin mudah.
Dengan hanya membantu penerbitan Buletin Al Iman, Anda sudah mengajak ribuan orang ke jalan Allah
Salurkan donasi Anda untuk Buletin Al Iman:
BSM 703.7427.734 an. Yayasan Telaga Insan Beriman
Konfirmasi donasi: 0897.904.6692
Raih amal sholeh dengan menyebarkannya!

Agar Nikmat Menjadi Berkah

Tausiyah Iman – 4 Mei 2016
 
Betapa banyak nikmat yang Allah berikan kepada kita, namun ternyata kita masih belum mendapatkan ketenangan dalam hidup ini.
Bahkan, betapa banyak orang yang secara materi berlimpah, kedudukannya tinggi, pamornya juga hebat, namun hidupnya dipenuhi dengan kegelisahan dan kecemasan.
Ternyata, kebahagiaan itu bukanlah karena materi dan lainnya.
Simak dan renungkan firman Allah berikut ini, karena itulah kunci agar nikmat Allah menjadi berkah dan membawa kebahagiaan hidup.
ﺍﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻭﺍ ﺭَﺑَّﻜُﻢْ ﺛُﻢَّ ﺗُﻮﺑُﻮﺍ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﻳُﻤَﺘِّﻌْﻜُﻢْ ﻣَﺘَﺎﻋﺎً حَسَنًا.
Beristighfarlah dan bertaubatlah kepada Tuhanmu, niscaya ia akan memberikan kepada nikmat yang baik (berkah)” (QS. Hud: 3).
Ustadz Fahmi Bahreisy, Lc
(Baca juga: Siapa Teman Anda?)
•••
Join Channel Telegram: http://tiny.cc/Telegram-AlimanCenterCom
Like Fanpage: fb.com/alimancentercom
•••
Rekening donasi dakwah:
BSM 703.7427.734 an. Yayasan Telaga Insan Beriman

Apakah Allah Takut Hidup Sendiri?

Perkenalkan nama saya Ali Farhan, saya lahir dari keluarga yang taat beragama & berpengetahuan tentang agama islam, Saya ingin memperbaiki tauhid saya, Saya tidak mau hanya karna lahir dalam islam saya jadi islam,
Saya minta tolong kalau bisa jawabannya dikirim ke email saya [email protected].
Pertanyaan saya, apakah Allah takut hidup sendiri?
Buktinya Dia menciptakan manusia, udara, bumi, langit, surga dan neraka, Dia mengatakan manusia yang butuh Dia, Dia tidak membutuhkan apapun dari manusia. Jadi buat apa dia menggunakan kemahahebatannya untuk hal yang tak bermanfaat buat Dia? bukankah Dia akan tetap kekal tanpa ciptaannya? Apa dia merasa kesepian tanpa ciptaannya? 
Dia harusnya tidak menciptakan apapun, tidak menciptakan, manusia, udara, bumi, langit, surga maupun neraka. Agar tak ada yang menderita di neraka & bahagia di surga.
Menurut saya segala masalah berasal dari akibat penciptaan yang Dia lakukan.
Dia memang yang memiliki kehendak dan bisa berkehendak sesuai keinginannya tapi apakah tidak lebih adil bila seharusnya Dia hidup sendiri tanpa menciptakan apapun (manusia, udara,bumi, langit, surga & neraka).
Jika Dia takut hidup sendiri berarti artinya Dia kekurangan.
Tolong bantu saya.
 
Jawaban:
Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Seorang mukmin yang hakiki benar-benar yakin akan kebijaksanaan Allah atas segala yang Ia perbuat. Ia juga yakin dengan sifat-sifat-Nya yang suci dan mulia. Diantara sifat Allah bahwa ia adalah Dzat yang Maha Berdiri sendiri yang artinya tidak membutuhkan kepada siapa pun dan apapun juga. Ia juga adalah Dzat yang berbeda dengan makhluk-Nya, yang berarti bahwa Ia Maha sempurna. Sempurna dalam penciptaan dan aturan-Nya. Ini adalah sebuah keyakinan yang harus dimiliki oleh setiap mukmin. Allah SWT berfirman, “Wahai manusia, kalian adalah makhluk yang butuh kepada Allah. Sedangkan Allah Maha Kaya dan Maha Terpuji.” (QS. Fathir: 15).
Namun, seringkali manusia mengukur Allah dengan cara berpikir dan logikanya sendiri. Ia berusaha menganalisa aturan-aturan Allah sesuai dengan akalnya yang serba terbatas. Akal manusia yang serba terbatas ini tidak bisa menjangkau apa yang Allah perbuat dan tetapkan. Sebagaimana halnya seorang pasien yang diberikan keterangan oleh dokter, ia tidak bisa menganalisa secara detail keterangan dari dokter tersebut. Bahkan seringkali kita patuh saja dengan apa yang diminta olehnya.
(Baca juga: Ringkasan Taklim: Nama dan Sifat-sifat Allah)
Begitu juga antara kita dengan Allah. Apa yang telah Allah tetapkan, bukanlah menjadi tugas kita untuk menganalisa sebab dan alasannya. Jika tidak, akan semakin banyak pertanyaan yang muncul di dalam diri kita.
Mengapa shalat dzuhur 4 rakaat, mengapa puasa dari terbit fajar sampai terbenam matahari, mengapa haji harus wukuf di arafah, dan sebagainya. Semakin kita berusaha masuk ke dalamnya, maka kita akan semakin jauh dariNya. Sebab, setan akan terus menggoda dan membisikkan di dalam diri kita hal-hal yang dapat meruntuhkan keimanan kita pada-Nya. Dalam urusan agama, ada perkara yang memang bisa difahami hikmah dan alasannya. Tapi banyak perkara agama yang tak bisa kita jangkau maksud dan hikmahnya.
Oleh sebab itu, perkuat keimanan kita kepada Allah, insyaAllah kita akan hidup tenang dan jauh dari keragu-raguan. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh imam Ahmad,
Sesungguhnya salah seorang kamu akan didatangi syetan, lalu bertanya : “Siapakah yang menciptakan kamu?” Lalu dia menjawab : “Allah”. Syetan berkata : “Kemudian siapa yang menciptakan Allah?”. Jika salah seorang kamu menemukan demikian, maka hendaklah dia membaca “amantu billahi wa rasulih” (aku beriman kepada Allah dan RasulNya), maka (godaan) yang demikian itu akan segera hilang darinya”.
(Baca juga: 7 Golongan yang Mendapat Naungan Allah)
Tugas kita di dunia adalah beribadah. Allah tidak akan menanyakan kita tentang sejauh mana kita mengetahui sebab dan alasan penciptaan alam semesta ini. Tapi yang dimintai pertanggung jawaban adalah ibadah dan amal shaleh kita. Semakin kita disibukkan dengan perkara-perkara syubhat, kita akan semakin tertinggal dalam amal shaleh.
Wallahu a’lam.
Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Ustadz Fahmi Bahreisy, Lc
Ingin konsultasi seputar ibadah, keluarga, dan muamalah? Kirimkan pertanyaan Anda kesini 

Agar Rumah Kita Barokah

Tausiyah Iman  – 30 April 2016
 
Setiap manusia pasti mengidamkan rumah yang penuh dengan keberkahan, rumah yang menjadi surga bagi penghuninya. Namun, bagaimana mungkin ia terwujud jika di dalamnya diisi oleh syaithan?
Hadits berikut ini bisa menjadi solusi agar rumah kita barokah.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jangan kalian jadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan, sesungguhnya syaithan menjauh dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al Baqarah” (H.R. Muslim).
Ustadz Fahmi Bahreisy, Lc
(Baca juga: Menjadi Pendengar yang Baik)
•••
Join Channel Telegram: http://tiny.cc/Telegram-AlimanCenterCom
Like Fanpage: fb.com/alimancentercom
•••
Rekening donasi dakwah:
BSM 703.7427.734 an. Yayasan Telaga Insan Beriman

Selalu dengan Al Qur’an

Tausiyah Iman – 27 April 2016
 
Barang siapa yang menginginkan kehidupan yang aman dan tenang, maka jangan sampai hari-nya terlewatkan tanpa membaca Al Qur’an.
Jadikan Al Qur’an sebagai bacaan pertama dan terakhir dalam keseharian kita.
Awali kehidupan kita setelah bangun tidur dengan tilawah. Begitu pula sebelum memejamkan mata, alangkah indahnya jika kita akhiri aktivitas keseharian kita dengan tilawah Al Qur’an.
Ustadz Fahmi Bahreisy, Lc
(Baca juga: 4 Tips Kerja Agar Diridhai Allah)
•••
Join Channel Telegram: http://tiny.cc/Telegram-AlimanCenterCom
Like Fanpage: fb.com/alimancentercom
•••
Rekening donasi dakwah:
BSM 703.7427.734 an. Yayasan Telaga Insan Beriman